Special Part: Wedding's Aro dan Bia

309 32 1
                                        

Hari ini merupakan hari yang special untuk Salsa dan Bumi. Mereka hendak menyaksikan moment bersatunya dua sahabat mereka yang akan menjadi pasangan suami istri.

Salsa sangat bahagia karena Bia sudah menemukan tambatan hatinya, Salsa banyak andil dalam penyatuan dua insan yang akan melangkah menuju bahtera pernikahan itu.

Salsa mengingat bagaimana dulu Bia dan Aro tampak seperti musuh bebuyutan. Namun siapa sangka, kini keduanya telah menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai.

Cinta memang misteri, tak bisa di tebak kapan datangnya dan dengan siapa ia akan berlabuh. Setipis kertas yang menjadi pembatas antara hitam dan putih, begitu pula rasa benci yang  berubah menjadi cinta itu, dengan mudahnya menggetarkan hati Aro dan Bia sampai ketitik tertinggi dalam sebuah ikatan yaitu pernikahan.

Salsa dan Bumi juga sangat tahu perjuangan keduanya sampai dititik ini tidak lah mudah. Mereka bekerja keras, mengorbankan waktu, pikiran, hati dan tenaga untuk saling memantaskan diri menjadi versi terbaik dari masing-masing. Maka sebagai sahabat, sudah sepantasnya Bumi dan Salsa turut membantu dan mendukung semua persiapan keduanya, termasuk membantu biaya pernikahan mereka berdua.

"Sayangg ayo kita udah telat ini" Bumi berteriak memanggil Salsa yang tak kunjung keluar

"Iya mas bentar" Balas Salsa tak kalah keras agar suaminya itu mendengarnya

"Bubu pasti cantik banget ya Ba?" komentar Quin yang sedari tadi sudah menunggu bersama Bumi di depan rumah mereka

"Jelas, itu istri Baba udah pasti cantik"

"Tapi Bubu kan ibunya Quin"

"Yaa emang sayang, terus kenapa?"

"Kalau Bubunya cantik pasti anaknya cantik kan Ba ?"

"Jelas, anak Baba paling cantik se indonesia raya merdeka" Puji Bumi tanpa malu bahkan terdengar alay itu

"Kalau kata Bubu, pleett dasal Baba tukang gombal" Quin menjulurkan lidahnya mengikuti gaya Salsa jika sedang mendengar gombalan dari Bumi

"Oo awas yaa Baba cubit kalau gemes gini"

"Nanti Quin aduin Bubu, bial papa tidul di kamal tamu"

"Jangan dong sayang, pisss baikan kita kan Quin sayang Baba"

"Iya sih, Quin memang sayang Baba, yaudah gajadi diaduin Bubu"

Mereka berdua lalu menautkan tangan dengan tos andalan mereka.

"Lets goo" Salsa keluar dengan baju yang senada dengan Quin dan Bumi berwarna hijau Sage

"Baa ada bidadali" Puji Quin saat melihat Salsa

"Ahh bisa aja anak Bubu, jadi malu"

"Iyaa bener dek munduran dikit, Masya Allah cantiknyaa kelewatan" Kali ini Bumi setuju dengan ucapan Quin

"Memang beda kalau punya keluarga yang love language nya adalah word of affirmation, isinya adalah pujian-pujian yang bikin Bubu terbang ini hehe"

"Kita cuma jujur kan ya sayang?" Bumi meminta persetujuan Quin

"Benel Baba, kita cuma jujul aja kalau Bubu sekalang emang Cantik banget, kalau kata baba cantiknya se indonesia laya meldeka"

"Hahaha, Makasih sayangg udah pinter gombal kaya Baba sekarang"

Akhirnya mereka berangkat menuju lokasi pernikahan Bia dan juga Aro. Pernikahannya dilakukan dengan sederhana dikediaman Bia. Memang konsep intimate wedding ini permintaan dari Bia, ia tak mau menghamburkan uang untuk pernikahan yang mewah. Menurutnya banyak hal yang perlu mereka siapkan untuk masa depan, dibandingkan mengadakan pesta mahal dalam semalam.

RENJANA BUMI (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang