seulmin feat jaebeom
"I can't love you in the dark, it feels like we're oceans apart"
Dua pria dari latar belakang yang sangat berbeda jatuh cinta pada gadis yang sama. Akankah gadis tersebut bisa membalas cinta mereka? Atau lebih memilih kembali p...
Javie sudah mengetahui kabar Sharlene lewat Jojo, karena memang pria itu yang memintanya secara langsung. Akan tetapi rasanya dia belum lega kalau belum memastikan sendiri. Itulah sebabnya Javie berniat akan mampir ke toko Sharlene pagi ini sebelum ke kantor.
Dia melihat Sharlene dibalik kaca mobil yang dia kendarai. Tapi bukan nya mampir dan bertemu dengan wanita, dia malah tidak memiliki keberanian untuk bahkan turun dari mobil. Otaknya kembali memutar memori terakhir saat dirinya sudah berbuat kesalahan yang fatal.
"Aku hanya ingin kehidupanku yang dulu, jauh sebelum aku mengenal kalian"
Ya, kalimat itu terus saja ia ingat, dan itu semakin membuatnya merasa bersalah. Keinginan Javie hanyalah hubungan nya dengan Sharlene baik baik saja walaupun dirinya sudah tidak bersama wanita itu. Tapi nyata nya dia lagi lagi menoreh luka di hati wanita itu.
Dia bisa melihat senyuman Sharlene darisana, wanita itu sedang menata bucket bunga dan bersenda gurau dengan karyawan nya. Senyuman itu masih sama, dan itu membuat Javie lega.
"Please, be happy Al. That's what i want... and i'm sorry"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia melajukan mobilnya dan pergi darisana. Seketika Sharlene terdiam. Dia menyadari mobil itu sedari tadi, dan dia tau siapa pemiliknya. Sharlene sudah memutuskan hatinya tidak akan goyah lagi. Biarlah masa lalu nya ia tinggalkan dan tidak akan ia buka lagi.
Saat sedang sibuk membuat bucket tiba tiba pintu toko itu terbuka menandakan ada pelanggan yang datang.
"Halo, selamat datang di Luna's florist" ucap Naya.
"Halo, saya mencari teman saya yang udah hilang beberapa hari. Namanya Sharlene..."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sharlene langsung menoleh kala suara itu terdengar di gendang telinga nya. Dia sudah hapal dengan pemilik suara berat itu, siapa lagi kalau bukan Theo.
"Dasar..." Sharlene menghampiri Theo dan memukul lengan pria itu
Keduanya sedang duduk di depan toko dan menikmati secangkir kopi hangat buatan Naya. Sudah lama pria itu tidak mampir ke toko Sharlene. Ya, mungkin dia tau pria itu pasti sangat sibuk. Lagipula mereka sering bertukar pesan walau jarang bertemu.