45. Final Truth

33 8 1
                                        

Sharlene terlihat berada di sebuah rooftop menatap langit yang mulai menguning, matahari terlihat sudah terbenam. Dibalik sinar itu, Sharlene terlihat menitikkan airmatanya. Masih tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia hadapi.

Bukankah Iriana dan Theo memiliki hubungan manis dan indah? Lantas mengapa wanita itu berpaling? Dan juga pria itu, bukankah dia mengatakan menyukainya?

Lalu ada hubungan apa antara dia dan Iriana? Dia hanya kecewa pada sahabat nya itu, dan juga tidak bisa ia pungkiri dirinya terlihat kesal karena Januar membohonginya.

Sharlene berdecak kesal, "Bisa bisa nya dia deketin Iriana, emang nya gak ada cewe lain lagi di dunia ini? Dan lagipula apa dia gak tau kalo Iriana udah punya pacar?"

"... Dasar!! Semua pria sama aja!!"

Sharlene berteriak guna menyalurkan rasa kekesalan nya dan juga rasa amarah yang masih ada di hatinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sharlene berteriak guna menyalurkan rasa kekesalan nya dan juga rasa amarah yang masih ada di hatinya. Dia menyadari ponselnya berdering sedari tadi, dan dia tau telpon itu dari siapa hanya saja dia sedang tidak mau mengangkatnya. Dia sudah mengatakan kalau dia tidak akan mendengarkan penjelasan apa pun.

Ya, biarlah Iriana menjelaskan sendiri pada Theo, dia tidak akan ikut campur. Setelah merasa sudah lebih tenang, Sharlene memutuskan pulang. Langit sudah mulai gelap dan dia merasa kalau Iriana sudah tidak menelpon nya. Wanita itu berjalan menundukkan wajahnya, dengan langkah kaki yang berat.

Iriana yang sudah menunggu di depan rumah Sharlene melihat wanita itu datang dan langsung berdiri menghampirinya.

"Sha, dengerin penjelasan gue dulu please. Ini semua gak kaya yang lu liat"

Sharlene menghela nafas kasar, "Gue gak butuh penjelasan apa pun, Rin. Sebaiknya penjelasan itu lu simpen untuk Theo"

Dia berjalan dan masuk ke dalam rumah. Iriana yang melihatnya sudah tidak tahan, dia langsung ikut masuk dan menarik tangan Sharlene.

"Gue gak butuh ngejelasin apapun ke Theo, Sha. Yang butuh penjelasan itu elu"

Sharlene menaikkan alisnya tidak mengerti maksud ucapan Iriana. Bukankah dia sudah bilang dia tidak perlu penjelasan? Tapi mengapa Iriana bersikeras ingin menjelaskan semuanya.

"Gue gak ada hubungan sama Januar, jadi untuk apa lu ngejelasin semua nya ke gue? Gue udah bilang gue gak butuh!!" Tanpa sadar Sharlene berteriak.

Iriana kaget tapi juga berdecak, "Lu bilang gak butuh tapi lu marah ke gue?"

"...Karena apa? Ya karena lu salah paham. Dan gue gak mau lu mikir yang aneh aneh tentang Januar"

Raut wajah Sharlene terlihat kesal, "Jadi lu cuma khawatir gue mikir aneh ke Januar? Bukan nya harusnya yang lu khawatirin itu lu sendiri? Berarti lu sedekat itu sama dia sampe sampe yang lu khawatirin dia aja"

Iriana menutup matanya dan menghela nafasnya, "Januar itu pasien gue, Sha"

Sharlene mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti maksud perkataan Iriana, "Maksud lu"

Love In The DarkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang