21

45 4 0
                                        

Tidak terasa Kayshila sudah menghindari Daffa selama satu Minggu penuh, dia mulai tidak nyaman, apalagi cowok itu masih rutin mengiriminya pesan singkat tanpa berusaha mengganggu upayanya menghindar.

Sepertinya banyak yang berubah satu Minggu ini, perasaannya terasa campur aduk. Apalagi Daffin sepertinya semakin sibuk dan jarang ada di kantor.

Ia teringat tiga hari yang lalu saat Grizelle memberitahunya tentang artikel kencan Daffin dan Shion yang sepertinya foto itu diambil di hari yang sama ketika Daffin menghilang dari restoran sushi.

"Weekend Lo ada acara gak?" Tanya Ratna yang sedari tadi ada di hadapannya.

Mereka sedang makan siang di kantin kantor, tidak sempat makan di luar saking banyaknya pekerjaan yang harus mereka lakukan.
"Gak tau sih, kenapa?" Balas Kayshila sambil menyendok bakso di hadapannya.
"Bantuin gue ngawasin anak-anak syuting iklan" ucap Ratna.
"Bisa sih kayaknya, gue bisain deh" jawab Kayshila akhirnya, toh dia tidak punya jadwal weekend ini, paling hanya bermalas-malasan di apartemen atau main ke apartemen Grizelle. Dia tidak punya banyak teman.

Dalam perjalanan kembali, Kayshila melihat siluet yang sangat familiar berdiri di lobby, sedang berbicara dengan resepsionis yang terlihat tegang.
"Daffa?" Panggil Kayshila seraya mendekat.
"Selamat siang pak Daffa" sapa Ratna yang ikut mendekat. "Siang" balas Daffa tersenyum tipis.
"Kalo begitu saya permisi dulu" pamit Ratna, merasa sadar diri apalagi setelah mengetahui hubungan dua orang di depannya.
"Nanti gue ke ruangan Lo deh" ucap Kayshila pada Ratna yang sudah berjalan menjauh tanpa menunggu balasan.

Kayshila kembali memusatkan pandangannya pada Daffa yang sedari tadi juga memandanginya. "Ngapain kesini?" Tanyanya, sudah lama sekali rasanya dia tidak bertemu Daffa. Ada sedikit rasa canggung.
"Mau nitipin coklat buat Lo, gue dapet kiriman dari Azil di Belgia" balas Daffa.

Kayshila meraih tangan Daffa yang terlihat canggung dan menggenggamnya. "Kenapa gak di kasih ke gue langsung" tanyanya sambil memainkan tangan Daffa, dia tidak bisa memandang mata Daffa terlalu lama karena rasa bersalah.

Daffa mengelus rambut Kayshila dengan tangannya yang bebas, "gue takut Lo masih nolak ketemu gue, masih nerusin agenda menghindar Lo yang ampuh banget itu sampai gue bener-bener gak ketemu Lo sama sekali selama hampir dua Minggu" balasnya panjang, sekalian sedikit mengomeli Kayshila.

Kayshila meringis, tidak tahu bagaimana harus menjawab pernyataan Daffa. Selama itu pula pemberitaan tentang mereka benar-benar menghilang dari platform manapun, digantikan dengan hebohnya skandal perselingkuhan artis. Sungguh mengerikan pengaruh orang kaya di negeri ini.

"Kita masih perlu ngobrol atau lupain aja semua di belakang?" Tanya Daffa kemudian.

Kayshila berfikir sejenak, masih banyak keraguan di hatinya, apalagi setelah menerima perasaannya setelah bertahun-tahun menghindar. Tapi dia masih butuh waktu untuk memikirkan kembali hubungan mereka, menimbang keputusannya dengan akal sehat yang ia paksa bekerja. Meskipun begitu dia menyadari bahwa menghindar tidak akan menyelesaikan masalah.

"Lupain dulu ya, kita kayak gini dulu bisa gak?" Jawab Kayshila yang sebenarnya juga sedikit ragu.
"Tapi jangan sampai ini jadi bom waktu buat kita. Gue bisa ngasih waktu lagi buat Lo, tapi jangan lama-lama ya, gue takut akhirnya beneran jatuh cinta sepihak sama Lo" balas Daffa.

Kayshila mengangguk, dia sepenuhnya menyadari hal itu. Tanpa memperdulikan sekitar, Daffa memeluk Kayshila. "Gue kangen banget gila sama Lo, biasanya meskipun kita gak ketemu kita masih kabaran, ini Lo bener-bener ilang dan gue gak berani gangguin Lo" ucapnya.

Kayshila bertekad dalam hati, tidak apa-apa sekali ini saja dia mau menerima perlakuan Daffa di depan umum seperti ini, sekali ini saja dia akan memakluminya.
"Masuk yuk ke ruangan gue" ajak Kayshila seraya mengurai pelukan mereka.
"Gak bisa, gue ada meeting habis ini" jawab Daffa kembali memeluk Kayshila.
"Terus kenapa nganter coklat kesini sendiri?kenapa gak nyuruh orang aja?" Tanya Kayshila lagi, tidak habis pikir, tidak biasanya Daffa teledor seperti ini.
"Sengaja, siapa tau bisa ketemu Lo, eh beneran ketemu kan" balas Daffa, kali ini dia yang mengurai pelukan mereka terlebih dahulu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 10, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Boss My Friend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang