90

2.3K 289 41
                                        

Typo🙏
Happy Reading...!!!










Setelah mendapatkan apa yang Chika pesan, Cio bergegas pulang. Sesekali ia melirik belanjaan yang diletakkan di kursi samping kemudi. Senyum pun terukir di sudut bibirnya. Ini kali pertama setelah sekian lama Cio tidak membelikan apa yang Chika mau. Hatinya sedikit lebih lega dari sebelumnya. Hatinya yang beku, kini kembali mencair. Melupakan sedikit demi sedikit luka yang dulu pernah ada.

"Kenapa tu mobil berenti sembarangan?" gumamnya saat melihat sebuah mobil di pinggir jalan. Dari belakang Cio memperhatikan mobil tersebut dengan seksama. Tiba-tiba keluarlah seseorang dari dalam mobil tersebut. "Loh itu kan...?"
Cio terus menyipitkan matanya. Mencoba melihat lebih jelas lagi siapa yang ada didepan sana.

"Ga mungkin itu... Bukannya dia udah pindah ya?" tebak Cio. Sambil mengemudikan mobilnya perlahan tepat di samping mobil tersebut.

Bisa Cio lihat, gadis itu sepertinya sedang berusaha menghubungi seseorang. Gestur tubuhnya terlihat panik.

"Kayaknya dia butuh bantuan."

Cio kemudian menepikan mobilnya, tepat didepan mobil tersebut. Tanpa menunggu lama, Cio pun keluar dan menghampirinya.

Gadis itu masih sibuk dengan ponselnya, tanpa menyadari kehadiran Cio.

"Mobilnya kenapa?" tanya Cio.

Perlahan gadis itu pun membalikkan tubuhnya. Ekspresi terkejutnya sangat nyata terlihat. Ia sempat diam untuk beberapa saat, kemudian mencoba untuk mengeluarkan suaranya, "Kak Cio?"

Begitupun dengan Cio, ia sama sekali tidak menyangka bisa kembali bertemu dengan Jinan, adik dari Shani wanita yang paling ia cintai. "Jinan?" balasnya.

Jinan sangat gugup, kenapa ia harus bertemu dengan Cio secepat ini. Ini diluar rencananya. Namun dibalik itu ia juga sangat merindukan sosok Cio, calon kakak iparnya. Entah harus bahagia atau sedih saat kembali bertemu dengan Cio setelah bertahun-tahun lamanya. Karena kemungkinan besar pertemuan antara kakaknya dan juga Cio akan semakin dekat. Dan itu sedikit banyaknya membuat Jinan resah. Tentang satu pertanyaan, akankah Cio bisa memaafkan Shani dan kembali bersatu dengannya atau malah sebaliknya. 

"Jinan?" seru Cio lembut, sambil menjentikkan jarinya didepan wajah Jinan.

"Eh iya kak?" jawab Jinan gugup.

"Kamu kenapa?"

"E... Enggak kak. Kak Cio..." Jinan memanjangkan ucapannya seperti ada yang ingin ia katakan namun sulit untuk di ungkapkan.

"Sudah jangan banyak bicara dulu. Ini mobilnya kenapa?" tanya Cio sambil mengecek mesin mobil. Siapa tau ada yang bisa ia lakukan.

"Gak tau kak, tiba-tiba mati. Aku udah telpon montir ko buat benerin. Paling sebentar lagi juga sampai." jelas Jinan.

Cio masih berusaha mengotak-atik mesin mobil.
"Kayaknya ini aki nya yang bermasalah." ujar Cio.

"Oh gitu ya kak. Pantesan aja tiba-tiba mati, padahal bensinnya masih ada."

"Gini aja, sekarang aku antar kamu pulang." ujar Cio menawarkan diri.

"E... Ga usah kak. Lagian aku udah pesan taksi online ko." balas Jinan. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa gugupnya. Mengingat Cio yang akan mengantarkannya pulang, bagaimana jika mereka bertemu nanti. Karena Jinan tau kakaknya itu belum benar-benar siap bertemu dengan Cio dalam waktu dekat.

"Udah cancel aja. Biar aku yang antar." ujar Cio.

"Gimana ya kak." jawab Jinan ragu.

"Udah ayo. Itu mobilnya dikunci dulu. Biarin nanti di ambil sama montir. Kamu udah nelpon mereka kan?"

Bersama [Greshan]✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang