Typo🙏
Happy Reading...!!!
"Kak, cepetan!!!" pinta Gita pada Aldo. Sebelumnya ia sudah mencari informasi mengenai Chika pada teman-temannya. Dan Gita memutuskan untuk pergi kesana. Dengan harapan Chika memang benar ada disana.
"Sabar Git, bahaya." kata Aldo yang perlahan melajukan mobilnya.
Perasaan Gita mulai tidak enak. Sepertinya telah terjadi sesuatu dengan keponakannya itu.
"Tenang dulu, kita kan udah tau Chika ada dimana. Semoga aja bener apa yang temennya itu bilang." kata Aldo mencoba untuk menenangkan Gita.
Gita dengan airmata yang sudah membasahi pipinya, menatap Aldo. "Tenang? Kakak bilang tenang? Ga bisa kak! Kalo terjadi sesuatu sama Chika gimana??? Aku bakalan ngerasa bersalah banget." jawab Gita sedikit emosi. Kesal pada dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga Chika sepenuhnya.
Aldo hanya diam, berusaha untuk tidak membuat suasana hati Gita merasa tidak nyaman. Ia lebih memilih membiarkan Gita meluapkan emosionalnya saat ini.
Hujan yang tadinya sangat deras, kini mulai reda hanya menyisakan rintik-rintik gerimis saja. Sampai di pemakaman, Gita segera keluar dari mobil dan masuk ke area pemakaman.
"Tunggu Git!" ujar Aldo yang masih di dalam mobil.
"De....!!! Chika!!!! Kamu dimana?" teriak Gita yang terus berlari mencari keberadaan Chika. Diikuti oleh Aldo, dari belakang. Pria itu berjarak cukup jauh dengan Gita.
Setelah berlari cukup lama, akhirnya Gita sampai di makam Anin. Namun tidak ada seorang pun disana.
"CHIKA!!!" serunya lagi. Berharap Chika menjawabnya. Mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
Tak lama Aldo pun datang. "Mana Chika?"
Gita menoleh, tatapannya penuh kecewa. "Chika ga ada kak... Dia kemana?" tanya Gita lirih.
Aldo dengan sigap merangkul pundaknya, memberikan sedikit ketenangan disana. "Kamu tenang dulu, kita cari lagi Chika." pria itu terus mengusap punggung Gita. Berharap gadis itu mengakhiri rasa khawatirnya.
"Liat." tunjuk Aldo.
Gita pun menoleh. Setangkai bunga tergeletak di atas pusara menandakan memang tadi Chika benar datang kesana.
"Chika?"
"Kayanya emang Chika tadi kesini." kata Aldo.
"Terus sekarang Chika kemana kak?" tanya Gita yang kembali emosi. "KEMANA?!" tangannya tak terkendali memukul dada bidang Aldo. Diiringi suara tangisnya yang semakin pilu.
Aldo membiarkan dadanya menjadi pelampiasan emosi Gita.
"Suuutt, udah udah... Kamu tenang dulu ya. Kita cari Chika ditempat lain. Tempat yang biasa dia datengin. Kamu tau kan?"
Dengan terisak Gita mulai menghentikan pukulan itu. "Aku ga yakin dia disana kak."
"Kita coba kesana dulu."
Gita pun mengangguk setuju. Perasaannya semakin tak karuan, setelah ia tidak menemukan keberadaan Chika.
Sebelum melangkah pergi Gita memandang sesaat nisan Anin. "Kak, kalo kakak liat Chika dari atas sana, aku mohon jagain dulu dia kak dari apapun itu. Maaf aku ga bisa jaga dia. Tapi aku janji bakalan nemuin Chika secepatnya." kata Gita menatap sendu, penuh rasa bersalah.
"Ayo,"
"Iya kak."
Mereka meninggalkan area pemakaman dengan rasa kecewa dan khawatir yang tiada habisnya. Kemana Chika pergi, apa yang dia alami. Pikiran buruk itu semakin menyelimuti hati dan pikiran Gita.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bersama [Greshan]✓
RomanceKehilangan seseorang akan selalu menjadi luka terdalam.
![Bersama [Greshan]✓](https://img.wattpad.com/cover/368261174-64-k978876.jpg)