100

2.4K 304 49
                                        

Typo 🙏
Happy Reading...!!!









Di kediaman Cio

Chika, Gita, Ve dan juga Aldo baru saja menyelesaikan sarapannya. Meskipun banyak drama yang Chika ciptakan pagi ini. Ia tidak ingin sama sekali ditinggal oleh Gita. Bersusah payah Gita membujuknya. Beruntung ini hari Minggu jadi mereka semua tidak disibukan dengan aktivitas diluar rumah.

"Papa kemana om?" tanya Chika sambil memainkan ponselnya.

Aldo, pria itu masih enggan meninggalkan keluarga Gita sebelum kedatangan Cio. "Om gatau. Kamu udah coba telpon?"

"Udah, tapi ga aktif. Apa... Papa pergi kesana ya?"

"Pergi kemana sih dek?" sambar Gita yang datang dengan membawakan mereka makanan kecil. Menaruhnya hati-hati dimeja.

"Cio ga bilang mau pergi kemana?" tanya Ve yang duduk disamping Chika.

"Bang Cio ga bilang mi. Dia pergi gitu aja." jawab Gita yang langsung duduk terpisah di sofa single.

"Sebenarnya ada apa sama kalian tuh? Apa yang kalian sembunyikan dari mami?"

Aldo dan Gita saling bertatapan, bingung. "Aku aja ga tau mi," jawab Gita. Lalu ia beralih memandang Chika. "Dek, sebenarnya apa yang terjadi sama kamu? Bisa ceritain ke kita semua disini?"

Chika menghentikan aktivitasnya. Mengatur napasnya yang berat. Sulit untuk menceritakannya kembali, tapi Chika rasa mereka semua harus tau.

"Kemarin Chika, dari rumah kak Jinan." ujarnya pelan.

"Jinan? Bukannya Jinan diluar negeri?"

"Chika ga tau Oma. Dan yang paling bikin Chika emosi. Chika ketemu sama..." kata Chika memanjangkan ucapannya.

"Siapa?" tanya Ve penasaran.

"Siapa dek?" sahut Gita.

"Tante Shani."

"HAH?!" kompak Ve dan Gita.

Seketika Chika pun terkejut melihat ekspresi keduanya. "Iya, Chika ga mau ketemu sama dia lagi oma...."

"Sha... Shani?" kata Ve dengan terbata-bata.

Sementara Gita hanya menggelengkan kepalanya tak percaya. "Dek, kamu kalo bicara jangan ngelantur gitu!" tegur Gita.

"Ngelantur apa sih ty? Orang aku beneran ketemu sama dia dirumah kak Jinan." jelas Chika lagi.

"Ga...ga mungkin...shhh..." lirih Ve sambil memegang dadanya. Napasnya tiba-tiba seperti tercekat. Tak lama tubuhnya terkulai lemas bersandar ke sofa.

"OMA KENAPA???"

Gita pun segera mendekati Ve. "Mi, mami kenapa?" paniknya.

Begitupun dengan Aldo. "Tan!"

"Oma!!! Bangun!"

"Mi, bangun mi!!!" ujar Gita sambil menepuk lembut pipi sang mami.

"Omaa..." ujar Chika sambil mengguncangkan lengan Ve.

"Ayo kita bawa ke rumah sakit." saran Aldo.

"Ga usah," suara itu terdengar parau. Ve perlahan mulai siuman.

"Mi... mami gapapa???"

"Mami gapapa. Mami cuman kecapean doang kayaknya. Ga usah ke rumah sakit segala." jawab Ve sambil memijat pelipisnya.

"Tapi mi... Mami kaya gini," ujar Gita khawatir.

"Ga usah, mami mau ke kamar aja." Ve perlahan mulai membenarkan posisi duduknya. Dibantu oleh Gita.

Bersama [Greshan]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang