Typo🙏
Happy Reading...!!!
Meja makan yang awalnya sepi, kini telah terisi oleh anggota keluarga itu. Sepi itu perlahan berganti dengan kebahagiaan. Ve sebagai seorang ibu, bersyukur bisa merasakan suasana yang selama ini selalu ia rindukan. Senyum pun tak luntur dari sudut bibirnya. Menatap anak-anak dan cucunya yang menikmati sarapan. Ada kedamaian yang selama ini dia cari.
Melihat mereka kembali duduk bersama, saling menjaga, saling menyayangi satu sama lain.
"Mi..." seru Gita sambil menyentuh lengan Ve yang duduk disampingnya.
"Iyaa," jawab Ve. Suaranya sedikit gemetar menahan rasa haru. Matanya yang sejak tadi berkaca-kaca, kini tak mampu membendungnya lagi.
Cio dan Chika pun menghentikan sarapan mereka. "Kenapa mi?" sahut Cio.
"Oma kenapa?" timpal Chika.
Cio dengan sigap berpindah posisi duduk mendekati Ve. Merangkul pundaknya.
Wanita tua itu mulai menitikkan airmata.
"Mii..." ujar Gita lirih, ia terus menggenggam tangan Ve.
"Apa yang buat mami sedih?" tanya Cio. Tangannya mengusap lembut punggung Ve.
Ve tidak langsung menjawab pertanyaan Cio, ia masih mengendalikan hatinya yang sangat emosional. "Mami seneng, bisa kaya gini lagi disisa umur mami yang mungkin sebentar lagi akan menyusul papi kamu." kata Ve. Ia terus mengusap pipinya yang basah.
"Mi...jangan ngomong gitu. Kita masih butuh mami, sampai kapanpun itu. Cio ga akan biarin papi bawa mami. Cio akan menjaga keluarga kita ini. Dan mami harus janji, mami akan terus sama-sama kita. Hanya mami yang kita punya. Maaf kalau Cio selama ini udah nyakitin mami. Dan belum bisa membuat mami bahagia. Tapi Cio akan berusaha mi..."
Ve, kemudian menangkup pipi Cio. Menatapnya penuh kasih sayang. Disertai senyuman yang mampu membuat hati Cio tenang. Selama ini dia tidak menyadari betapa pentingnya kehadiran sang mami.
"Dengan kamu kembali seperti dulu saja, itu udah bikin mami bahagia nak."
Gita dan Chika mereka hanya menyimak interaksi ibu dan anak itu. Sesekali mereka juga mengusap airmatanya. Ikut dalam suasana haru.
Cio meraih tangan sang mami, lalu mencium punggung tangannya. Mengingat betapa banyak kesalahan yang ia lakukan selama ini, dan abai pada sang mami. "Maafin Cio mi,"
Ve mengusap lembut kepala Cio yang masih tertunduk mencium tangannya. "Mami udah maafin semuanya. Sudah... Ayo lanjutin sarapannya."
Cio perlahan mengangkat kepalanya, menatap dalam mata sang mami. Dan berjanji pada dirinya sendiri, mata indah itu tidak akan pernah menitikkan airmata. Kecuali airmata kebahagiaan.
"Huwaaaaaaa...."
Suasana haru itu pecah oleh tangisan Chika. Yang sejak tadi menahan tangisnya.
"Dek... Kenapa?" tanya Gita.
"Loh cucu oma kenapa?"
Cio dengan cepat kembali berpindah posisi. "Sayangnya papa kenapa nak?" tanya Cio panik.
"Omaaa... huwaaaaaaa..." tangis Chika, kemudian memeluk Ve.
Ve yang mengerti suasana hati Chika pun langsung menenangkan cucu satu-satunya itu. "Cupcupcup... Cucu oma kenapa?"
"Oma hiks...oma ga boleh ngomong kaya tadi. Chika butuh oma. Chika mau sama oma terus. Cuman dari oma sama onty Chika bisa merasakan kasih sayang seorang mama. Maafin Chika juga oma. Kalo selama ini Chika banyak nyusahin oma. Chika janji, ga akan bikin oma sedih lagi. Chika yang dulu sekarang udah kembali oma. Chika ga mau sedih-sedih lagi. Chika mau kita bahagia. Kaya dulu lagi." kata Chika dalam pelukan sang oma.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bersama [Greshan]✓
RomansaKehilangan seseorang akan selalu menjadi luka terdalam.
![Bersama [Greshan]✓](https://img.wattpad.com/cover/368261174-64-k978876.jpg)