Typo🙏
Happy Reading...!!!
Dalam perjalanan Chika terus bertanya pada Cio, sebenarnya ia akan dibawa kemana sampai-sampai sang papa terkesan memaksanya untuk pergi. Namun sang papa tidak memberitahunya, itu membuat Chika sedikit kesal.
"Nanti kamu juga tau sendiri." kata Cio santai sambil mengemudi.
"Kemana sih pa? Dari tadi juga aku tanya. Kenapa papa ga bilang aja si?" tanya Chika sambil melipat kedua tangannya.
Cio tidak menggubris pertanyaan Chika, ia hanya fokus mengemudi saja.
(Loh ini kan?) tebak Chika dalam hati. Saat ia melihat jalanan sekitar yang sepertinya tidak asing lagi baginya.
"Kita mau kesana pa?"
Cio melirik lalu tersenyum, dan diakhiri dengan anggukan kepala sebagai jawaban.
"Kirain papa mau ajak Chika kemana. Cuman ke taman itu doang. Huh! Ga seru! Chika mau ke mall aja pa. Ga mau kesana." protes Chika.
Cio mengatur napasnya sesaat. "Nanti pulang dari sini kita ke mall ya." bujuk Cio.
Chika tidak bersuara, ia memalingkan wajahnya dari Cio dan menatap ka arah luar jendela. Pikir Chika, kenapa harus kesana. Dan secara tidak langsung ia diingatkan lagi akan memorinya dulu saat bersama dengan Shani disana.
"Pa, Chika ga mau kesana!"
"Sayang, papa udah lama ga kesana. Papa mau nikmatin udara sejuk disana." jawab Cio. Berbohong mungkin itu harus ia lakukan agar rencananya berjalan lancar.
"Papa ga liat, bentar lagi ujan?"
Cio pun sedikit melihat ke arah langit lewat kaca mobilnya, dan memang terlihat awan mendung mulai bergelayut dilangit. Ia cemas, akankah semua permasalahannya akan selesai hari ini juga atau malah semakin runyam?
(Jangan hujan dulu Tuhan... Aku mohon.) ujar Cio membatin.
"Bentar lagi sampe." katanya sambil memutar kemudi. Mobilnya berbelok memasuki area parkir taman.
Chika hanya diam, dan mengikuti kemauan sang papa saja.
"Udah sampe." ujar Cio sambil menarik rem tangan mobilnya.
Chika masih tidak bergeming, ia malah asik dengan ponselnya.
"Sayang, udah sampe nak. Ayo turun." ajak Cio. Tangannya terulur mengusap lengan Chika.
"Papa aja duluan."
Cio pun mengerti anaknya itu sedang kesal padanya, tapi apa boleh buat. Ia tak mau menunggu lama lagi. "Papa janji pulang dari sini kita ke mall. Kamu boleh beli apa aja yang kamu mau, sebanyak apapun itu. Kalo perlu ajak teman-teman kamu juga."
Setelah mendengar ucapan sang papa, Chika memasukan ponselnya ke dalam tas. "Beneran kan pa?" tanyanya memastikan.
"Iya sayang, sekarang temenin papa dulu disini." ucap Cio lalu mengusap puncak kepala Chika.
"Ya udah ayo."
Cio pun dengan segera membuka pintu dan turun dari mobilnya. Begitupun dengan Chika. Chika baru menginjakkan kaki lagi ditempat tersebut setelah bertahun-tahun. Dulu taman itu adalah tempat favoritnya ketika masih kecil.
(*Kalian masih inget ga Chika kecil suka diajak kesana sama omanya? Terus pulangnya tantrum? Huhuhu...)
Chika mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman. Banyak sekali yang berubah, pikir Chika apakah danau itu masih sama seperti dulu? Lalu matanya tertuju pada sebuah mobil yang terparkir di ujung jalan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bersama [Greshan]✓
RomansaKehilangan seseorang akan selalu menjadi luka terdalam.
![Bersama [Greshan]✓](https://img.wattpad.com/cover/368261174-64-k978876.jpg)