Ekstra Part!!!

2.6K 242 13
                                        

Typo 🙏
Happy Reading....!!!








Kehilangan kembali hadir setelah kebahagiaan yang belum lama mereka rasakan. Ve, meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit jantung yang ia derita selama bertahun-tahun.

Sedih, kecewa sudah pasti karena Cio sebagai anak merasa belum bisa memberikan yang terbaik untuk sang mami. Bahkan ia tidak bisa membujuk sang mami untuk melakukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit. Ve lebih memilih dirawat di rumah. Mereka pun menyaksikan saat dimana Ve menghembuskan napas terakhirnya.

Hari demi hari, kenangan akan sosok sang mami selalu hadir dalam ingatannya. Tak jarang Cio selalu menganggap kalau maminya itu masih hidup. Tak ingin semakin tersiksa dengan rasa kehilangan itu, Cio memutuskan untuk membawa keluarganya pindah.

Rumah itu baru saja mereka tempati satu tahun terakhir. Rumah yang cukup luas, dengan berbagai fasilitas didalamnya.

"Kak...! Bangun udah siang! Kamu ga sekolah?" suara teriakan itu terdengar bahkan belum sampai didepan pintu kamar Chika. Langkah kaki wanita cantik itu sedikit tergesa-gesa.

Tak lama sejak pernikahan mereka, Cio mengajak Shani untuk menumbuhkan semangatnya lagi agar bisa berjalan kembali. Awalnya Shani ragu karena vonis dokter saat itu mengatakan kalau dia akan cacat seumur hidup. Tapi tidak dengan Cio, yang percaya akan semua keajaiban dan mukjizat yang Tuhan berikan. Tidak ada yang tidak mungkin jika semuanya disertai dengan usaha dan tentunya do'a. Itu yang selalu Cio tanamkan pada Shani.

Ditambah support dari Chika yang begitu besar, membuat Shani bersemangat untuk menjalani terapi. Ya meskipun prosesnya cukup lama. Selama Cio dan Chika bersamanya itu semua akan terasa cepat. Dan setelah berbulan-bulan Shani menjalani terapi, akhirnya ia bisa berjalan kembali seperti semula tanpa bantuan kursi roda.

Tok!tok!tok!

Ketukan di pintu pun ia lakukan, berharap sang empunya kamar akan tersadar dari mimpinya. Hampir setiap pagi kegiatan ini menjadi hal yang harus dan wajib ia lakukan. Karena anak sulungnya itu sedikit susah untuk bangun pagi. Semakin Chika beranjak dewasa, semakin banyak ketakutan dalam diri seorang Shani.

"Kak! Udah siang heii... Nanti kamu telat! Kamu mau bareng papa kan berangkatnya? Bangun!!!" teriak Shani didepan pintu kamar Chika.

"Iya maa... Kakak udah bangun ko." jawab Chika dari dalam.

Shani menghela napas lega. "Ya udah mama tunggu dibawah ya."

"Iyaa..." balas Chika dari dalam kamar.






***





Sementara itu di kamar, Cio masih terbaring nyenyak diatas tempat tidur. Seorang gadis kecil menemplok didada bidangnya. Entah Cio sadari atau tidak. Mereka terlihat sangat menikmati kehangatan satu sama lain.

 Mereka terlihat sangat menikmati kehangatan satu sama lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bersama [Greshan]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang