Ekstra Part II

1.6K 178 43
                                        

Ekstra Part terakhir guys... Semoga kalian suka ya 🤗☺️✨ Selamat menikmati 5700 kata. Happy Reading all...!!!















Setelah menyelesaikan santap paginya, mereka kembali dengan aktivitas masing-masing. Cio sudah lebih dulu berangkat ke kantor. Sementara para ciwi-ciwi berada dirumah. Biasanya Shani hanya ditemani oleh Zee, namun saat ini terasa lengkap karena ada Chika.

Gadis kecil itu duduk beralaskan karpet bulu berwarna pink didepan tv. Dengan semua alat pendukung imajinasinya setiap hari, kegiatan yang tidak pernah ia lewatkan, membuat ruangan itu menjadi berantakan.

 Dengan semua alat pendukung imajinasinya setiap hari, kegiatan yang tidak pernah ia lewatkan, membuat ruangan itu menjadi berantakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kali ini Zee sedang gemar sekali bermain lego. Setelah beberapa hari belakangan, dia sangat menggemari dinosaurus. Agak sedikit aneh memang kenapa anak perempuan menggemari mainan anak laki-laki. Tapi itu hal yang wajar. Chika, hampir setiap hari saat pulang sekolah membawakan mainan atau barang yang bertemakan dinosaurus untuk Zee. Mungkin karena terlalu sering melihat dino, gadis kecil itu mulai bosan dan berganti pada lego.

"Adek... Ngapain?" tanya Chika yang langsung berbaring dibelakang Zee. Memeluk tubuh adiknya erat-erat. Namun Zee tidak menggubris Chika, ia sibuk dengan menyusun lego-lego barunya pemberian dari sang onty, Jinan.

Chika yang merasa terabaikan oleh adiknya itu pun mulai bersuara, "Dih, kenapa kakak dicuekin sih? Kamu mah gitu dek..." kata Chika dengan rengekan.

"Tata sut! diem diem," jawab Zee serius.

Chika terperanjat bangun lalu melipat tangannya di dada. "Males ah males, adek ga sayang kak Chika lagi."

Namun sepertinya upaya Chika agar membuat hati adiknya itu luluh, tidak berhasil. Zee masih sibuk dengan legonya. Tangan mungilnya menyusun satu persatu lego dengan sangat percaya diri. Meskipun bentuknya sangat jauh dari aslinya yang terdapat dibuku petunjuk.

"Dek iiiihhh..." rengek Chika sambil menarik-narik lengan Zee.

"Kenapa sih kak?" tanya Shani yang baru saja datang dengan cemilan yang ia bawa di nampan. Lalu menaruhnya di atas meja. Dengan santai Shani duduk di sofa memperhatikan Chika dan Zee.

Chika yang mulai bete dengan Zee berpindah pada Shani. Wajahnya ditekuk habis. Duduk disamping Shani dengan tangan yang masih terlipat didada.

"Kenapa hm?" tanya Shani lembut ia menggeser posisi duduknya mendekat pada Chika. Mengelus lembut rambut Chika yang tergerai.

"Adek tuh maa, masa kakak dicuekin. Lebih sayang sama lego dari pada sama kakak." adunya pada Shani. "Besok-besok jangan dibeliin lagi lego maa, kakak ga mau adek jadi cuek kaya gitu."

Shani tersenyum kecil, sungguh lucu putri sulungnya itu yang cemburu karena sebuah lego. "Sini, sini, sini..." ujar Shani menarik pelan tubuh Chika. Agar masuk kedalam dekapannya. Biasanya anak itu akan tenang jika sudah dipeluk olehnya. "Kenapa kakak punya pikiran gitu sih? Jelas adek lebih sayang sama kakak dibanding legonya."

Bersama [Greshan]✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang