Memperkenalkan bapak kita semua, Johnny yang kesepian di planet kelahirannya. Usai badai meteor yang menimpa planet Valan, semua penghuni mati. Hanya menyisakan Johnny sebagai ras terakhir. Maka, kini dia adalah seorang yang menginginkan keturunan u...
Pada dini hari pukul tiga. Gulf terbangun dengan tubuh yang terasa dingin, ternyata ia mendapati tubuhnya dalam keadaan telanjang. Panik? Panik gak? Panik lah, masa enggak. Lalu yang lebih membuatnya panik adalah ....
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seorang lelaki telanjang tidur tepat di sebelahnya. Gulf segera menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya dan menendang lelaki itu hingga jatuh dari ranjang.
Bughh! Suara yang nyaring terdengar untuk seorang Johnny yang kampreto numero uno. Sembarangan menodai kesucian anak gadis sesuka hatinya. Tapi bukan Johnny jika tak ada cerita yang menguntungkan baginya. Keuntungan apa? Mari kita simak saja baik-baik. Cause shit about to go..down.. let's senyum senyum.. Maaf Mba Nessie, author ganti yak..
"Shit!," teriak Johnny.
"Kau?!,"
Gulf berteriak sambil mempertahankan selimut di tubuhnya. Tatapannya tetap waspada. Sementara itu Johnny bangkit dan menepuk tubuhnya yang menempel lantai saat jatuh tadi. Dengan gaya cool meski belalainya bergerak lemas saat pemiliknya berjalan, Johnny tersenyum.
"Bheh.. jangan kaget, aku yang membuatmu sampai mengeluarkan cairan sebanyak itu. Lihat sarung ranjangnya, pasti basah dan lengket,"
"Brengsek!,"
Gulf bangkit untuk menantang Johnny. Namun apalah itu selimutnya turun dan memperlihatkan tubuhnya yang ulala telah Johnny nikmati tiap inchinya. Segera Gulf kembali menarik selimutnya. Tapi segera Johnny menahan selimutnya pada ujung yang dekat dengannya. Alhasil keduanya saling tarik menarik. Perlu diingat sebadas apapun lelaki dengan type uke seperti Gulf tetap tak akan mampu mengalahkan tenaga seorang Johnny.
Bruggh! Yang terjadi justru Gulf jatuh menimpa tubuh Johnny karena Johnny menarik kencang selimutnya. Judulnya, jatuh ke dalam pelukan papah Johnny. Kalo sudah begitu, author pun tak bisa melakukan apapun terkecuali mengikuti kemauan Johnny yes papa.
"Siapapun yang sudah berhasil menyentuhku, tak bisa lagi pergi dariku. Kecuali aku sudah tak ingin,"
Gulf tak peduli bualan Johnny, dia berusaha melepaskan diri. Percuma tetap saja percuma. Johnny semakin erat mendekapnya bahkan menyentuh bagian sensitif. Oh, tidak! Kaki Johnny berada di antara kaki kanan dan kiri Gulf alias selangkangan. Siapa yang bisa lari dari saat itu?
"Hhh..,"
"Bagaimana rasanya?," bisik Johnny.
"Shitt! Pergi kau!,"
"Hey! Semalam kau menikmatinya, kau lupa?,"
Johnny menatap tajam Gulf yang berusaha untuk melepaskan diri. Tak butuh waktu lama untuk Johnny bisa membuat Gulf turut menatap matanya. Jangan lupa jika bapak kita satu ini memiliki sihir yang tak bisa diremehkan. Semar mesem, jaran goyang, lewat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.