Memperkenalkan bapak kita semua, Johnny yang kesepian di planet kelahirannya. Usai badai meteor yang menimpa planet Valan, semua penghuni mati. Hanya menyisakan Johnny sebagai ras terakhir. Maka, kini dia adalah seorang yang menginginkan keturunan u...
Chapter 35 nehh.. gaskeun vote dan comment yak..😁😄
Terbangun dari tidurnya, Hokuto melihat ke sekeliling ruang kamarnya. Kosong. Satu hal, tubuh yang seharusnya dirasakannya lelah dan sakit, kini telah baik-baik saja. Semagic itu memang. Hokuto mengingat apa yang telah terjadi semalaman. Sosok kekar itu telah membuat keajaiban untuknya. Terkesan dan terbawa suasana. Memang dua hal itu menjadi modal untuk mengingat dan merasakan kembali secara detail apa yang telah ia lalui.
Hokuto bangkit dari tempat tidurnya. Dia tersenyum. Tidak ada rasa lemas hampir pingsan seperti kemarin. Dia akan kembali ke latihan atau stage, tergantung arahan agensi. Pada hari itu juga Hokuto langsung pergi ke dorm. Everything is okay. ..
Sementara itu Johnny johnny yes papa masih di Jepun. Dia belum bisa memulihkan energinya, semua beruntun terkuras. Mulai dari teleportase, memberikan energi untuk pemulihan Hokuto dan masih harus menemui Hokuto sekali lagi supaya dia bisa lebih bertahan selama mengandung. Lebih tepatnya nutrisi tambahan begitu. Selanjutnya Hokuto harus tetap mempertahankan dengan minum susu hamil.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yes, tidak salah dengar atau lihat. Walau bagaimanapun tubuh Hokuto tak cukup memberikan nutrisi lengkap untuk jabang bayinya. Johnny pun tak bisa selalu melengkapi nutrisi yang kurang untuk dibutuhkan calon penerusnya. ...
Jaehyun sadar dari pingsannya. Infus terpasang di lengannya. Melihat itu, Jaehyun segera melepas selang itu dan berlari mencari Johnny. Kalian kira ceritanya begitu? Enggak dong, jelas nggak akan sama seperti sinetro ajab. Nyatanya Jaehyun memang tak berdaya.
"Kau akan menginap malam ini. Besok baru aku akan menjemput,"
"Apa aku akan di sini sendiri?," tanya Jaehyun
"Ada perawat yang akan mengurusmu. Minta tolong saja, jangan sungkan. Aku harus mengurus teman yang lain," jelas manager. Bagaimana lagi, Jaehyun tetap harus memulihkan tubuhnya dengan terpaksa dirawat semalam. Hanya semalam. Setelah itu ia akan tetap melancarkan aksinya pada Johnny. Tapi... wait.. nipplenya terasa nyeri. Tak seperti biasa yang memang tak merasakan apapun kecuali terangsang seks saat bersama Johnny. "Shit! Kenapa ini?!," umpatnya.
Nyeri itu tak kunjung hilang walaupun ia berusaha melupakan dan membawanya tidur. Dia pun memanggil perawat dan lalu diberikan air hangat untuk mengompres nipplenya. Tak mudah meredamnya karena tidak langsung sembuh. Awalnya terasa sakit. Snuutt! Bahkan sampai 30 menit tidak kunjung membaik sampai Jaehyun kesal dan memukul kain kompres di air hangat semi panas yang sudah diganti beberapa kali itu.
Brakk!
"Oh.. kenapa jatuh?!," teriaknya terkejut.
Perawat menghampirinya. Jaehyun meminta maaf karena tidak sengaja menyenggol wadah itu sehingga jatuh. Kemarahan itu akhirnya membawa kondisinya tak kunjung membaik. Pikirannya semakin kacau saja. Tapi harus ditahan semalam demi besok bisa kembali. ..
Sekembalinya Jaehyun ke dorm bersama manajernya, emosinya tak kunjung membaik. Masih saja temperamen, suka marah-marah seperti emak-emak yang ditinggal bojonya. Latihan rutin pun bukan Taeyong sebagai leader yang serba meningatkan melainkan Jaehyun. Itu juga dengan nada tinggi dan ditambah dengan kata-kata yang berlebihan.