"Pinkan!" Teriak zia di dekat telingaku.
Aku terkejut setengah mati mengusap dada "Ziaa, apaa-apaan sih, kaget gua" desisku.
"Habis lu kenapaa melamun mulu" semprot natya membuat aku lanjut melamun "kenapaa? apa yang lagi lu pikirin cerita sama kita" ujarnya.
"Gua gapapaa"
Cepat sekali sudah hari senin lagi. Pagi ini bogor sedang di guyur hujan sampai siang hari, jadi upacara di sekolah di tiadakan, guru-guru pun tidak masuk kelas hanya memberi tugas-tugas. Cuaca dingin membuat seluruh warga sekolah malas buat kemana mana, yang mereka inginkan hanya tertidur dikelas.
"Nat, gua boleh liat tugas tadi ga?" kata ari yang berdiri di sebelah natya.
Aku menoleh dengan muka kebingungan "tumben banget lu?" tanyaku lalu memalingkan pandangan ke depan.
"Yeeh ngerjain salah, ga ngerjain salah" kata ari dengan wajah melasnya.
Aku tersenyum tipis.
"Ambil aja" kata natya memberikan buku nya kepada ari, lalu natya melipat kedua tangannya diatas meja lalu kepalanya mendarat di tangannya dan mulai memejamkan matanya, tidur.
"Oke makasih" jawabnya tersenyum, lalu kembali ke tempat duduknya.
"Eh pinjem dong, gua mau liat juga" ucap adit sambil membawa bukunya ke bangku ari.
Natya dengan cepat menoleh ke belakang. "Awas ya lu sampai buku gua robek" ketusnya lalu melanjutkan tidurnya.
"Kagak nat aman"
Raja tiba-tiba duduk di kursi Manda di sebelah kananku, dia menatap ke arahku.
"Kenapaa?" tanyaku.
"Emang harus ada apa apa dulu ya buat ngobrol sama lu?" dia bertanya balik. "Pengen duduk disini aja"
Aku bergumam. Bingung apa yang mau di obrolin "Kerjain tugasnya" aku membuka topik pembicaraan.
"Udah"
"Kapan ngerjain?" Aku mengerutkan keningku.
"Itu di kerjain sama adit" jawab raja apa adanya.
"Kerjain sendiri lah, masa di kerjain ama orang"
Dia tidak menjawab hanya tersenyum tipis yang terlihat dari bibirnya, dia menoleh "Kenapaa liatin gua kayak gitu? suka ya sama gua?"
"Enggak."
"Enggak salah lagi" ejeknya, raja tertawa.
"Pede lu"
"Biarin orang gua ganteng" kata raja terlihat angkuh.
Tapi jujur emang dia ganteng sih.
"Gak ada gilang sepi juga kelas" ujarku, hari itu gilang tidak masuk karena ada urusan keluarganya, kelas menjadi sedikit hening. Di satu sisi tenang tapi juga sepi sebab tidak ada yang yapping di dalam kelas.
"Kalo ada berisik, tapi gaada dia sepi gada bahan bully" jawabnya.
"Jaa"
Panggil seseorang di depan pintu kelas, aku dan raja menoleh bersamaan, ternyata itu janu.
"Kenapa jan?"
Janu masuk kedalam kelas dan berdiri di samping zia yang sedang tidur.
"Ini ada titipan dari seseorang, cewek. Dia enggan buat ngasih ke lu nya secara langsung" janu memberikan kotak bekal berwarna abu-abu terlihat kotak bekal yang mahal.
Raja meraih kotak bekal itu, membulak balik kotak bekal itu menatap remeh.
"Dari siapa?" Tanyaku mulai kepo.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊
Roman d'amour"Kamu harus janji sama aku setelah kamu sembuh, kamu harus bahagia dan gaakan ngerasain sesak lagi...." Mohon maaf jika banyak sekali kesalahan kata atau penulisan yang tidak beraturan mohon di maklumi dan saya harap para pembaca bisa ikut merasakan...
