05-TELAT KE SEKOLAH

51 6 0
                                        

Mataku berkaca-kaca lalu mengalir air mata membasahi pipiku, papa menoleh ke araku.

"Kamu kenapa nangis?" kata papa yang bingung.

"Gapapa pa, kasian yaa mama harus menghadapi cobaan yang berat, dia berjuang melawan penyakitnya tapi tuhan berkata lain, tuhan lebih sayang mamaa, makasih yaa mah udah berusaha merawat aku hiks... aku kangen mama" tangisku mulai pecah.

"Hey udah mama udah ga ngerasain sakit lagi sekarang dia udah tenang di sana de" papa menghiburku sambil mengusap-usap rambutku.

Aku tetap menangis sambil menatap papa "Paa seandainya papa tau, kalau ciri-ciri yang pada ceritakan sedang aku alami sekarang, aku harus jaga kesehatanku, aku harap ini hanya sakit biasa aku bakal periksa ke rumah sakit diam-diam dan semua orang gaboleh tau" batinku. Air mataku terus mengalir.

Selesai makan aku langsung pergi ke kamar, tatapan mataku kosong, omongan papa tadi masih terngiang-ngiang di telinga, aku membanting tubuh ku ke lantai lemas. Menatap foto mama yang berada di kamarku.

"Maa.. apakah nasibku seperti mama?" ucapku sambil menatap foto mama.

~~~~

Aku bangun dari tidur dengan pandangan yang masih remang-remang menatap ke arah jam. Mataku membulat waktu tau kalau sudah jam 06.10 pagi, aku mengambil hp ku dan melihat ada beberapa pesan dari raja.

"Shit!"

Room chat

Raja: mpin gua di depan rumah lu nih
Raja: mpin bangun

panggilan tak terjawab

panggilan tak terjawab

panggilan tak terjawab

panggilan tak terjawab

Raja: mpin katanya jam set 6 ini gua udh didepan rumah lu

panggilan tak terjawab

panggilan tak terjawab

Raja: oke kalau gitu gua berangkat duluan.

Raja mengirim pesan dari jam 05.30 dan di chat terakhir jam 06.00.

"Anjir kenapa gua ga bangun sih!" kesalku sambil menggaruk-garuk kepala yang ga gatal.

Aku langsung mandi, selesai mandi langsung buru-buru pakai seragam dan sempatin untuk makeup tipis walaupun udah panik banget pas liat jam sudah pukul 06.35.

"ANJIR TELAT INI MAH GUA"

Ngerasa sudah cukup make up nya aku langsung pakai sepatu dan berlari ke lantai bawah. Di lantai bawah ada bibi yang lagi beresin sisa piring bekas sarapan papa dan bang phatan.

"Bi papa sama bang phatan udah berangkat?" tanyaku dengan nada panik.

"Udah de, baru tadi" jawab bibi.

"Haduh, yauda bi aku berangkat yaa maaf ga salim buru buru ini" Kata ku sambil berlari ke pintu depan. Aku membuka gerbang dan menoleh ke kanan betapa terkejutnya aku.

𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang