15-JADIAN?

13 0 0
                                        

Kita berempat sudah berada di dalam kamar zia yang luas selonjorkan badan di kasur karena lelah habis olahraga, walaupun aku tidak ikut olahraga. Aku baru sadar apakah chatku semalam dibalas sama dokter tari lalu segera mengambil hpku di meja rias milik zia.

Dokter Lestari

Dokter Lestari: boleh, kamu hari ini datang aja ke saya, jadwal saya dari jam 1 siang sampai jam 9 malam hari ini, datang aja ya pinkan nanti saya kasih resepnya dan kamu ambil di loket.

Aku menepuk keningku, dasar bodoh. Dokter tari membalas sejak pagi tadi tetapi aku tidak sadar. Aku kalo di sekolah emang jarang buka hp, dengan tergesa-gesa aku siap-siap untuk pergi ke rumah sakit.

"Kenapa sih lu pin? mau kemana coba rapih gitu?" tanya natya bingung dengan tingkahku.

"Rapih gimana orang biasa aja ini, mau beli makan dulu" jawabku. "Zia pinjem cardigan dong" lanjutku. Aku pakai baju rumahan berwarna hitam dengan celana bahan pendek dengan warna yang sama. Serba hitam.

"Beli makan? nanti aja kita pesen bareng" ujar arla.

"Gua mau makan di tempat"

"Lah gaasik banget lu" ucap natya.

"Bukan gitu..." aku terdiam sejenak sambil memakai cardigan milik zia, berpikir alasan apa lagi yaa. "Gua mau makan sama rajaa"

"Oh sama rajaa, yauda hati-hati"

"Gua berangkat yaa"

"Masih jam 5 pin, kenapa ga maleman aja?" tanya zia.

"Gatau nih orang, tiba-tiba ngajak nya" jawabku sambil sedikit gelagapan. "Gua berangkat yaa"

~~~~

Sampai rumah sakit aku sudah menemui dokter tari lalu ikut ngantri di loket untuk mengambil obat, sudah pukul jam 7 malam, aku panik takut mereka nunggu dan malah curiga sama aku.

Suara notip dari hp, itu dari zia.

Zia

Zia: lu boong katanya berangkat sama raja, ini raja ada di rumah sama ari

Mataku melotot melihat notip dari lalu menghela nafas panjang.

"Duh kenapa raja harus kerumah zia sih" aku ngedumel. Kemudian membalas chat zia sambil berpikir harus jawab apa.

Pinkan: hehehehe maaf zii, tadi emang mau sama raja tapi jadinya sama abang gua, bentar lagi gua balik kok.

Zia: hmmmm yauda lu hati-hati, jangan lama raja udah nungguin lu nih dari tadi.

Pinkan: iyaaa sabar yaa.

Akhirnya aku dipanggil ke loket lalu mengambil obat dan langsung bergegas pulang ke rumah zia dengan perasaan yang panik.

~~~~

Aku turun dari gojek lalu membuka gerbang zia, saat menoleh ke belakang betapa terkejutnya aku melihat ada raja sedang berdiri melipat kedua tangannya di depan dada menatap ke arahku dengan tatapan dingin, aku berusaha untuk tidak panik. Kenapa panik? karena aku sedang memegang kresek berwarna putih berisikan obatku.

"Eh kamu, ngagetin aja" kataku menghampiri raja dan berusaha mencairkan suasana, aku mencari tong sampah di sekitar halaman rumah zia. Dengan berat hati aku membuangnya dulu ke tong sampah.

𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang