Yogyakarta 2030
Aku sedang duduk di balkon rumah sambil memandangi langit malam di hiasi bulan purnama dan bintang bintang yang menyinari bumi dengan sebuah album foto yang berada di atas meja. Aku mengambil album itu sebab di dalam album itu foto zaman sekolahku di masa putih abu 8 tahun yang lalu.
Sengaja aku simpan foto-foto itu di dalam album karena aku tidak mau foto tersebut hilang, kalau aku simpan di dalam gadget bisa kapan saja hilang. Dan sampai saat ini aku masih mengejar karir tanpa memikirkan pasangan hidup.
Mulai membuka album foto tersebut, mataku tertuju ke salah satu laki-laki yang paling aku sayangi di dalam hidupku dan akan selamanya ada di dalam hatiku, tanganku menyentuh bagian dada tak sengaja air mataku mengalir membasahi pipi.
Aku akan menceritakan masa putih abu dan aku ceritakan masa masa kelamku selama aku hidup di
8 tahun yang lalu.
By the way namaku Pinkan Xaviera Haddan, dan inilah kisahku....
~~~~
BOGOR 2022
Aku berangkat ke sekolah pukul 06.30 dan aku merasa orang paling telat, karena biasanya jam 06.00 aja aku sudah ada di gerbang sekolah. Aku berangkat diantar oleh abangku dia kuliah di suatu universitas di kota bogor Aku turun di gerbang sekolah kemudian aku berjalan menuju kelas. Nama sekolahku SMA Negeri Bina Adiwarna.
Melihat parkiran yang begitu ramai membuat aku makin tergesa-gesa takut telat masuk kelas. Tersadar saat aku melihat tali sepatuku copot "huft ada ada aja" pekikku, aku mulai jongkok dan mengikat kembali tali sepatuku.
Tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang sedang berdiri di hadapanku, aku menoleh dan menatapnya "ngapain?" tanyaku ketus.
"Harusnya gua yang nanya lu lagi ngapain? mana jongkok-jongkok segala lagi" jawabnya.
Kenalin namanya Raden Raja Alderick. Laki-laki tinggi sekitar 179 cm dengan wajah yang tampan, dia jahil selalu buat aku naik darah. Meskipun begitu dia sangat peduli terhadap siapapun begitupun kepadaku, dia lebih mementingkan orang lain dibanding dirinya sendiri.
Aku mengenalnya dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, dari kelas X aku satu kelas dengannya. Di kelas XI karena kelasnya di acak aku tidak satu kelas dengannya tapi masih selalu interaksi. Di kelas XII kita satu kelas lagi.
"Tali sepatu gua copot" aku bangkit dari jongkok kemudian meninggalkan raja, dia mengikutiku dari belakang dan kemudian ia berjalan lebih dulu.
"Lah lu ngapa ngikutin gua dah?" kata kata konyol yang keluar dari mulut raja membuat aku merasa semakin geram.
"lu gila ya? kita satu kelas raja gausa bikin gua naik darah deh, masih pagi ini bikin gua badmood aja lu" jawabku kesal, dia hanya tertawa terbahak bahak dan kita berdua masuk kelas.
"Ih ciee mpin berangkat bareng raja kah?" kata zia tiba-tiba membuat satu kelas ikut mengejekku dan raja. Mpin adalah nama panggilanku.
"Ciee rajaa mpinn"
"Kiw kiw pajak jadiannya kakak"
"Pelet si raja manjur cok"
Anak anak dikelas tertawa terbahak bahak, aku malas menanggapi kemudian aku duduk di bangku, posisinya aku ada di sebelah pojok kanan di barisan ke 2 di depan aku ada zia dan di belakang aku natya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊
Storie d'amore"Kamu harus janji sama aku setelah kamu sembuh, kamu harus bahagia dan gaakan ngerasain sesak lagi...." Mohon maaf jika banyak sekali kesalahan kata atau penulisan yang tidak beraturan mohon di maklumi dan saya harap para pembaca bisa ikut merasakan...
