Kini aku, zia dan natya berada di kamar mandi untuk ganti seragam olahraga. 3 bilik kamar mandi terisi oleh kita. Aku orang pertama yang keluar dari bilik itu memegang seragam sekolah yang sudah ku lipat dan berdiri di hadapan cermin besar. Rambut yang di kuncir satu seperti buntut kuda, dengan poni yang ku selipkan di telinga.
Natya orang kedua yang keluar dari kamar mandi "Huh gerah" ucapnya berdiri di sampingku.
"Ziaa lama amat lu berak ya?" natya menoleh ke bilik yang ada zia di dalamnya.
"Sabarr" balasnya dari dalam bilik, lalu dia keluar juga dan berdiri di samping kiri aku "Males banget nih panas, sekarang olahraga apa sih emang?"
"Basket" kata natya yang sedang sibuk merapihkan rambutnya.
"Udah kan? Ayo"
"Ayo"
Kita keluar kamar mandi dan berjalan menuju kelas. Kita melihat dari koridor sekolah sudah ada beberapa murid laki-laki dan perempuan yang sudah berada di lapangan lagi bermain basket begitu juga raja beserta antek-anteknya.
"Mpinn"
Panggilan itu berhasil membuat kita bertiga menoleh.
"Eh kenapa gir?"
"Lu di cariin bu lastri noh di kelas" kata langgir teman sekelas.
Aku mengerutkan kening "Oh okee makasih" kita bertiga saling bertatapan mata bingung kemudian berjalan ke kelas XII—IPA 4, kelasku.
Sampai di kelas terlihat bu lastri yang sedang duduk di bangku depan, jelas di bangku guru sambil memainkan hp nya.
Jantung ku berdetak hebat, karena tiba-tiba banget dia mencariku aku berjalan perlahan menghampiri dia yang pandangannya masih fokus ke hp.
"Bu las-tri" ucapku lembut membuat wanita itu menoleh.
"Eh pinkan"
"Iya bu, ada apa ya bu?" aku tersenyum canggung, sesekali menatap teman-temanku yang berada di bangku mereka masing-masing yang lagi masukkin baju seragamnya ke dalam tasnya.
"Gaada apaa-apaa, ibu mau minta maaf sama kamu karena kejadian kemarin sampai kamu pingsan, maafin ibu ya nak" kata bu lastri terdengar tulus.
"Ah-itu bu, iyaa gapapa ibu salah aku juga bu karena telat datang ke sekolah"
Bu Lastri tersenyum "Yauda kalau gitu, ibu kembali ke kantor yaa, sekali lagi ibu minta maaf ya nak" ucapnya lagi sambil mengusap kedua pundakku, aku tersenyum lalu mengangguk pelan, dibalas senyuman yang terlihat dari wajah bu lastri, setelah itu dia keluar kelas. Aku berjalan ke tempat duduk, memasukkan baju seragamku ke dalam tas lalu mengambil tumbler kemudian berjalan keluar kelas menuju lapangan.
~~~~
"Oke sudah berkumpul semua, sekarang bapak absen dulu" ujar laki-laki tua dengan rambut yang mulai memutih tetapi tubuh yang masih segar pak Adi namanya. dan mulai menyebutkan satu persatu nama muridnya.
"Aditya Ganendra" pandangannya lagi mencari nama orang yang baru saja dia panggil, membuat kita semua ikut menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Tadi ada pak" Kata Anton.
"Iya kan itu tadi, sekarang kemana?" pak adi bertanya kembali, anton menggelengkan kepala tidak tahu.
"Bapak tandain dulu" kata pak adi kemudian lanjut absen.
"Ario Malik Revendra"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊
Romance"Kamu harus janji sama aku setelah kamu sembuh, kamu harus bahagia dan gaakan ngerasain sesak lagi...." Mohon maaf jika banyak sekali kesalahan kata atau penulisan yang tidak beraturan mohon di maklumi dan saya harap para pembaca bisa ikut merasakan...
