12-ARLAYLA MARISKA ZAMORA

15 0 0
                                        

Gina mematung tangannya masi ditahan oleh arla. Tangan gina yang masih melayang lalu ingin mendarat di pipiku, artinya dia mau meng gampar aku.

"Masih belum berubah?" tanya ketus arla sambil menatap dingin ke gina.

"Ngapain lu datang lagi kesini?" anna yang masih shock melihat kedatangan arla yang secara tiba-tiba.

Gosip emang sudah tersebar kalau arla akan kembali lagi tapi mungkin gina cs tidak mengetahui hal itu.

Orang-orang yang tahu gosip itu, tidak tahu kalau bakal secepat ini dia kembali kesekolah termasuk aku, gosip itu mungkin baru tersebar 3 hari yang lalu. Alhasil kini semua murid yang baru datang masuk gerbang sekolah menatap ke arah kita, ikut kaget juga melihat arla walau hanya terlihat dari samping.

Masih dengan keadaan emosi gina melepaskan tangannya kasar dari genggaman arla.

Terdengar suara motor yang familiar baru saja sampai di parkiran sekolah, yaps itu siapa lagi kalau bukan raja dan kawan-kawannya, ada juga ari bersama natya disitu, sepertinya natya sadar langsung datang menghampiriku.

"Pin" natya menoleh ke samping kiri "Arlaa" ucapnya tanpa bersuara.

"Heh bajingan, ngapain lu ikut campur?!" gina melirik atas sampai bawah menatap arla yang masih berdiri tegap di sampingnya "dan ngapain lu balik lagi kesini?"

Raja dan yang lain juga datang menghampiri kita, raja juga menatap arla, tatapannya emang dingin, tapi sepertinya di dalam hatinya cowok itu kaget kehadiran sang mantan kekasihnya yang pergi meninggalkannya dulu.

"Wanjirr arlaa cokk" celetuk gilang kaget.

"Eh benerr, arlaa apa kabar?" Kata adit.

Ari dan natya hanya saling bertatap-tatapan.

"Baik dit, kalian masih berteman sama cewek ini kan?"kata arla sambil menunjuk dengan dagunya ke gina.

Adit dan gilang ngangguk bersamaan.

"Gua mau minta tolong kalian buat bilangin ke dia, udah ga zaman main labrak-labrakan, udah kelas 12 mau lulus masih aja kayak gini, ga berubah" ujarnya.

Raja masih tidak mengeluarkan suara dari mulutnya bahkan dia hanya menatap kepadaku yang masih terpojok oleh gina.

"Tau si gina, udah lu kenapa masih gangguin si pinkan dah noh ada cowonya si raja lu ga kapok kemaren udah di bentak sama raja?" ucap adit.

Mendengar ucapan adit arla menatap aku dan raja singkat.

"Damai-damai 2 bulan lagi kita lulus sekarang aja udah tanggal 23 mei, terus pertengahan juni kita ujian kelulusan, ayolah damai masa putih abu-abu kita udah mau kelar, masa masih mau ribut aja?" kata gilang nasehatin gina.

"Bukan urusan lu, ngapain lu pada ikut campur ini urusan perempuan." Ketus gina.

"Yeuu tengil lu! cewek murahan udah ditolak masih aja ngejar rajaa" natya jeda omongannya. "Gaada harga dirinya, harga telur aja masih mahal di banding sama harga diri lo!" asbun natya tapi dihalangi oleh ari.

Gina menatap sinis natya.

Raja langsung menarik tanganku lalu membawa aku pergi dari hadapan mereka, diikuti oleh ari dan natya beserta adit arla dan gilang.

~~~~

Aku melamun di meja kantin masih memikirkan kejadian tadi pagi, sambil meneguk es teh pakai sedotan, menghela nafas panjang dalam pikiranku arla kembali, apakah raja akan berpaling lagi ke arla? itu membuatku overthinking.

𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang