14-KERAS KEPALA

14 0 0
                                        

Aku sudah siap untuk berangkat ke sekolah kemudian keluar kamar dan melewati satu persatu anak tangga terlihat bang pathan yang sudah duduk di bangku meja makan sedang sarapan. Aku duduk di sampingnya.

"Papa udah berangkat?" tanyaku.

"Udah baru tadi, buru-buru katanya" jawab bang pathan sambil mengunyah makanan di mulutnya. "Semalem abang ke kamar kamu"

Aku mengerutkan kening. "Ngapain?"

"Nge cek kamu udah pulang apa belum, pas ke kamar eh kamunya udah tidur" katanya.

"Iya nih ngantuk banget semalem, mana hp belum di cas semalem untung pas shubuh langsung aku cas ke isi sih tapi belum full." Dumelku sambil mengoleskan nutella ke roti. Sarapan kesukaanku.

Aku menatap bang pathan ternyata laki-laki itu memperhatikanku dari tadi. "Kenapa liatnya kayak gitu?" tanyaku ketus.

Dia hanya menggelengkan kepalanya.

"Berangkat bareng aku?"

"Enggak, aku sama temen di jemput"

"Sama cowok itu?"

"Siapaa cowok itu?" aku bertanya balik. Sebenernya aku tau yang dia maksud itu raja.

"Cowok yang main kerumah malem-malem" ucapnya.

"Oh rajaa, enggaa aku bareng sama temen, cewek." ujarku sambil menyantap roti dengan coklat nutella.

"Kamu kalau ada apa-apa cerita sama abang" katanya tiba-tiba.

Aku menatapnya. "Iyaaa" jawabku apa adanya. kemudian minum air putih di gelas yang sudah di sediakan di meja makan. "Aku berangkat yaa." Aku pamitan ke bang pathan lalu berlari keluar rumah karena arla sudah berada di depan gerbang.

~~~~

Kita berdua berjalan dari parkiran sekolah menuju kelas masing-masing.

"Lu udah izin pin ke nyokap bokap lu mau ngindep kerumah zia?" tanya arla.

"Oh iyaaa gua lupaa lagi" jawabku sambil menepuk kening dengan tangan. "Gua belum bilang ke bokap sama abang gua, padahal tadi gua sarapan bareng sama abang gua." aku langsung buka hp dan nge chat bang pathan beserta papa.

"Nyokap lu? kemana?" arla bertanya lagi.

Aku tersenyum simpul."Udah di surga".

"Eh pinn astaghfirullah, maaf gua gatau" kata arla terlihat dari nada bicara dan ekspresinya tidak enak kepadaku.

"Its okee sayang, kan lu juga gatau dan baru tau" kataku sambil memegang tangan arla.

"La, gua mau ngomong deh sama lu mumpung lagi berdua" ucapku.

"Apaa?" kata arla memperlambat langkahnya.

"Hmmm gua gaenak sih ngomongnya"

"Ngomong ajaa kenapaa?"

"Lu jujur yaa sama gua, lu masih ada rasa ga sama raja?"

"Sumpah mati gaada sama sekali" jawab arla dengan cepat. "Duh pin jangan pernah terlintas di otak lu kalau gua mau rebut raja dari lu kan udah gua bilang yaa, jauh-jauhin deh overthinking lu"

"Iyaaa sih, tapi gua bingung sama perasaan gua sendiri, disatu sisi gua udah mulai sayang sama dia, tapi di satu sisi..." ucapku terpotong.

𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang