Motor raja berhenti di depan rumahku mematikannya motornya. Aku turun berdiri di sampingnya membelakangi gerbang rumah. Raja membuka helmnya.
Terpampang jelas sudut bibir raja memar ada bercak darah. Bapak itu berhasil melawan raja tadi, pertengkaran di hentikan oleh abang parkir dan penjual mie ayam.
"I-itu bibir lu" aku menunjuk ke tepi bibirnya, memberi tahu kalau ada bercak dara masi menempel.
Raja mengusap halus tepi bibirnya "Gini doang, ga sakit" jawabnya angkuh.
"Mau gua obatin dulu di dalem?"
Dia tersenyum menggelengkan kepalanya. "Gausa, gua gamau ganggu lu istirahat"
"Maafin gua ya, karena gua lu jadi ribut sama bapak tadi" ucapku dengan tatapan bersalah.
"Gua udah bilang ra, gua bakal jagain lu, gua gamau lu kenapa-napa" tangannya meraih tanganku.
Aku mengangguk. "Kalau gitu, gua masuk ya lu hati-hati di jalan" perlahan melepaskan tangannya.
Dia tersenyum manis. "Bersih-bersih abis itu langsung tidur ya"
"Iya"
Aku membuka gerbang lalu masuk ke dalam rumah, di dalam rumah sudah sepi ruang tengah yang kosong tidak ada orang, sepertinya papa ada di dalam ruang kantornya. Malam minggu yang membosankan lalu pergi ke dalam kamar.
Selesai mandi aku berjalan ke balkon, membuka pintu balkon lalu duduk di bangku, menatap langit malam dengan angin yang dingin menusuk sampai tulang, karena siang tadi kota ini diguyur hujan.
Aku melamun menatap ke bawah melihat jalanan depan rumah yang sepi sambil memikirkan nama raja yang berputar di pikiran aku.
"Enggak, gamungkin." aku menepis pikiranku.
~~~~
Hari minggu aku menghabiskan waktuku di rumah, bersih-bersih kamar, merapihkan baju-bajuku yang menumpuk di lemari tidak lupa juga mendengar lagu-lagu kesukaanku di Smart TV. Percayalah membersihkan suatu pekerjaan rumah diiringi musik tuh meningkatkan mood.
Di rasa sudah rapih semua, aku keluar kamar duduk di ruang keluarga yang ada di depan kamarku terlihat ada bang phatan yang sedang merokok di luar balkon.
Aku selonjorkan badan di sofa panjang sambil menonton tv dan makan cemilan yang ada di meja.
Bang pathan masuk ke dalam.
"Wih tumben ada dirumah, biasanya kalau libur gini ngayap" ucapnya lalu dia duduk di sampingku.
"Istirahat kemaren kan udah main keluar" jawabku.
"Abang jadi ke inget dulu mama kalau hari minggu duduk depan tv sambil nonton apapun di youtube barengan kita gini." ujar phatan, tidak bisa bohong laki-laki itu sepertinya kangen sama mama.
Aku menoleh dengan gerakan pelan menatapnya "Abang kangen mama ya"
"Siapa coba yang ga kangen? waktu abang kelas VIII smp mama ninggalin kita semua"
"Mama harus cek kesehatannya seminggu sekali, belum lagi dia ngurusin kita berdua, terus tanggung jawab dia juga sebagai istri walau papa juga ga nyuruh dia buat melayani papa, papa juga tau kalau mama sudah sekarat waktu itu."
Mataku mulai berkaca-kaca, mendengar cerita bang phatan.
"Waktu abang denger kalau mama butuh donor jantung, rasanya abang pengen nge donorin jantung abang buat mama, tapi mama larang dia gamau."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊
Romance"Kamu harus janji sama aku setelah kamu sembuh, kamu harus bahagia dan gaakan ngerasain sesak lagi...." Mohon maaf jika banyak sekali kesalahan kata atau penulisan yang tidak beraturan mohon di maklumi dan saya harap para pembaca bisa ikut merasakan...
