Mataku terbuka perlahan sedikit remang-remang menatap ke atas yang ku lihat hanya plafond berwarna putih dan lampu yang menyala. Kedua sepatu yang sudah terlepas di kaki. Aku mengerutkan kening kebingungan lalu duduk di kasur ternyata aku lagi di UKS.
Terdengar suara air dari kamar mandi UKS aku masih kebingungan kenapa aku bisa berada disini, mataku tertuju ke arah pintu kamar mandi sebab ada orang yang baru saja keluar kamar mandi.
Aku terdiam saat melihat orang tersebut yang ternyata raja.
"Pinn" kata raja yang menghampiri ku dan duduk di sampingku "Akhirnya udah sadar" kata laki laki itu tersenyum tipis.
"Ja kok gua tiba-tiba ada disini? gua kenapa ja?" tanyaku sambil mengerutkan kening karena masih sedikit bingung belum ingat apa yang terjadi.
"Tadi pagi kita berdua datang telat ke sekolah terus pas masuk kelas kita di hukum sama bu lastri suruh push up eh lu tiba-tiba pingsan deh" raja menjelaskan kejadian tersebut sambil mengusap mukanya, sepertinya dia baru bangun tidur.
"Terus siapa yang bawa gua kesini? lu?"
Raja menggeleng kepalanya "Pak doni" ungkapnya.
"Hah? pak doni?kok bisa?" kataku kaget.
"Iya kebetulan waktu lu pingsan pak doni lewat terus gua suruh angkat lu deh bawa kesini"
Aku terdiam masih memikirkan kalau aku di bawa kesini sama pak doni.
"Gua ga percaya pak doni yang bawa gua kesini" aku berusaha memikirkan kejadian apa yang terjadi padaku "gua mulai inget sekarang orang terakhir sebelum gua pingsan yang gua liat itu lu" Kataku yang mulai ingat dengan kejadian tadi pagi.
"Yeehh ga percaya tanya langsung aja nanti ke pak doni" kata raja lalu memalingkan pandangannya ke arah pintu luar uks.
"Terus kenapa lu malah nyuruh pak doni yang bawa gua?!"bentakku.
Raja cengengesan "Mau banget lu ya di gendong sama gua?".
"Idih najiss" mataku meleret.
"Awas awas deh gua mau ke kelas" Aku bangun dari kasur dan memakai sepatuku sekilas aku menatap raja dia sedang memperhatikanku yang lagi ikat tali sepatu sambil tersenyum tipis. Aku pikir raja yang bawa gua ke UKS ternyata pak doni tukang bersih-bersih, bukannya aku gamau di bawa sama pak doni, aku ingat betul kalau wajah raja yang terakhir aku liat sebelum akhirnya aku pingsan, tega sekali dia malah menyuruh orang lain untuk membawaku ke UKS.
"Jangan lupa bilang makasih sama pak doni" ujarnya.
Tanpa menjawab perkataannya, aku meninggalkan raja sendirian di UKS, berjalan di koridor sekolah, terlihat anak anak yang lagi duduk di koridor sebab sudah waktunya jam istirahat, mereka menatapku, tanpa menoleh kanan kiri aku terus berjalan menatap ke depan dengan muka yang kecut.
Dari jauh aku melihat ari, adit dan gilang yang lagi berdiri di depan kelas sambil bercanda, salah satu dari mereka menyadari kedatanganku.
"Eh pinn alhamdulilah udah sadar tadi satu kelas panik banget sampe si zia mau nelpon ambulan" celetuk gilang.
Langkahku terhenti menatap gilang yang lagi bertingkah dengan kata-kata yang berlebihan "To much" jawabku ketus wajah kesal dengan kedua tangan yang melipat di dada.
"Eh bener pin serius habisnya lu pingsan gaada aba-aba langsung nimpa raja aja, untuk badan lu kecil coba kalau si atun yang nimpa, udh ke geprek si raja"
lanjut gilang, atun itu cewek temen sekelas kami yang badannya berisi.
"Terus kenapa temen lu ga bantuin gua?" tanyaku kepada mereka.
"Hah maksudnya apaa pin"
"It-u"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊
Roman d'amour"Kamu harus janji sama aku setelah kamu sembuh, kamu harus bahagia dan gaakan ngerasain sesak lagi...." Mohon maaf jika banyak sekali kesalahan kata atau penulisan yang tidak beraturan mohon di maklumi dan saya harap para pembaca bisa ikut merasakan...
