07-BERUBAH SIFAT

15 0 0
                                        

Sepanjang jalan kita tidak saling bicara cuma terdengar suara motor dan mobil yang sedang berlalu lalang di jalan raya rasa canggung yang masih menyelimuti diriku sampai aku sendiri segan untuk memulai obrolan.

Raja mengelokkan motornya ke kanan "ja kok belok kanan?" kataku bingung harusnya arah rumahku lurus. Aku menoleh ke belakang melihat natya dan ari yang berjalan lurus.

"Ke taman dulu sebentar" jawabnya.

~~~~

Kita berdua sudah berada di sebuah taman dekat kota berjalan bersama menghampiri bangku kosong yang jarak dari motor sekitar 100 meter. Aku dan dia duduk.

"Kenapa bawa gua kesini?" Tanyaku sambil menatapnya dengan tatapan penuh pertanyaan "ada yang mau di omongin?"

"Gaada, gua cuma mau ngajak lu cari udara segar aja, sore sore gini kan enak kalau menghirup udara segar di taman, banyak pepohonan" ucapnya sambil kembali menatapku.

Aku mengangguk pelan.

"Makasih" ucapku.

Laki-laki itu menaiki satu alisnya "dalam hal?"

"Lu udah bawa gua ke UKS dan jagain gua selama gua pingsan" jawabku sambil tersenyum.

"Tau dari siapa kalau gua yang bawa lu ke UKS?" raja kembali bertanya sambil mengalihkan pandangan ke depan.

"Natya dan temen-temen lu"

Raja tersenyum miring"mau aja lu di boongin mereka"

"Tinggal jujur aja gengsi banget lu!" bentakku.

"Buset kaget gua pin" kata raja mengusap dadanya lalu terkekeh melihat wajahku yang memicingkan mata "iya deh iya gua yang bawa lu ke UKS" raja akhirnya mengaku.

"Sorry juga tadi gua gangguin lu lagi pelukan sama gina di rooftop" cetusku membuat laki-laki itu menatapku datar dengan kedua tangan yang melipat di dada.

"Perlu gua jelasin?"

"Jelasin?" aku bertanya balik.

"Iya tentang kejadian tadi di rooftop"

"Hmm apa?"

"Jadi waktu gua keluar UKS gua emang mau ngerokok di rooftop eh gua ketemu gina terus dia ikut ke rooftop dia cerita kalo dia lagi berantem sama papa nya gara-gara dia sering pulang malem terus gua tenangin aja eh dia peluk gua, ga lama lu datang" raja menjelaskan kejadian tadi siang.

"Jangan pernah berpikir kalo gua pacaran sama gina, karna gua sama gina cuma sahabat" lelaki itu menekan kata-katanya kalau mereka cuma sebatas sahabat.

Aku mengangguk paham. Hp ku berbunyi aku merogoh tas dan mengambil benda mahal itu. Ternyata telpon dari natya.

"Halo nat"

"Pin dimanaa? ini gua udah di rumah lu"

"Iyaa tunggu gua kesitu, lu langsung ke kamar aja ya"

"Oke"

Telpon berakhir.

"Ayo ja natya udah nunggu di rumah" kata aku yang bangun dari duduk dan berjalan pelan ke motornya diikuti olehnya di belakangku.

𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang