Pagi hari arla orang pertama yang bangun dan langsung bergegas mandi, terus di lanjut natya yang mandi di kamar mandi di ruang tamu, terus zia mandi di kamar mandi kamar mama papanya, zia ini anak tunggal alias semata wayang.
Sedangkan aku?
Aku menunggu arla.
Beberapa menit kemudian arla keluar dari kamar mandi dan sudah memakai seragam sekolah. Aku langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Sepertinya aku mendengar suara seseorang yang sedang memanggilku dari luar kamar mandi, aku mematikan shower. "Ada yang manggil gua bukan?" teriakku dari dalam kamar mandi.
"Iyaa gua arla, lu bawa sisir gaa? kayaknya sisir zia di bawa deh sama dia atau ga sama natya" tanya arla.
"Bawa ada di tas gua" jawabku.
"Okee pinjem yaa, gapapa nih gua buka tas lu" ucapnya.
"Gapapa laa buka aja." Aku tersadar kalau ada obat di dalam tasku. "Ada ga laa?" kataku memastikan kalau sisir itu udah lebih dulu di temui arla sebelum arla merogoh tasku lebih dalam.
"Adaa pin"
Aku bernafas lega. "Oh okee." lalu kembali menghidupkan shower kembali.
~~~~
Hari ini, semua guru sedang rapat untuk ujian kelulusan kelas XII. Alhasil semua murid keluar kelas berlari kesana-kemari, teriakan cewek cabe-cabean menggelar di kelas maupun di koridor dan lorong sekolah, ada juga yang main di lapangan panas-panasan. Jangan tanya kantin se ramai apa? udah jadi lautan manusia, aku ga ngomong berlebihan tapi benar banyak sekali orang disana.
Aku duduk di depan bersama natya. Dimana arla sama zia? arla lagi di kelasnya, sibuk mungkin. Sedangkan zia sedang bobo manis.
"Pin, cari ari yuk kayaknya ari sama raja lagi di rooftop deh" ajak natya.
"Ayo aja"
Aku dan natya berjalan berdampingan mencari pacar kita masing-masing, melewati lorong sekolah banyak anak cowok yang lagi pada kumpul.
"Kiw kakak cantik, mau kemana nih?" sapa adik kelas, bernama leo.
Kita berdua tidak menjawab sapaannya. Bukan sombong, leo salah satu adik kelas yang berani ngegodain kakak tingkatnya.
"Kok ga dijawab sih kak? sombong banget, cantik-cantik sombong" ucapnya setelah aku dan natya melewatinya beberapa langkah.
Dengar itu natya membalikkan badannya dan menghampiri leo. "Tarik ucapan lu, sebelum tangan gua melayang ke pipi lu" kata natya yang berdiri di depan leo. Leo salah nge godain orang. "Lu pikir gua suka di cat calling ama lu? gaada sama sekali." sambungnya.
"Nat, ayo" kataku sambil menarik-narik lengan natya.
"Diem dulu pin, ini orang gapunya sopan santun! masih kelas 10 aja udah jendi kayak gini lu, apalagi udah kelas 12"
"Iyaa kak sorry"
"Kenapaa?" kata raja yang baru datang bersama ari, gilang dan adit.
"Ini nih, gua lewat sama pinkan di cat calling" kata natya.
Ari menghampiri natya, lalu menatap ke arah leo."Maksud lo apa?!" tegur ari.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊
Romance"Kamu harus janji sama aku setelah kamu sembuh, kamu harus bahagia dan gaakan ngerasain sesak lagi...." Mohon maaf jika banyak sekali kesalahan kata atau penulisan yang tidak beraturan mohon di maklumi dan saya harap para pembaca bisa ikut merasakan...
