13-TEMAN BARU

19 0 0
                                        

Aku berjalan di koridor sekolah menuju kelas berjalan santai karena sekolah masih sepi belum begitu banyak siswa siswi yang datang. Aku baru ingat kalau hari ini aku harus periksa lagi kesehatanku nanti sore sepulang sekolah.

Sampai kelas aku masuk ke dalam hanya ada beberapa murid di dalam kelas, aku menyimpan tas lalu duduk di bangku memainkan hp.

Aku melihat zia yang baru sampai kelas dengan wajahnya yang selalu ceria dia duduk di kursinya lalu membalikkan badannya ke hadapanku.

"Gimana raja?" tanya zia.

Aku menoleh "gak gimana gimana" jawabku sambil menyimpan hp di meja.

"Lu belum ngobrol sama dia?" zia bertanya lagi.

"Belum, semalem arla ngajak ketemuan sama gua"

"Teruss?"

"Ya dia klarifikasi sama gua, kalau kemaren tuh gua salah paham aja"

"Oalaa gitu, berarti emang mereka berdua gabakal balikan dong" ujar zia, aku membalas dengan kedua alis yang mengangkat secara singkat.

Raja masuk ke dalam kelas beserta ketiga temannya adit, gilang dan ari. Ada natya juga yang kemudian menghampiri kita berdua.

"Pagi pagi udah gosip aja" kata natya lalu duduk dibangkunya.

"Lu kemaren cerita ke arla?" tanyaku kepada natya.

"Soal yang lu liat dia sama raja itu?" aku mengangguk "iyaa gua ceritain, kenapa?" katanya santai.

"Semalem dia ngajak ketemuan sama gua terus dia klarifikasi deh soal itu" jawabku.

Natya mengangguk. "Bagus dong, lu jadi gak salah paham."

"Pin"

Aku menoleh ternyata itu raja yang memanggilku berada di sampingku.

"Kenapa?"

"Gua mau ngomong sama lu"

"Nanti aja, bentar lagi masuk." jawabku ketus, padahal aku tidak mau bersikap seperti itu kepadanya tapi karena gengsi ku yang sebesar gunung fuji membuat aku melontarkan nada yang ketus.

"Ehhh engga kok masih ada 5 menit, bawa aja jaa pinkan nya, pin buru tuh raja mau ngomong katanya" bantah natya, aku menatap tajam ke arahnya, natya juga menatap tajam ke arahku begini cepet ga lu sana ngobrol sama raja.

Raja masih menatapku. Akhirnya aku mengiyakan dan berjalan lebih dulu dia mengikuti aku dari belakang lalu berjalan keluar kelas, dan berdiri di dekat kelas.

"Lu kenapa gini?" tanya raja.

"Biasa aja"

"Biasa aja gimana? kemarin aja lu menghindar dari gua, pin gua udah turutin kan apa yang lu mau? tapi lu jangan cuek gini lah, gua gabisa"

"Kenapa gabisa?" kataku masih ketus, padahal kalau tidak ada orang-orang aku pengen sekali memeluk laki-laki yang ada di hadapanku ini.

"Gua masih pengen berinteraksi sama lu, gua udah bilangkan kalau gua sayang sama lu, gua kayaknya gabisa kalau lu gini terus pin" kata raja dengan nada lembut dan rendah membuat hatiku tersentuh.

Aku menatapnya. "Gua juga gamau kayak gini" raja terlihat dari matanya dia bungkam mendengar perkataanku tadi.

"Gu-gua" ucapku terpotong.

"Apa?" raja menaiki satu alisnya.

Bel sekolah pun bunyi.

"Udah bel, ayo masuk kelas" kataku lalu meninggalkan raja masuk kelas duluan.

𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang