19-SAMBUTAN HANGAT

11 0 0
                                        

Motor raja memasuki perumahan elit yang isinya rumah yang sangat besar dan, lalu motornya masuk gerbang yang besar dan berenti dihalaman rumah yang luas. Betapa terkejutnya aku melihat rumah raja. Rumah yang berwarna putih tulang dengan dua pilar yang besar.

"Ayo turun" perintah raja. Kemudian aku turun sambil mengamati rumahnya yang jauh lebih mewah dari rumahku.

"Kenapa?" tanya raja yang baru saja turun dari motornya.

"Gede banget rumah kamu ja" ucapku spontan.

Raja tertawa mendengarnya. "Biasa aja, ngapain rumah gede tapi isinya cuma 3 orang, gaenak tau sepi" yang raja maksud penghuni dirumahnya hanya mama papa dan dia.

"Asisten rumah tangga kamu gaada?"

"Ada tapi kan mereka juga punya rumah sayang" kata raja lalu merangkul pinggangku.

"Baru pulang den" kata laki-laki paruh baya yang sedang duduk di pos kecil deket gerbang. Dia penjaga kemanan di rumah raja.

"Iya nih mang aceng"

Namanya aceng.

"Siapa nih? cewek nyaa yaa? kok ga di kenalin ke mang aceng" ejek mang aceng.

"Enggak ah, nanti mang aceng suka lagi" kata raja bergurau sambil mempererat rangkulannya. "becanda mang aceng" sambungnya. Aku dan mang aceng tertawa.

"Masuk dulu ya mang" kata raja.

"Okee den siap"

Aku dan raja berjalan masuk ke rumahnya. Aku makin terkejut ketika melihat dalam rumahnya. Gila ini pasti mahal banget. Batinku. Saat melihat isi dalam rumah raja. Banyak sekali guci yang mahal terpasang di setiap sudut rumahnya, warna cat rumah raja bagian dalam berwarna emas dan putih. Dan terpasang foto bingkai besar yang memperlihatkan keluarga yang harmonis.

"Assalamualaikum maa, aja pulang" ucapnya saat masuk ke dalam rumahnya.

"Maaa"

Raja membawaku masuk ke ruang keluarga, terlihat mamanya sedang duduk santai sambil membuka buku majalah. Mamanya menoleh.

"Eh kamu udah pulang" kata mama raja, Natasha. Dia menutup bukunya lalu menyimpan di meja. "Halo pinkan sayang, sudah lama tidak bertemu" salam hangat mama raja lalu berdiri dan menghampiri aku dan raja.

"Aku dari tadi manggil, ga mama jawab"

"Iyaa maaf ya mama lagi fokus"

"Hai tante" aku membungkukkan badan lalu salam kepada mamanya. Sumpah demi tuhan, mama raja sangat wangi sekali. Mama raja cantiknya bukan main, lebih cantik dia dibanding aku, mukanya yang awet muda, makannya gak salah kalau rajanya aja seganteng ini, apalagi papanya raja, dia juga ga kalah ganteng dari anaknya. Bibit unggulnya bukan main.

"Kalian udah makan belum?" tanya mama raja.

"Belum nih mah, laper kita" kata raja sambil mengusap perutnya.

"Kalau gitu kita makan sama-sama yaa sebentar lagi makanannya mateng" mama raja tersenyum.

"Makasih ya tante buat dimsum nya, aku suka banget"

"Dengan senang hati sayang, nanti tante bikin lagi deh buat kamu yaa" ujar natasha.

"Assalamualaikum tante"

"Waalaikumsalam" jawab kita bersama. Siapa itu?

"Eh ada gina juga"

Gina datang dan menghampiri kita, dia salim ke mamanya raja, aku dan raja saling bertatap-tatapan.

"Kebetulan sekali"

"Iyaa nih, aku tadi mau bareng raja eh rajanya malah sama pinkan" sindir natya. "Pacaran tuh mereka tante" lanjutnya.

𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang