Tok! Tok! Tok!
Ting.... Ting....
Aku sedang duduk di ruang tengah mendengar suara ketuk pintu dan bel rumah yang bunyi tapi badan aku lelah banget beberapa kali itu terdengar. Bi lasmi juga menatap pintu lalu dia berjalan ke pintu depan rumah untuk cek siapa yang datang.
Beberapa detik kemudian bi lasmi menghampiri aku.
"Ada den raja di depan de" kata bi lasmi.
"Raja?"
"Iyaa, dia lagi di ruang depan nunggu dede"
"Oke makasih bi" kataku kemudian bi lasmi kembali ke dapur.
Aku langsung menghampirinya. Benar saja laki-laki dengan baju kaos putih, celana panjang jeans hitam robek di area dengkul kaki beserta jaket kulit yang berada di samping sofa sedang duduk santai sambil menatap bingkai besar yang berisi foto keluargaku. Perlahan aku menghampirinya yang sedari tadi serius menatap ke foto tersebut.
"Haii" aku menyapa raja lalu duduk di sampingnya.
Raja menoleh tersenyum. "Hai"
"Maaf aku ga ngabarin kamu mau kerumah, tiba-tiba aja datang" sambungnya.
"Gak apa-apa kok, dari mana kamu?" tanyaku.
"Dari rumah kok, habis nganterin kamu terus aku pulang. Mama nyuruh aku buat anterin makanan buat kamu" kata raja. Dia mengambil plastik berwarna putih di dalamnya ada sebuah wadah kotak.
"Wow apa ini?"
"Dimsum, mama bikinin dimsum buat kamu"
Aku terkejut, bagaimana mamanya bisa tau kalau aku suka dimsum? mungkin raja yang kasih tau.
"Kok mama kamu tau aku suka dimsum?"
"Aku yang kasih tau" raja mengusap punggung tanganku. "Di makan yaa cantik" sambil tersenyum.
"Iyaa sayang, makasih yaa bilangin ke mama kamu"
"Okee. Ada satu lagi amanat yang suruh mama sampein ke kamu"
"Apaa?"
"Besok pulang sekolah, kamu suruh datang ke rumah aku kamu mau?"
Waduh kita nih baru pacaran 3 hari masa udah kenalin ke orang tua aja sih jaa, kacau. Batinku.
"Iyaa boleh-boleh, malu banget ja tapi"
Aku emang sudah bertemu beberapa kali selama di sekolah sama mama raja, waktu bagi rapot ataupun rapat orang tua tapi dulu kan statusku sama raja masih temenan udah beda sama yang sekarang.
"Ngapain malu? kan kamu udah kenal sama mama" kata raja. Dia mengalihkan pandangan ke depan memandangi foto keluargaku lagi, aku juga ikut menoleh. "Siapa nama mama kamu?" dia bertanya.
"Viera Margaretha Haddan"
"Halo tante viera, kita belum sempat kenalan. Aku raja pacarnya anak tante, pinkan. Raja sayang banget sama pinkan tante, seperti tante menyayanginya. Raja bakal selalu ada buat pinkan, tante jangan khawatir yaa aku pasti jagain pinkan terus" raja ngomong sendiri sambil menatap foto mama.
Aku tersenyum melihat kelakuannya.
"Kalau boleh tau, mama kamu meninggal karena apa?"
"Jantung lemah"
Kedua mata raja membulat. "Jantung lemah?."
Aku mengangguk. "Waktu kelas 6 itu, adalah hari terpatah hati buat aku, ketika teman-temanku sedang sibuk untuk ujian kelulusan, aku sibuk bulak-balik ke rumah sakit untuk menemui mama yang udah sekarat selama 5 hari, saat itu mama sangat membutuhkan pendonoran jantung, tapi mama gamau, dia gamau ada yang mendonorkan jantung untuk dirinya."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊
Romantizm"Kamu harus janji sama aku setelah kamu sembuh, kamu harus bahagia dan gaakan ngerasain sesak lagi...." Mohon maaf jika banyak sekali kesalahan kata atau penulisan yang tidak beraturan mohon di maklumi dan saya harap para pembaca bisa ikut merasakan...
