Aku sedang berjalan di lorong sekolah bersama natya dan zia ingin menghampiri kelas arla. Di tengah perjalanan dari arah berlawanan ada janu sedang jalan ke arah kita bertiga.
"Janu" Panggil zia.
"Wey, mau kemana kalian?" tanya janu lalu berhenti didepan kita bertiga.
"Mau ke arla, ada kan?" tanya balik zia.
"Ada noh bocahnya lagi main hp, diem mulu dia mendadak introvert" ejek janu.
"Okee kalau gitu, lu mau kemana?" kata natya.
"Ke kantin, ari dikantin kan? atau di kelas?" kata janu.
"Di kantin sih dia bilang" ujar natya.
"Sip" janu menoleh ke arahku. "Eh pinkan, asik jadian nih sama raja" dia bercanda.
Aku tersenyum. "Iyaaa, lu kapan punya pacar?" tanyaku kepadanya.
"Nanti aja gua mah, masih pengen sendiri" jawabnya. Aku menganggukkan kepala.
"Jan mau tau ga? si pinkan kan dulu su—" kata zia tapi aku bekap mulutnya dengan tangan aku.
"Eh ayo ayo kita ke arla nanti keburu bel" kataku sambil menutup mulut zia yang ember. "Janu duluan yaaa"
Janu terlihat kebingungan, lalu dia kembali berjalan ke kantin.
Sampai depan kelas arla kita bertiga mengintip lewat jendela, benar yang di katakan janu tadi dia lagi main hp dengan ekspresi wajah juteknya, jari sedang menggulir layar hpnya. Kemudian kita bertiga datang dan masuk ke kelasnya.
"Arlaa" kataku lalu berdiri disampingnya.
Arla menoleh lalu tersenyum. "Wih tumben kalian nyamperin ke kelas, biasanya gua yang nyamperin kalian" ujar arla lalu mematikan layar hpnya.
"Gantian dong kali-kali kita yang nyamperin lu duluan" ujar natya.
"Laa kantin ayo, pengen mie ayam chilli oil gua gak ada partner makan mie ayam chilli oil" zia merengek sembari mengayunkan lengan arla.
"Iyaa iyaa ayo" kata arla lalu beranjak dari duduknya.
Kita berempat berjalan ke kantin, berjalan berdampingan sambil bercanda dengan ocehan zia yang sebenernya gak lucu tapi karena tingkahnya bikin kita jadi tertawa. Sampai kantin suasananya sangat ramai, bahkan setiap sudut terisi penuh oleh warga sekolah. Pandanganku beralih ke laki-laki yang sedang duduk dengan tiga kancing baju seragamnya tidak ditutup, terlihat sedikit bentuk dada bidangnya. Ia sedang tersenyum melihat temannya gilang lagi ngelawak. Yakni Raden Raja Alderick.
"Rame banget yaa" ujar zia.
"Namanya kantin, kalau sepi kuburan" ceplos natya.
"Santai aja kali nat" kata zia cemberut.
"Buru noh lu sama arla katanya mau beli mie ayam, pesen sekarang mumpung istirahat ada 30 menit lagi, gua sama pinkan nanti nyari tempat duduk" kata natya sambil menatap jam tangannya.
"Iyaaa, ayo la" kata zia menarik tangan arla.
"Nat, anter gua dulu yuk beli jus gua tiba-tiba pengen jus mangga" ucapku.
"Ayo"
Aku berjalan ke tempat jus melewati segerombolan siswa siswi beberapa siswi sedang menggoda raja, kenapa aku bisa tau? saat ini aku lagi pesen jus. Tempat jus posisinya berdekatan dengan raja yang sedang duduk bersama teman-temannya.
"Ka raja boleh minta nomor Whatsap nya ga?"
"Halo ka raja"
"Ka raja kancing bajunya tutup dong lagi godain aku ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊
Romance"Kamu harus janji sama aku setelah kamu sembuh, kamu harus bahagia dan gaakan ngerasain sesak lagi...." Mohon maaf jika banyak sekali kesalahan kata atau penulisan yang tidak beraturan mohon di maklumi dan saya harap para pembaca bisa ikut merasakan...
