22-RESTU MAMA PAPA

7 0 0
                                        

Sepulang sekolah aku diajak raja untuk kumpul bersama di basecamp, bukan hanya aku ceweknya ada arla, natya, juga zia. Duduk di depan basecamp di siapkan meja dan bangku yang ada di dalam basecamp di bawa keluar oleh raja dan ari setelah itu raja masuk ke basecamp buat ngerokok sama anak anak lain. Sedangkan gilang, adit, dan janu memesan minuman dan makanan ke warung mang ujang. Aku gak melarang raja buat ngerokok, aku cuma larang dia ngerokok di dekat aku.

"Baju lu masih basah ga pin?" tanya arla.

"Enggak la udah kering kok" jawabku sambil menatap ke arah seragamku. Arla membalas dengan anggukan kepala.

"Gua heran banget sih sama gina, kenapa ya dia se obsesi itu sama raja? padahal raja aja tuh udah nunjukin kalau raja anggap dia sahabat" ujar zia.

"Dia ngincer raja emang dari smp zi, tapi raja ga respon perasaannya, kayak yang tadi raja bilang dia cuma anggap gina sahabat, raja gak bisa jauhin gina karena amanat dari papa gina buat jagain dia ke raja selama sekolah" ari menjelaskan. "Mantan-mantan raja waktu smp juga sama halnya kayak pinkan, di cecer terus sama gina, lu juga kan la waktu itu?" ari menatap arla.

Arla mengangguk.

"Psikopat banget tuh orang, harus di bawa ke psikolog tuh kayaknya otaknya kena, masa cewek yang deket sama raja di bully mulu sama dia? apalagi kalau raja punya istri apa ga di santet tuh sama si pecun" sewot natya.

"Sutt ah ngomongnya" kata ari mengusap rambut natya. "Gak mungkin lah gina se nekat itu"

Natya menatap tajam ke ari. "Jadi kamu belain dia?"

Ari senyum tenang. "Enggak, siapa juga yang ngebelain dia"

"Itu tadi" jawab natya cepat.

"Enggak sayang, aku gak belain dia" kata ari dengan tangan yang tidak berhenti mengusap kepala natya, bersandar santai ke kuris dengan kaki kanannya berada di atas kaki kiri.

"Nih minuman pesanan kalian" kata adit datang lalu menyimpan beberapa gelas ke meja, di susul gilang dan janu membawa makanan yang kita pesan.

"Yeay, makasih" kata zia senang kemudian meneguk minumannya. "Ahh.. lega banget tenggorokan gua"

"Raja mana?" tanya janu.

"Di dalem lagi ngerokok" jawabku.

Dari kejauhan kita semua melihat gina yang baru saja datang dengan sebatang rokok yang ada di tangannya. Dia berjalan santai melewati kita dan masuk ke dalam basecamp.

"Cewek gak tau malu" ceplos natya pelan sambil menatap tajam ke arah gina yang lagi melewati kita berdelapan.

"Hah? gina ngerokok?" tanya zia kaget saat gina sudah masuk ke basecamp.

"Kemana aja lu, udah lama dia ngerokok" ujar natya.

"Di dalam basecamp emang ada cewek-ceweknya?" tanya arla.

"Ada la, adik kelas sama angkatan kita tadi sih pas gua masuk gua liat ada sephora, mila, sesil, letta, sama bunga" kata janu.

"Ri nanti habis dari sini kerjain tugas ya, lu pap ke gua" kata gilang santai.

"Iyaa, tapi lu jangan semuanya nyontek punya gua lah"ujar ari.

"Tau lo kerjain juga jangan ngandelin cowok gua" lanjut natya membela ari.

"Yaelah, iyaa iyaa" jawab gilang pasrah.

"Serem banget tadi bu lastri gebrak mejanya belum pernah gua liat semarah itu dia sama kita" kata adit.

"Udah muak berarti dia sama lu pada" ucap janu asbun tapi itu kenyataannya. Mereka emang paling susah buat ngerjain tugas.

"Malu banget tadi gua waktu keluar ruang guru, mana rame banget banyak cewek cewek cantik" kata gilang menerawang.

𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang