Jam 6 pagi aku dan raja sudah berada di parkiran sekolah tadi pagi raja mengajak aku berangkat bareng dengannya. Aku turun dari motornya lalu berdiri disampingnya menunggu dia membuka helm. Dia merapihkan rambutnya, betapa gantengnya dia saat sedang berkaca di spion sambil merapihkan rambutnya.
"Ayo" ucapnya lalu menggapai tanganku berjalan meninggalkan parkiran sekolah.
Kita berdua jalan menuju kelas sambil mengamati yang dimana setiap sudut sekolah masih terlihat sepi hanya ada beberapa siswa yang sedang piket, ada juga yang sudah duduk santai di kantin.
"Lepas" kata gina yang berjalan di tengah antara aku dan raja tiba-tiba.
"Kenapaa naa?" tanya raja bingung.
"Ya gapapa, kalian ngapain pegangan tangan kayak gitu" ujarnya.
Raja dan aku diam hanya saling melempar pandangan.
"Ini masih pagi gua gamau ribut" ucapku dingin.
"Jangan kepedean siapa juga yang mau ribut sama lu, gua mau ngobrol sama raja, mending lu sana deh" jawabnya dengan wajah yang tersorot mulai kesal atas ucapanku tadi. Lalu menoleh ke raja.
"Jaa pulang sekolah gua boleh ga bareng sama lu? gua kangen tante caca nih, udah lama ga ketemu, boleh ya?" ucap gina memohon kepada raja. Sekali lagi yang di maksud tante caca itu mama nya raja, Natasha Laudya Alderick.
"Hari ini?" tanya raja."Hmmm kayaknya gua gabisa deh lagipula pinkan mau main kerumah gua pulang sekolah, itu juga di suruh mama katanya dia mau ketemu sama calon mantunya" kata raja sengaja.
Gina melotot. "Bentar-bentar, calon mantu?" dia menatap bingung sambil menunggu jawaban dari raja yang dia harap kalau dia tadi salah dengar.
"Iyaa, gua sama pinkan udah jadian"
Gina langsung menurunkan pundaknya lemas, mendengar ucapan raja tadi membuat dia tertawa remeh. "Mana mungkin sih? ga cocok tau kalian berdua menurut gua" katanya sambil menatap sinis kepadaku.
"Sorry naa, gua ga butuh komentar dari lu, cocok ga cocok bukan urusan lu" kata raja lalu menarik tanganku lagi meninggalkan gina sendirian yang masih terpaku tidak percaya kalau sekarang aku, pinkan adalah kekasih raja, cowok yang sangat gina suka sejak smp.
~~~~
Aku keluar kelas sendirian karena zia dan natya sudah lebih dulu pergi ke kantin. Berjalan santai melewati orang-orang yang berada di koridor sekolah, sesekali menatap orang-orang yang memperhatikan aku sambil misuh-misuh. Aku mengerutkan kening bingung. Kenapa orang pada liatin gua gitu dah?. Batinku.
"Ciee pacaran yaa kak, sama kak raja" kata seorang perempuan bersama kedua temannya. Mendengar itu aku kaget, kenapa orang-orang bisa tau? kan hanya teman-teman dekatku aja yang tau, aku ga mengumbar kemana-mana lagi termasuk ke akun sosial mediaku yang sudah seperti kuburan, gaada kehidupan.
"Loh kok kamu bisa tau?" tanyaku bingung. Cewek itu adik tingkat di samping kanan bet nya terpampang kalau dia masih kelas 11.
"Liat aja noh di Instagram kak raja, cocok banget kalian" kata orang itu yang aku lihat namanya di kemeja seragamnya bernama Nella.
"Iyaa deh kak cocok banget" timpal temannya.
"Gimana kak cara dapetin hati kak raja?" lanjut temannya lagi.
Mendengar itu aku hanya terkekeh. Aku sadar kalau cowok aku emang menonjol di sekolah, bukan karena dia nakal, suka cabut sekolah atau bolos jam pelajaran, tidak. Raja memang nakal tapi tidak lewati batas, dia dan temannya masih tahu batas, cuma sekedar cabut sekolah atau tidak mengerjakan tugas. Seperti yang aku ceritakan, Raja ini gantengnya kelewatan, selain itu dia juga ramah dan loyal kepada orang-orang yang dia kenal, bahkan yang belum dia kenal sekalipun, juga memiliki aura berkharisma yang berbeda dibanding ketiga temannya yakni ari, adit, dan gilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊
Romance"Kamu harus janji sama aku setelah kamu sembuh, kamu harus bahagia dan gaakan ngerasain sesak lagi...." Mohon maaf jika banyak sekali kesalahan kata atau penulisan yang tidak beraturan mohon di maklumi dan saya harap para pembaca bisa ikut merasakan...
