02-AKU KENAPA?

59 5 0
                                        

Pukul 13.40 suasana sekolah sangat ramai karena sudah waktunya istirahat kedua yang dimana durasi istirahatnya jauh lebih lama sekitar 50 menit. Aku, zia dan natya duduk di depan kelas.

Dari kejauhan kita melihat seseorang yang menghampiri ke arah kita bersama dengan kedua temannya. Namanya Gina Mariana teman dekat raja dari SMP dan sampai sekarang, orang tua mereka udah dekat satu sama lain. Gina sudah lama mencintai raja, tapi raja tidak pernah meresponnya karena raja menganggap gina hanya sebatas teman.

Perempuan itu kini berada di hadapan kita "Ada raja?" kata kata yang keluar dari mulutnya.

"Nanya ke siapa?" natya balik bertanya.

"Ke siapa lagi? kan disini cuma ada kalian"

"Sorry kita punya nama, lain kali kalo mau nanya ke orang pake permisi jangan langsung "ada raja?" gapunya sopan santun lu"

Dengar perkataan natya, gina beserta kedua temannya ANNA dan FREYA tersenyum tipis dan tidak menanggapi perkataan natya. Raja keluar kelas.

"Naa itu raja" bisik anna kepada gina.

Gina menoleh "Rajaa" panggilnya.

"Kenapaa na?" kata raja dan menghampiri mereka, aku hanya menatapnya datar, bukan karena cemburu tapi karena masih dendam hpku di sita gara-gara raja.

"Gua boleh pulang bareng lu ga? soalnya gua kayaknya mau ketemu tante deh" lanjut gina. Tante yang gina maksud adalah mama nya raja.

"Oh iyaa boleh" jawabnya.

"Oke jaa, see you yaa" gina dan kedua temannya pun pergi dari hadapan kita.

"Pacar lu ya jaa?" kata zia menatap raja.

"Bukan. Temen"

"Masa sih temen doang?"

"Yeuh emang cuma temen doang"

"Ja ajarin temen lu, lain kali harus punya sopan santun kalo mau nanya" lanjut natya.

"Kenapa emang?" raja mengerutkan dahinya.

"Tanya aja langsung sama temen lu" kata natya.

Seketika tercium bau asap.

"Anjir asap dari mana ini" kata zia sambil mengibas wajahnya dengan tangan.

"Itu pak doni lagi bakar daun yang berantakan" kata raja.

Kita bertiga ikut menoleh ke samping. Ternyata benar ada pak doni yang sedang membakar daun yang jatuh dari pohon membuat bagian samping lapangan terlihat berantakan. Pak doni tukang bersih-bersih di sekolah.

"Mpin diem mulu mpin, kenapa lu?" raja mengejekku.

"Berisik. Gara gara lu hp gua jadi di sita sama bu sissy kadang bercanda lu berlebihan"

"HAHAHAHAHA" dia tertawa terbahak bahak.

Karena kesal aku memukul pundaknya dengan keras "SIALAN LU!"

"Haduh... sorry lagian juga habis pulang sekolah lu boleh ambil kan hp nya? nanti gua temenin" kata raja.

"Gausa, gua bisa sendiri. Mending sekarang lu pergi deh sana males gua liat muka lu lama lama disini"

𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉, 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang