-SO THIS IS HOW IT FEELS? (bagian 1)-

67 6 8
                                        

Happy reading All !!
🎀🌷

***

Rania terbangun dari tidurnya. Jam dinding berdetak lebih keras dari biasanya. Ia dapat merasakan hangatnya sinar mentari yang masuk melalui celah jendela. Mimpinya semalam terasa sangat panjang.

Rania mengusap matanya pelan, kemudian bangun dari tempat tidur. Ia berjalan gontai menuju kamar mandi. Rania telah beranjak remaja, sudah resmi menjadi siswa SMP. Hari-hari sekolahnya terasa biasa saja, sampai... ada yang berbeda. Saat ini ada suatu hal yang menarik perhatiannya.

***


Siang itu, kantin penuh seperti biasa.
Suara baki beradu dengan meja, gelas plastik yang diketuk-ketukkan oleh siswa yang bosan, dan tawa riuh dari berbagai sudut membaur menjadi satu. Aroma ayam goreng crispy dan mie goreng khas kantin memenuhi udara, menggoda perut-perut lapar yang baru saja selesai belajar.

Kursi-kursi hampir tak bersisa. Beberapa siswa duduk berdesakan, sementara yang lain rela berdiri sambil makan, menyeimbangkan nampan di satu tangan dan botol minum di tangan lainnya. Suasana ramai, penuh energi khas remaja yang sedang melepas penat.

Di salah satu sudut dekat jendela, di antara riuh obrolan dan denting sendok, duduklah dua orang sahabat sedang menikmati hidangan masing
-Aira dan Rania.

"Ga kerasa ya Ran, ntar lagi kita naik kelas delapan," celetuk Aira, sambil menyendok makanan di piringnya.

Rania yang duduk di sebelah Aira mengangguk pelan.
"Katanya, kelas bakal di rolling."

Aira yang mendengar perkataan Rania, buru-buru mengunyah dan menelan makanannya.
"Ih malas banget! Gue udah nyaman sama kelas ini! Apalagi gue gamau kalau sampai pisah sama lo."

"Sama. Aku juga belum siap. Apalagi aku takut," sahut Rania sambil menatap sekitar.

Rania mengangkat pandangannya.
"Kamu takut gak sih? Harus ketemu orang baru lagi," Ucap Rania, penuh rasa penasaran sambil menatap langit-langit kantin.

"Jangan ditanya! kalau soal takut mah udah pasti Ran. Tapi, rasa malas gue ngalahin rasa takut gue. Gue lebih malas buat adaptasi di lingkungan baru. Karena gue ga setakut itu buat adaptasi lagi, gue cuma malas!" Jawab Aira, diakhiri dengan penegasan di akhir kalimatnya.

Rania yang duduk di sebelah Aira merasa kagum dengan jawabannya. Jawaban Aira Sangat berbanding terbalik dengan Rania. Rania sendiri merasa takut untuk beradaptasi di lingkungan baru. Rania tidak malas. Tapi, ia takut.

Rania memandang sejenak Aira yang tengah sibuk menyantap makanannya.
Rania benar-benar merasa kagum dengan Aira. Aira itu cantik, tidak hanya cantik, ia juga pintar. Aira itu juaranya Public speaking. Aira tidak mengenal rasa takut, dia sangat optimis dan pemberani. Apalagi Aira anaknya sangat humble dan mudah bergaul. Benar-benar girl crush vibes.

Selama ini Rania selalu menjadi pendengar yang baik untuk Aira. Begitu juga sebaliknya. Rania tidak mudah terbuka ke orang lain, tapi saat bersama Aira, Rania dengan mudah terbuka, begitu juga sebaliknya. Mereka benar-benar seperti ditakdirkan untuk menjadi sahabat satu sama lain. Kedekatan mereka tidak perlu diragukan, walaupun baru satu tahun berteman.

Dengan cepat Rania memeluk Aira. Tiba-tiba Rania merasakan kesedihan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia takut tidak bisa bersama Aira lagi.

Aira yang sedang asik menyendok makanannya terkejut.
"Kenapa nih tiba-tiba? Lagian tumben lo mau meluk orang?" Aira merasa heran dengan tindakan Rania yang sangat anti dengan kontak fisik.

EX-CRUSH (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang