-SO THIS IS HOW IT FEELS? (bagian 3)-

63 7 7
                                        

Happy Reading All💭

***

Hari-hari menjelang festival sekolah terasa lebih sibuk dari biasanya. SMP Universe mendadak dipenuhi warna-warni poster, cat semprot, dan kardus-kardus bekas yang disulap jadi properti dekorasi.

Di kelas 8.5, persiapan berjalan cukup lancar. Semua sudah dibagi dalam beberapa tim, ada yang bertugas dekorasi, tim properti, tim makanan ringan, hingga tim pertunjukan seni.

Rania termasuk dalam tim dekorasi.

Yang mengejutkan, saat pembagian kelompok oleh wali kelas, ia ternyata satu tim dengan Zakry. Bersama dua teman lain, mereka ditugaskan untuk membuat photobooth bertema retro.

Rania awalnya ingin protes-bukan karena tidak mau, tapi karena gugup setengah mati. Tapi suara hatinya berkata lain, ini kesempatan.

Hari itu, mereka mulai menggambar sketsa desain photobooth di lantai kelas yang dilapisi koran bekas.

"Kalau dibikin kayak toko kaset jaman dulu gimana?" usul Zakry, sambil menggambar kasar bentuk etalase.

Rania mengangguk. "Lucu. Terus bisa ditambahin lampu warna neon... kaya di poster band-band lawas."

Zakry tersenyum. "lo ngerti juga ternyata."

Rania sedikit salah tingkah, tapi ia ikut tersenyum.

***

Hari itu langit mendung tipis, tapi semangat siswa-siswi SMP Universe justru sedang tinggi-tingginya.
Hari ini adalah jadwal latihan lomba olahraga. Kelas 8.5 sedang bersiap untuk pertandingan sepak bola dan voli yang akan jadi bagian dari Festival Sekolah.

Para cowok berganti seragam olahraga, bersiap di lapangan besar. Di sisi lain, tim voli cewek dari 8.5 mulai berkumpul di lapangan tepat di sebelah lapangan besar.

Rania berdiri di barisan, merapikan tali sepatunya. Jantungnya sedikit berdebar. Ini pertama kalinya ia ikut lomba mewakili kelas. Bukan karena dia jago-tapi karena temannya yang lebih mahir tiba-tiba cedera, dan Ghea langsung menarik Rania sebagai pengganti.

"Lo bisa kok, gue yakin! Tinggal fokus ke bolanya aja. Jangan mikir macem-macem," kata Aira sambil menepuk bahunya.

Rania mengangguk pelan. "Aku usahain, makasi Ai!"

Lapangan mulai ramai. Anak-anak cowok sudah mulai pemanasan.

Rania sempat menoleh ke sana, matanya langsung menemukan sosok yang ia kenal-Zakry dengan seragam olahraga dan rambut yang sedikit berantakan karena keringat. Ia terlihat serius, tapi santai.

Rania buru-buru mengalihkan pandangan saat mata mereka nyaris bertemu.

"WOY! Fokus WOY!" teriak Ghea dari garis belakang, menyadarkan semua orang bahwa latihan sudah dimulai.

Rania menarik napas. Ia melangkah maju ke posisinya. Disebelahnya berdiri Cia. Rania menyapa Cia singkat dengan senyuman

Hari ini bukan cuma soal latihan. Tapi juga soal keberanian. Untuk berdiri, mencoba... dan membuktikan, pada dirinya sendiri, bahwa dia bisa lebih dari yang selama ini ia percaya.

EX-CRUSH (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang