Happy Reading All💭🌷
***
Pagi itu di langit sangat cerah. Sinar mentari terasa hangat menembus kulit, disambut angin tipis yang sesekali menyapu wajah-wajah siswa SMP Universe.
Suara peluit panjang menggema dari lapangan basket yang ramai. Hari itu, sekolah mereka menjadi tuan rumah untuk lomba basket antar-SMP, dan tim dari SMP Universe sedang berlaga.
Sorakan menyelimuti Lapangan basket
saat itu. Beberapa anak duduk di tangga tribun. Sebagian hanya berdiri sambil menenteng botol minum, dan ponsel miliknya.
Di tengah lapangan, Zakry tengah men-dribble bola basket. Ia terlihat fokus. Sibuk mencari celah untuk memasukkan bola basket ke dalam ring milik lawan. Dengan cepat ia melewati dua pemain sekaligus, sebelum melakukan lay-up dengan sempurna.
Terdengar suara sorak-sorai penonton dan peluit yang menggema. Zakry mencetak point untuk SMP Universe.
Mereka menyelesaikan pertandingan dengan skor akhir 42-37. SMP Universe keluar sebagai pemenang. Sorakan meledak dari tribun penonton. Teman-teman satu tim Zakry saling menepuk bahu dan berteriak lega, tapi Zakry hanya mengangkat satu tangan ke udara sambil tersenyum tipis.
"Andai Mama bisa liat ini semua," pikirnya.
Keringat membasahi pelipis dan lehernya.
Ia berjalan ke pinggir lapangan, menuju tempat tasnya diletakkan. Begitu duduk, ia langsung menarik handuk kecil dan mengelap wajahnya. Keringatnya tak berhenti mengalir.
Tenggorokannya terasa kering. Ia membuka botol minum dari dalam tas-kosong. Ia menoleh ke teman-temannya di dekat bangku cadangan.
"Minum lo masih ada?" tanyanya pada salah satu temannya.
"Nggak ada, bro. Udah abis," jawab temannya sambil mengangkat botol kosong.
Zakry mendesah pelan. Ia terlalu malas untuk pergi membeli air mineral. Tangannya menggantung sambil memandangi lapangan. Dan saat itulah-sebuah suara memanggil.
"Zakry Mahendra Aldigre?"
Ia menoleh cepat. Seorang cewek berdiri tak jauh dari tempatnya duduk. Rambut hitamnya tergerai, terkena kibasan angin, kulitnya cerah, dan matanya coklat. Amora.
Zakry tentu saja tahu siapa dia.
Amora Nazeera. Salah satu murid paling terkenal di SMP Universe. Pintar, cantik, aktif di OSIS, dan nyaris selalu jadi perwakilan lomba akademik. Tapi mereka nyaris tak pernah bicara. Beda lingkup pergaulan. Beda kelas. Tapi tetap saja, siapa yang tidak tahu Amora?
Amora berjalan pelan ke arahnya, lalu berhenti di depan Zakry. Ia menyodorkan sebotol air mineral dingin.
"Nih. Lo keliatan haus banget."
Zakry terdiam beberapa detik. Ia menerimanya sambil mengangguk kecil.
"Thanks..."
Amora tersenyum sedikit. "Lo keren banget tadi. Lay-up terakhir lo clean banget."
Zakry cuma bisa tersenyum tipis. Ia merasa kikuk.
"Gue Amora," ucapnya sambil tersenyum manis, tangan kanannya terulur ke arah Zakry.
Zakry menatap tangan itu sebentar sebelum akhirnya membalas jabatan ringan itu. Senyum kecil muncul di sudut bibirnya.
"Siapa juga yang gak tau cewek cantik seantero sekolah ini?" jawabnya santai, nada suaranya setengah bercanda, tapi matanya jujur.
Amora tertawa pelan, sedikit menggeleng. "Ternyata lo bisa gombal juga."
Zakry nyengir, lalu mengangkat botol air mineral yang tadi ia terima. "Thanks ya."
KAMU SEDANG MEMBACA
EX-CRUSH (On Going)
Fiksi RemajaHari pertama masuk SMA, Rania bertemu kembali dengan Zakry Mahendra Aldigre, mantan gebetan yang pernah membuat hatinya berdebar-debar, ia tidak menyangka bahwa pertemuan itu akan membawa perubahan besar dalam hidupnya. Seiring berjalannya waktu, me...
