Everyone in this world deserve love.
Happy Reading All!!
***
Zakry berjalan di trotoar pada tengah malam, langkah kakinya terasa berat setelah bekerja part-time. Pikirannya kalut, hari itu benar benar melelahkan baginya. Ya, dia bekerja part time pada malam hari. Alasannya bukan karena ia kekurangan uang. Uang jajannya lebih dari cukup baginya, namun ia tetap bekerja part-time pada malam hari. Ia memiliki alasan tersendiri yang tidak diketahui orang lain.
Zakry berjalan menuju rumahnya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kerja part-time-nya. Zakry biasanya naik bus untuk pulang, tapi karena sudah larut malam mau tidak mau ia harus berjalan kaki. Zakry terpaksa pulang larut malam karena temannya yang harusnya jaga shift malam itu sedang sakit. Sambil mendengarkan musik ia melangkahkan kakinya melewati jalanan yang telah sepi.
Ia tiba di depan rumahnya, membuka pagar, kemudian memasuki perkarangan rumah. Saat memasuki perkarangan rumah ia menyadari bahwa ada sebuah mobil yang terparkir di sana.
Zakry terkejut, kemudian menatap mobil itu dengan diam, karena ia sangat mengenali mobil itu. Ia menghela napasnya dan melangkah masuk ke dalam rumah.
Benar saja sesuai dugaannya, seorang pria paruh baya duduk di sofa dengan angkuh, seperti sudah dari tadi menunggu kedatangannya. Zakry menatap pria yang merupakan Papanya itu dengan tatapan dingin. Ia hendak mengabaikan Papanya dan melangkah menuju kamar. Namun langkahnya terhenti, Papanya bangkit dari duduknya, kemudian mendekati Zakry.
Suasana di ruangan menjadi sunyi, hanya terdengar suara napas Zakry yang terengah-engah. Papanya tidak berbicara, hanya memandang Zakry dengan mata yang tajam. Zakry merasa tidak nyaman, tapi ia berani mengangkat kepala dan menatap ayahnya.
"Darimana saja kamu!?" Tanya Papanya dengan nada membentak.
Zakry menatap Papanya dengan tatapan dingin. Perasaannya campur aduk. Rasa lelah, kesal, malas, pasrah bercampur menjadi satu. Papanya berdiri dengan postur yang agresif, menatap Zakry dengan mata yang tajam dan penuh kemarahan. Suara Papanya yang berteriak membuat udara di ruangan itu terasa tegang dan tidak nyaman.
Zakry, yang tidak ingin berurusan dengan Papanya, memilih untuk diam dan tidak menjawab pertanyaan ayahnya. Namun, hal ini tidak membuat ayahnya berhenti marah.
"I'm asking you! Bastard!"
Papanya malah semakin marah dan menendang kaki Zakry. Papanya mengangkat kaki dan menendangnya dengan keras, membuat Zakry kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai dengan posisi berlutut. Kaki Zakry terlipat di bawah tubuhnya, dan ia merasa sakit yang tajam di bagian lutut dan paha. Zakry kembali diam, seolah-olah kekerasan itu sudah menjadi hal biasa baginya.
Meskipun Zakry jatuh, ia tidak menunjukkan ekspresi kesakitan ataupun mengeluh. Ia hanya diam, seolah-olah tidak kesal ataupun marah. Namun, ia mengepalkan tangannya dan menatap Papanya dengan tajam, terlihat bahwa ia sebenarnya sangat marah dan kesal.
"For what?mau aku diem atau jawab pertanyaan sampah itu, papa bakalan tetap mukulin aku kan? Papa cuma nyari alasan buat ngelampiasin amarah Papa. I know that,"
Zakry mengakhiri kalimatnya dengan tawa miris.
PLAK!
Satu tamparan melayang di pipi Zakry.
Zakry tidak bergerak atau bereaksi setelah menerima tamparan dari Papanya. Ia hanya diam menunduk ke bawah sambil tersenyum miris. Suasana di ruangan menjadi sangat tegang dan sunyi, hanya terdengar suara napas Papanya yang terengah-engah.
KAMU SEDANG MEMBACA
EX-CRUSH (On Going)
Novela JuvenilHari pertama masuk SMA, Rania bertemu kembali dengan Zakry Mahendra Aldigre, mantan gebetan yang pernah membuat hatinya berdebar-debar, ia tidak menyangka bahwa pertemuan itu akan membawa perubahan besar dalam hidupnya. Seiring berjalannya waktu, me...
