***
Rania membuka matanya, kepalanya masih terasa sakit. Ia bangkit untuk duduk di brankar. Ia melihat sekeliling. Ia menyadari ini bukan di rumah, melainkan UKS. Rania berusaha mengingat kejadian sebelum ia pingsan. Tapi, ia tidak bisa mengingatnya, ingatannya kabur.
Petugas UKS masuk, dan menyadari Rania telah bangun. Rania segera bertanya apa yang terjadi.
"...Maaf Bu, boleh saya bertanya?"
Petugas UKS tersenyum tipis sambil mengangguk tanda setuju.
"Apa yang terjadi sama saya Bu?Kenapa saya bisa disini?"
Tanya Rania dengan suara yang terdengar lemah.
Petugas UKS tersenyum dan menjawab
"Saat kamu menuruni tangga, kamu pingsan. Untungnya seseorang membawamu ke sini."
"Oh yeah. Aku ingat,aku pingsan saat menuju UKS."
Ia ingat alasan mengapa ia bisa berada di sini. Namun, ia tidak bisa mengingat wajah seseorang yang membawanya ke UKS. Ia hanya bisa mengingat wajahnya samar-samar.
"Tapi siapa orang yang ngebawa aku ke sini?" Rania kembali bertanya-tanya.
Ia bertanya kembali ke Petugas UKS.
"Bu, kalau boleh tau. Siapa ya yang bawa saya ke sini?"
Petugas UKS mengernyitkan dahinya, berusaha mengingat-ingat.
"Waduh saya gatau namanya nak. Dia juga ga nitipin salam atau bilang namanya. Setelah ngompres dahi kamu, dia pamit pergi. Intinya dia cowok, tinggi, sama wajahnya ganteng. Mungkin itu pacar kamu?"
Petugas itu tertawa geli di akhir.
Rania tersenyum kikuk mendengar penjelasan petugas UKS.
"Saya ga punya pacar bu."
Petugas itu hanya merespon dengan tersenyum malu.
Rania kembali bertanya-tanya di dalam hati.
"Apa itu Agas ya?"
Untuk membuktikannya, Rania mengambil Handphone miliknya dan menghubungi Agas. Setelah beberapa detik, terdengar suara Agas di seberang.
"HALO RAN! GIMANA KEADAAN LO?" Teriak Agas.
"AGAS. TELINGA GUA BISA BUDEG GARA LO!"
Rania berteriak kembali ke Agas.
"Galak amat neng, maaf. Gue ke sana ya."
"Iya. Kesini aja habis ntar lo sama gue"
"Bodo Amat. Gue gatakut,"
Agas menjawab dengan acuh tak acuh.
Tak butuh waktu lama, Agas telah sampai di depan pintu UKS. Ia memasuki ruangan UKS dan melihat sekeliling, mencari Rania. Ia menemukan Rania, kemudian langsung berlari ke brankar dimana Rania berbaring. Terlihat Rania dengan raut wajah kesal dan tatapan mautnya.
Yang tadinya Agas semangat, nyalinya langsung menciut dan berjalan pelan-pelan mendekati brankar Rania.
"Duduk samping gue sini," Perintah Rania.
"Iya-iya. Kenapa?"
"Gue mau nanya. Yang tadi ngebawa gue ke UKS lo bukan?"
Agas bingung. Bagaimana bisa Rania mengira itu adalah dirinya. Sedangkan Agas saja baru mengetahui Rania sakit saat ia dihubungi oleh Orang Tua Rania.
"Bukan Ran. Gue juga gatau siapa yang bawa lo ke sini. Gue aja baru tau lo di UKS karena bunda hubungin gue."
Rania semakin bingung. Bagaimana bisa Mamanya tahu dia berada di UKS.
"Lah. Gimana ceritanya Mama bisa tau gue di UKS?"
"Petugas UKS kali yang hubungin walkel lo, terus walkel lo hubungin bunda."
KAMU SEDANG MEMBACA
EX-CRUSH (On Going)
Ficțiune adolescențiHari pertama masuk SMA, Rania bertemu kembali dengan Zakry Mahendra Aldigre, mantan gebetan yang pernah membuat hatinya berdebar-debar, ia tidak menyangka bahwa pertemuan itu akan membawa perubahan besar dalam hidupnya. Seiring berjalannya waktu, me...
