-BROKEN PROMISE-

80 6 8
                                        

HELLO!! HAPPY READING ALL💋💋
.
.
.
.

***

"Ran Lo ketinggalan cerita yang menggemparkan banget tadi malam!" Kata Aurel sambil menyenggol pelan lengan Rania.

Ke-empat sahabat itu sedang duduk melingkar di meja pojok belakang, masih sibuk membahas pesta ulang tahun Rania tadi malam.

Rania menaikkan alisnya.
"Cerita apaan Rel?" Tanya—nya penasaran.

"Ah, tunggu ingredients—nya datang, ntar gue kasih tau," Jawab Aurel santai, sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas.

"Ingredients? Jangan-jangan Zakry?"
Rania bertanya-tanya dalam hatinya, entah kenapa nama Zakry terlintas dibenaknya. Mengingat ia tidak datang tadi malam.

"Rel sumpah, jangan bikin penasaran. Cerita sekarang please!" Desak Rania sambil mencondongkan badannya.

Aurel terkikik, puas melihat Rania yang biasanya kalem sekarang mulai gelisah. Rania memang tidak kuat kalau sudah dipancing seperti ini.
"Ya ampun, sabar napa. Lo tuh yang punya pesta kemarin masa ga ngeh sih Ran?" Godanya.

"Justru itu! Aku kan sibuk banget muter sana sini, mana sempat merhatiin sekitar!" Kata Rania, matanya kini menatap Aurel dengan penuh tuntutan.
"Jangan bilang aku doang yang gatau..."

Luna hanya melirik Aira, kemudian terkekeh pelan.
"Ehem... iya sih, cuma lo yang gatau," Sahut Luna.

Rania menoleh cepat ke Aurel, kembali menatapnya dengan penuh tuntutan.

"Sabar kali Ran, ntar lagi juga ingredients-nya datang" Aurel tertawa pelan sambil mengedip nakal.

Rania kembali mengernyit, ia penasaran. Siapa ingredients yang dimaksud Aurel?

Selang beberapa detik, terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah mereka. Dua teman cowok mereka—Raffa dan Zikri ikut duduk bersama mereka.  Zikri, tanpa ragu, menarik kursi dan duduk tepat di samping Aira. Zikri hanya tersenyum kecil, sambil menopang dagu, tanpa sadar bahwa semua pandangan menuju ke arahnya. Suasana berubah menjadi canggung.

"Kenapa diem...? Lanjutinlah obrolannya, kita ga ganggu kan?" Tanya Zikri heran, sambil melirik Raffa.

Luna menggeleng pelan sebagai balasannya.

"Noh ingredients-nya datang," bisik Aurel sambil tersenyum puas.

"Hah siapa? Zikri atau Raffa?" Tanya Rania, ia masih tidak paham akan situasi saat ini.

"DIH! lo kenapa sih? Padahal udah jelas di depan mata!" Aurel tak percaya akan pertanyaan konyol Rania.

Rania menggelengkan kepala, masih tidak mengerti apa yang terjadi. "Apanya yang jelas di depan mata? Kamu bicarain siapa sih?" tanyanya dengan nada yang sedikit kesal.

Aurel menghela napas, seperti mencoba mengendalikan kesabaran. "Zikri, lah! Dia duduk di samping Aira, dan lo masih bingung? Lo ga nyadar ada sesuatu yang aneh?" katanya dengan nada yang sedikit meninggi.

Rania mengikuti arah pandangan Aurel, dan baru sadar bahwa Zikri memang sudah duduk di samping Aira. Dia merasa sedikit malu karena tidak menyadari hal itu sebelumnya.
"Jadi... artinya apa?" Rania menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Aurel menepuk pelan dahinya, kesabarannya menipis mendengar pertanyaan Rania. Aurel kembali menghela napas.
"Heh denger ya Rania Luvly Adishla! Lo liat kan Zikri sama Aira duduk sebelahan, itu karena mereka lagi jalin relationships. Kalo lo masi ga paham gue buang lo ke laut!" Aurel menjelaskan dengan nada sedikit tinggi.

EX-CRUSH (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang