HAPPY READING ALL!!
🎀💭
***
"Ran. Guess what?" suara Aira terdengar antusias, nyaris mengalahkan kebisingan sekeliling.
Lorong sekolah pagi itu dipenuhi siswa-siswi yang berdesakan, suara-suara riuh bersahutan. Beberapa berdiri di depan papan pengumuman, sebagian lagi melonjak kegirangan, dan sisanya hanya bisa menatap nama-nama yang tertempel rapi dengan campuran harap dan cemas.
Di antara keramaian itu, Aira dan Rania berdiri di sekitar papan pengumuman. Mengecek daftar nama siswa yang berada di ponsel milik mereka.
Rania menoleh cepat mendengar suara Aira, alisnya terangkat. Jantungnya mendadak berdetak lebih kencang-entah karena tegang atau terlalu banyak kemungkinan berputar di kepalanya.
"Kita... SEKELAS!!" pekik Aira penuh semangat, hampir melompat saking girangnya.
Rania terdiam sesaat sebelum matanya membulat. "Seriusan?!" serunya, nyaris tak percaya.
Belum sempat napasnya stabil, Aira kembali mendekat dengan ekspresi yang lebih dramatis. "Dan lo mau tau yang lebih GONG-nya?" bisiknya sambil menaikkan alis.
Rania menatap Aira penuh penasaran. "Apa, Ai?"
Aira tersenyum lebar, menahan euforia. "Kita sekelas sama... Zakry!"
Rania sontak membelalakkan mata. Langkahnya sedikit mundur. "Hah?! Gila!" desisnya pelan, tangannya mencubit pipinya sendiri. "Seriusan ini nggak mimpi?"
Aira mengangguk cepat. "Liat aja tuh. Nama lo, nama gue, dan nama dia. Satu baris. Kelas 8.5!" Ucapnya sambil mengangkat ponsel miliknya.
Rania masih berdiri terpaku. Di tengah keramaian lorong yang penuh tawa dan sorak, dunia seolah berhenti sebentar hanya untuknya. Zakry dan dirinya satu kelas.
Dan hatinya langsung bergetar. Apa benar ini bukan mimpi? Rania masih tak mempercayai ini semua.
***
Rania dan Aira berjalan pelan sambil celingukan memasuki kelas baru mereka, kelas 8.5. Kelas mereka berada di ujung lorong. Suasana kelas itu terasa sangat canggung.
Aira menunjuk tempat duduk barisan depan dekat jendela.
Dengan cepat Rania dan Aira berjalan menuju kesana, menaruh tas dan duduk berdampingan. Rania menatap ke sekeliling. Beberapa wajah sudah dikenalnya dari kelas tujuh, tapi sebagian lagi terasa asing. Namun matanya secara refleks mencari satu sosok tertentu.
Dan... di barisan tengah, duduklah Zakry.
Dia terlihat santai, berbicara dengan Zikri dan temannya yang lain, sambil sesekali tertawa kecil. Rambutnya sedikit acak-acakan, dan dia mengenakan sweater hitam tipis di atas seragamnya-ciri khasnya yang dari dulu tidak berubah
Teman-temannya mengelilingi Zakry. Sangat berbeda dengan Rania yang tak pernah dikelilingin teman-teman dengan suasana hangat penuh tawa.
Rania tidak populer, ia hanya siswi biasa. Temannya tidak banyak, lingkup pertemanannya kecil. Ia hanya banyak mengenal orang. Ia lebih suka sendirian, tapi Rania tidak suka merasa kesepian. Rania tidak mudah bergaul dan ia introvert.
KAMU SEDANG MEMBACA
EX-CRUSH (On Going)
Fiksi RemajaHari pertama masuk SMA, Rania bertemu kembali dengan Zakry Mahendra Aldigre, mantan gebetan yang pernah membuat hatinya berdebar-debar, ia tidak menyangka bahwa pertemuan itu akan membawa perubahan besar dalam hidupnya. Seiring berjalannya waktu, me...
