-TAMAN, BINTANG, MALAM ITU-

89 9 8
                                        

Happy Reading All !!
-
-
-
-
-

***

Zakry dan Rania berjalan beriringan menuju meja tempat teman-teman mereka duduk. Langkah keduanya pelan, membawa aroma makanan yang masih hangat di tangan masing-masing. Dari jauh, suara tawa Aurel dan Luna bercampur riuhnya kantin yang penuh.

Begitu sampai, mata Rania langsung tertuju pada kursi kosong di sebelah Luna-kursi yang tadi ia tinggalkan. Tanpa pikir panjang, ia melangkah sedikit lebih cepat untuk menempatinya. Tak disangka, di saat bersamaan Zakry juga sempat mengarahkan langkah ke kursi itu. Namun, melihat Rania lebih dulu duduk, ia hanya berhenti sejenak, lalu tanpa protes memilih kursi di sebelah Rania.

"Eh kalian tau ga," suara Aurel memecah suasana, pura-pura santai.
"Katanya kita bakal study tour akhir bulan ini"

"Seriusan?" Luna langsung menoleh antusias.

"Kemana?" Raffa yang sejak tadi sibuk mengaduk jusnya ikut menyahut,

"Denger-denger sih ke Bandung. Tapi belum fix, masih wacana," jawab Aurel.

"Kalau ke Bandung, berarti nginep dong?" Aira menimpali sambil tersenyum penuh arti.

Luna mengangguk cepat. "Iya, biasanya sih gitu."

Rania hanya menunduk, menusuk-nusuk potongan ayam di piringnya. Di sebelahnya, Zakry duduk tenang sambil sesekali menyesap minumnya. Meski tak banyak bicara, ia beberapa kali melirik singkat, seakan memastikan Rania baik-baik saja.

Obrolan di meja terus bergulir ringan. Dari sekadar menebak-nebak tujuan study tour, bercanda soal siapa yang bakal satu bus dengan siapa, sampai komentar receh tentang makanan kantin yang katanya makin mahal.

Sesekali, Rania ikut tertawa, meski pikirannya tak sepenuhnya ada di sana.

Hari itu berlalu seperti biasa. Riuh, penuh tawa, seakan tak ada yang perlu dipikirkan lebih jauh.

***

Pagi itu, halaman sekolah sudah dipenuhi suara riuh. Suara koper-koper berderit, ransel yang digendong tergesa, juga sapaan murid-murid yang bersemangat. Deretan bus pariwisata berwarna biru tua terparkir rapi di lapangan sekolah, pintunya terbuka menunggu para penumpang naik satu per satu.

Udara masih sejuk, tapi suasana justru terasa hangat-penuh kegaduhan khas anak sekolah yang hendak berangkat study tour.

Di antara kerumunan itu, Rania menarik koper kecilnya sambil sesekali menoleh, mencari wajah-wajah yang familiar.

Rania akhirnya melihat Aira melambaikan tangan dari dekat bus, bersama Aurel dan Luna yang sudah lebih dulu berkumpul. Di sisi lain, Zikri dan Raffa yang sudah hadir duluan tampak sibuk bercanda sambil menyeret tas masing-masing.

"Rania! Sini!" seru Aira sambil setengah berteriak.

Rania tersenyum kecil, langkahnya dipercepat. Begitu sampai, ia langsung disambut pelukan singkat dari Luna.

"Kok lo telat sih? Untung aja busnya belum berangkat! Bisa-bisa ketinggalan lo," tanya Luna penasaran.

Mendengar itu, Rania hanya nyengir.
"Hehe. Tadi mobil aku agak bermasalah, makanya lama."

"Kirain karena lo lama dandan!" ujar Luna sambil tertawa pelan.

"Enggaklah, aku mah udah siap dari subuh," jawab Rania sambil tertawa bangga.

EX-CRUSH (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang