HEI HOO!! I'M BACK!! UHUYY
Jangan jadi silent readers ya...
Pencet juga bintangnya jangan lupa!!
Yang komen dan vote ntar dapat cium dari aku😗🤭😜😜
Happy reading!!
***
Lengang, itulah kata yang menggambarkan kelas X.1 saat ini. Ruang kelas yang biasanya ramai dengan suara-suara riang dan tawa siswa, kini terasa sunyi dan kosong. Meja-meja belajar yang biasanya dihiasi notes dan buku-buku pelajaran, kini terlihat rapi dan bersih.
Rania duduk sendirian di bangkunya, sambil melihat sekelilingnya. Ia merasa kesepian, tapi disisi lain, ia juga merasa bahagia dan nyaman. Ia dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman.
Kala itu adalah mata pelajaran Olahraga. Semua siswa, kecuali Rania, berada di lapangan. Rania merasa tidak enak badan saat itu, sehingga ia memilih untuk mengambil izin tidak hadir pada jam pelajaran Olahraga. Mungkin Rania masuk angin, efek berada di luar terlalu lama saat hujan.
Rania memilih beristirahat di kelas, karena ia merasa tidak perlu ke UKS. Toh, dia sudah minum obat yang diberikan oleh Petugas UKS tadi pagi. Rania membenamkan wajahnya di atas meja, ia merasakan kantuk yang berat. Mungkin karena efek samping obat yang telah ia minum.
Baru saja ia memejamkan matanya, tiba-tiba terdengar suara pintu kelas yang dibuka, dan langkah kaki seseorang yang mendekatinya. Rania membuka matanya dan mendapati seseorang berdiri di sampingnya. Rania mengangkat kepalanya dan melihat wajah yang familiar itu.
"Hei, Ran?" Panggil Zakry lembut, dengan raut wajah yang khawatir.
Rania terperangah, senyum terukir di bibirnya. Ia senang melihat bahwa seseorang itu adalah Zakry. Sepertinya, ia kembali jatuh hati dengan cowok itu. Benar-benar, Rania kembali mencari penyakit.
"Eh, hai. Kok kamu ga di lapangan?"
"How's your feeling?" Zakry bertanya balik, sambil duduk di samping Rania.
Rania tersenyum mendengar pertanyaan Zakry.
"Baik, kok."
Zakry menghela napas, ia menatap Rania. Tangannya bergerak menuju dahi Rania, dan Ia memeriksa suhu tubuhnya. Rania kembali terperangah, tapi tidak menarik diri. Ia membiarkan Zakry memeriksa suhu tubuhnya.
"Badan lo hangat." Ucap Zakry, tangannya masih berada di dahi Rania.
Rania menarik tangan Zakry dari dahi Rania. Ia memperhatikan tiap sudut wajah Zakry. Memperhatikan bekas luka yang telah memudar di wajahnya. Ia kembali teringat kejadian kemarin malam. Ia merasa lega karena Zakry telah kembali sepenuhnya.
"Cuma masuk angin, ga parah kok. Kamu sendiri gimana perasaannya? Gimana keadaan kamu?" Tanya Rania dengan was-was.
"Gue gapapa, udah baikan kok. Anyways that monster already gone."
Rania tersenyum lega mendengar jawaban Zakry.
"I feel guilty," Zakry menundukkan wajahnya, ia tidak berani menatap Rania.
"Kenapa?" Tanya Rania bingung.
"Lo masuk angin pasti karena gue, kemarin malam kan lo nemenin gue di halte bus."
Rania terkejut mendengar perkataan Zakry. Ia tidak menyangka Zakry merasa bersalah atas kondisinya.
"Hei, aku cuma masuk angin, udah minum obat juga. Kenapa kamu ngerasa bersalah? Lagian, aku nemenin kamu juga karena kemauan aku sendiri. No need to feel guilty, Zak." Kata Rania.
KAMU SEDANG MEMBACA
EX-CRUSH (On Going)
Novela JuvenilHari pertama masuk SMA, Rania bertemu kembali dengan Zakry Mahendra Aldigre, mantan gebetan yang pernah membuat hatinya berdebar-debar, ia tidak menyangka bahwa pertemuan itu akan membawa perubahan besar dalam hidupnya. Seiring berjalannya waktu, me...
