20

871 93 0
                                        

Malam semakin menunjukkan kehadirannya, bahkan bulan dan bintang bersinar dengan sangat terang saat ini. Seperti yang semua keluarga lakukan saat acara camping, saat ini mereka semua sedang melakukannya, ada yang memasak daging, menyalakan api unggun membuat sup dan makan lainnya dan ada yang menyetel lagu agar malam itu tidak sunyi bagi mereka semua.

Yang bertugas membakar daging adalah jaemin, saat ini pria Na itu sedang fokus dengan pekerjaannya sedangkan renjun dan Haechan asyik bernyanyi tidak jelas. Jaemin sesekali melirik pada tunangannya yang sangat menggemaskan itu.

"Hyung, jangan hanya melihat renjun ge, kau bisa membuat semua daging itu gosong." Ucao sungchan yang tiba-tiba datang. Dan jaemin hanya menatap datar adik sepupunya itu.

"Kenapa Hyung, aku kan hanya mengatakan apa yang ada di pikiranku." Ucap sungchan terbata.

"Jaemin Hyung, aku pinjam sungchan dulu, dia harus menyalahkan api unggun." Ucap shotaro merangkul sungchan dan membawanya pergi dari hadapan jaemin, sedangkan jaemin tetap mempertahankan wajah datarnya dan melanjutkan acara membakar dagingnya.  Tak lama jenopun mendekat pada nya dan berdiri disebelahnya.

"Ada yang bisa ku bantu jaemin?"

"Tolong ambilkan piring untuk mengangkat daging yang sudah matang ini." Ucap jaemin dan jeno langsung pergi mengambil beberapa piring yang dibutuhkan oleh sahabatnya itu.

Tak lama setelah kepergian jeno, renjunpun mendekat dan memeluk pinggang jaemin tak lupa menyelipkan kepalanya diantara tangan dan ketiak jaemin.

"Sudah selesai nyanyi nya?" Ucap jaemin lembut sembari tangannya sibuk membalik daging.

"Sudah, aku lelah. Apa masih banyak Nana?"

"Hmm, kau pergilah duduk disana, setelah selesai aku akan menyusul."

"Baiklah, berikan aku sesuap." Ucap renjun membuka mulutnya, jaeminpun tersenyum lalu mengambil daging yang sudah cukup matang dan meniupnya lalu menyuapi renjun.

"Hmm, enak sekali. Nana terbaik." Ucap renjun sembari mengunyah dan diapun segera duduk ditempat yang kosong.

Yangyang yang memang sudah duduk sejak tadi bersama dengan Daehwi hanya menatap malas renjun.

"Ada apa dengan tatapanmu itu?" Datar renjun.

"Aku hanya malas melihat tingkah mu dan jaemin. Kalian sangat menyebalkan saat telah berbaikan." Ucap yangyang ketus.

"Yangyang, jangan begitu." Ucap daehwi.

"Daehwi, tak perlu membelanya, lagian kalau kau mengenal keduanya sejak lama, kau pasti akan sangat muak pada keduanya." Ucap yangyang kesal.

"Terserah kau saja, lagian aku yakin kau hanya cemburu, saranku cari kekasih segera." Ucap renjun dan diapun lari dari sana.

"Ya! Aku akan pastikan membunuhmu!" Kesal yangyang sedangkan daehwi hanya bisa tertawa kecil karena mereka menggemaskan.

Disaat bersamaan, keduanya merasakan seseorang yang mendekat dan melihat kearah kanan dari daehwi, keduanya terdiam melihat Samuel yang berdiri dengan wajah datarnya.

"Ada apa oniichan?" Ucap yangyang pelan.

"Aku pinjam daehwi dulu." Ucap Samuel lalu menggandeng tangan daehwi dan membawanya pergi begitu saja. Yangyang hanya menatap malas lalu menghembuskan nafas beratnya karena dia merasa ditinggalkan oleh beberapa teman yang sudah memiliki tunangan.



Sedikit jauh dari tenda samuelpun menghentikan langkahnya membuat daehwi juga ikut berhenti dan samuelpun melepaskan pegangan tangannya dan berbalik seketika.

"Ada apa oniichan?" Ucap daehwi sedikit takut bahkan sampai menundukkan kepalanya.

"Aku hanya ingin minta maaf padamu." Datar Samuel.

"Ne?" Bingung daehwi sembari mengangkat kepalanya dan menatap Samuel.

"Aku cukup kurang baik dalam bersikap padamu, maaf karena aku masih belum bisa menerima status kita yang sebentar lagi akan berbeda, tapi aku akan berusaha menerimanya saat ini"

"Tak masalah oniichan, lagian aku mengerti, ini terlalu tiba-tiba."

"Mianhe."

"Gwanchana oniichan." Ucap daehwi dan samuelpun menatapnya lalu mendekat selangkah ke arah daehwi lalu menggenggam kedua tangannya dan menatap mata itu.

"Kau mau bukan saling membantu dalam hubungan kita nantinya? Aku berjanji akan melindungimu dan menjadi tempat kau bersandar dari jahatnya dunia ini." Daehwi melihat kedalam mata Samuel, dimana tidak ada kebohongan disana dan daehwi pun langsung memeluk calon tunangannya itu.

"Makasih oniichan. Makasih karena sudah mau menerimaku hiksss..." Samuel yang mendengarnya lantas membalas pelukan daehwi dan mengelus punggungnya.

"Oniichan akan melakukan semuanya dan menjadi yang terbaik. Oniichan berjanji."

































#####

Black Love (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang