Nohyuck tengah menikmati suasana dengan saling bergenggaman, mereka benar-benar menikmati semua hal yang mengalir, dan Haechan juga dibuat semakin berdebar oleh tunangannya itu, hingga dia percaya kalau perasaannya pada Mark sebelumnya hanyalah sebuah ke kaguman bukan perasaan suka. Sepertinya ini juga moment yang pas mengatakan semuanya pada jeno, agar tak ada kesalahpahaman nantinya.
Haechan menghentikan langkah kakinya membuat jeno juga ikut menghentikan langkah kakinya dan menatap bingung Haechan.
"Ada apa Haechan?"
"Ada yang aku ingin katakan padamu. Karena aku tak ingin ada kesalahpahaman kemudian hari."
"Ada apa? Katakan saja."
"Aku—aku—" gugup Haechan.
"Tak perlu gugup Haechan, aku akan mendengarkan dan tidak akan marah padamu sama sekali."
"Apa kau yakin? Aku takut kau akan mendiamiku setelah ini." Ucap Haechan cemas dan jeno hanya tersenyum dibuatnya.
"Kalau begitu ayo kita berjanji, aku tak akan mendiamimu." Ucap jeno sembari mengulurkan jari kelingkingnya untuk membuat perjanjian kelingking dengan tunangannya itu. Haechan dengan ragu melakukan janji kelingking itu lalu diapun menunduk karena tak mampu menatap wajah tunangannya itu.
"Ada apa Chan?"
"Sebelumnya aku pernah menyukai Mark Hyung. Bahkan sampai kita bertunangan saat itu." Jeno hanya tertawa mendengar pernyataan Haechan, membuat sang empu menatap bingung tunangannya itu.
"Kenapa kau tertawa? Aku sedang tak bercanda Lee jeno."
"Kenapa? Aku tahu kau sedang tak bercanda kok."
"Lalu kenapa kau tertawa?"
"Aku tahu kau menyukai Mark Hyung kok." Haechan membulatkan matanya kaget.
"Jangan begitu, lagian aku sangat tahu kalau kau hanya kagum dengan Mark Hyung, bukan menyukainya. Hanya saja kau yang mengira kalau perasaan mu pada Mark Hyung adalah perasaan yang spesial." Ucap jeno sembari merapikan rambut Haechan yang berterbangan.
"Kau tidak marah jeno?" Ucap Haechan menatap tunangannya itu. Jeno lantas tersenyum manis hingga matanya ikut tersenyum juga.
"Tentu saja tidak sayang." Ucap jeno, mendengar panggilan itu haechanpun memerah malu dan langsung menubruk jeno dan memeluknya erat yang dengan senang hati dibalas oleh jeno.
"Ekhem!" Keduanya lantas melepaskan pelukannya dan menatap kesal pada kembaran jeno itu.
"Kenapq Haechan? Kau seperti ingin membunuhku saja."
"Aku memang akan membunuhmu." Ucap Haechan bersedia. Yangyang lantas langsung berlari.
"YA! JANGAN LARI KAU YANGYANG!" Teriak Haechan mengejar Yangyang.
"AARRRGGGG! LEE JENO CEPAT TANGKAP TUNANGANMU!" Teriak Yangyang tak kalah kuat sedangkan jeno hanya berjalan santai menikmati Haechan yang mengejar Yangyang saat ini.
Sementara itu di tenda jaemren, terlihat jaemren yang berbaring diatas tempat tidur, bahkan renjun sudah tertidur nyenyak di pelukan jaemin. Jaemin hanya tersenyum melihat betapa cantik dan menggemaskannya renjun saat tengah tertidur. Ah bukan deh, renjun benar-benar menggemaskan saat melakukan ataupun tidak melakukan apapun.
Jaemin lantas merapikan anakan rambut renjun secara perlahan agar tak mengganggu tidur tunangannya itu. Tapi, renjun menggeliat dan diapun semakin masuk kedalam pelukan jaemin, bahkan memeluknya erat sembari menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher sang dominan.
"Jangan menggangguku Na Jaemin. Aku sangat mengantuk." Racau renjun dan itu membuat jaemin terkekeh pelan lalu mempuk-puk pelan pantat renjun hingga tak lama dia mendengar dengkuran halus yang menandakan tunangannya telah menyelam ke alam mimpi. Setelahnya diapun menaikkan selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua dan ikut menjemput alam mimpi seperti renjun.
Sementara itu sungchan terlihat tengah duduk di kursi tepi sungai yang tenang itu, sebelum ketenangannya di usik oleh shotaro yang datang dan duduk sembari merangkulnya. Membuatnya hanya menatap malas teman masa kecilnya itu.
"Kenapa kau sendirian disini? Apa kau sedang galau Jung Sungchan?"
"Berhenti sok tahu begitu."ketus sungchan.
"Memangnya aku salah? Atau wanita itu benar-benar kekasihmu ya?" Penasaran shotaro.
"Apa maksudmu?"
"Itu siapa sih namanya, aku lupa. Yang menempel padamu terus itu." Ucap shotaro.
"Jangan asal. Kau benar-benar menggangguku." Datar sungchan lalu diapun melepaskan rangkulan shotaro dan pergi begitu saja. Sedangkan shotaro hanya mengangkat kedua bahunya dan melihat pemandangan sekitar sungai yang memang indah, orangtua mereka sangat tahu tempat yang seperti ini.
#####
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Love (jaemren)
FanfictionNa Jaemin adalah anak satu-satunya keluarga mafia Na yang terkenal tidak tersentuh dan sangat bucin pada sang tunangan yang dijodohkan dengannya, Nakamoto Renjun, anak kedua dari mafia terkenal di Jepang. juga disertai perjalanan cinta anak bungsu k...
