24

648 80 0
                                        


Jaemin kembali ke mansion utama Na dan dia hanya melihat sang ibu yang duduk sendirian di ruang tengah sembari menonton televisi membuat kernyitan di dahinya muncul karena tak melihat keberadaan tunangannya itu.

"Kau dari mana saja jaem?" ucap taeyong menatap anak semata wayangnya itu dengan tatapan tajam.

"Ada urusan sebentar tadi mom. Dimana injunie?"

"Dia mengatakan kalau dia sangat mengantuk jadi mommy membiarkan dia tidur di dalam kamarmu." ucap taeyong.

"Baiklah. Kalau begitu aku akan ke kamar dulu." ucap jaemin berlalu begitu saja. Taeyong lantas melihat anaknya yang naik ke lantai dua.

"YA! JANGAN MELAKUKAN HAL ANEH-ANEH, KALAU KAU TIDAK MAU YUTA MEMISAHKAN KEPALA DAN BADANMU!" Teriak taeyong tapi tak ada tanggapan dari anaknya itu. Membuat taeyong hanya mendengus karena ntah kenapa anaknya itu sangat mirip dengan suaminya. Menyebalkan sekali. Dia bersumpah kalau nanti cucunya akan lebih mirip dengan menantunya agar anaknya tahu rasanya menjadi dia.

Ceklek!

Jaemin membuka pintu kamarnya dan dia pun melihat renjun yang tidur membelakangi pintu kamarnya, lalu dia pun mendekat dan dia meletakkan tas nya diatas sofa yang ada didalam kamar itu lalu dia pun mendekat pada renjun dan melihat tunangannya yang tidur dengan nyaman itu.

Renjun sebenarnya tidak tidur dia hanya berpura-pura walaupun dia sebenarnya mengantuk. Habisnya dia kesal pada tunangannya yang meninggalkannya di mansion milik keluarga Na itu dan pergi tanpa mengatakan apapun padanya.

Jaemin tersenyum kecil karena dia tahu kalau renjun hanya pura-pura tidur dan itu sangat menggemaskan baginya. Sebenarnya semua yang dilakukan oleh tunangannya itu benar-benar sangat menggemaskan.

Jaemin mendekatkan dirinya dan benar saja renjun langsung ingin mencekiknya tapi jaemin lebih dulu menahan pergerakan sih manis itu dan mengukung tubuh yang lebih mungil.

"Apa yang kau lakukan sayang?"

"Justru itu yang ingin aku tanyakan padamu. Apa yang kau lakukan sampai pergi tanpa mengatakan apapun? Apa yang kau sembunyikan dari ku." kesal renjun.

"Tidak ada sayang." ucap jaemin tersenyum.

"Aku tidak percaya padamu. Kau pembohong. Pasti ada yang kau sembunyikan. Ayo. Mengaku " ucap renjun menuntut dan jaemin hanya tersenyum karena tuduhan tidak benar dan tanpa bukti yang dilakukan oleh tunangannya itu.

Cup.

Renjun menatap kesal karena jaemin menciumnya.

"Jangan cium-cium kau bangsat." ucap renjun kesal.

Cup.

"Jangan berbicara kasar sayang. Aku tidak suka. Lagian aku tak selingkuh sayang, hanya tadi ada urusan sebentar. Makanya aku meninggalkanmu dengan mommy, apalagi mommy sepertinya sangat merindukan menantunya." ucap jaemin dan renjun masih mempoutkan bibirnya karena kesal jaemin meninggalkannya.

"Jangan marah lagi. Aku tahu kau ini sudah benar-benar mengantuk sayang. Kenapa tidak tidur saja?"

"Habisnya kau pergi. Aku kan tidak bisa tidur kalau tidak di puk puk atau dipeluk." rengek renjun yang memang cepat berubah-ubah dan itu bukan hal aneh karena semuanya juga sudah terbiasa apalagi jaemin.

"Baiklah, bayi rubah ku sayang." ucap jaemin lalu dia pun tidur disebelah tunangannya itu lalu membawa renjun kepelukannya membuat sang empu langsung menyamankan diri di pelukannya dan menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher jaemin. Jaemin hanya tersenyum dan dia pun mengelus punggung sempit tunangannya itu tak lupa mem puk-puk pantat tunangannya itu layaknya menidurkan seorang bayi. Karena baginya renjun tetaplah seorang bayi. Bayi besar baginya. Sungguh kebucinan oknum bernama Na jaemin tak bisa dikendalikan lagi. Berdoalah renjun akan bertahan dengannya, kalau tidak ntah apa yang akan terjadi.




















#####

Black Love (jaemren)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang