8

1.3K 148 1
                                        

Keesokan paginya keluarga Nakamoto sedang sarapan bersama termasuk daehwi.

"Jadi kapan acara pertunangan Samuel oniichan dan daehwi Hyung otusan?" Ucap asahi menatap Yuto.

"Kita akan tunggu daehwi sehat dulu. Mengerti Asahi?"

"Iya otusan." Ucap asahi tersenyum.

"Apa daehwi nantinya akan masuk kesekolah yang sama denganku Paman?" Ucap Jung woo yang memang akan mulai sekolah dua hari lagi.

"Ya." Ucap yuta datar.

"Aku duluan ma, otusan, ojisan, Mama wooseok, samchun, imo, Hyung, ge, taro. Semuanya. Nana sudah menunggu di depan. Bye!" Ucap renjun lalu mengecup pipi yuwin dan pergi begitu saja.

"Lihat anak itu, dia sangat bahagia karena tunangannya menjemput." Ucap Taemin menggelengkan kepalanya.

"Mereka hampir tak bisa dipisahkan Hyung." Ucap winwin tersenyum.

"Kau benar juga." Ucap Taemin.

"Ge? Kau dijemput Dery ge juga?" Ucap taro menatap dejun.

"Iya, bentar lagi dia akan sampai. Jadi, Gege sarapan aja dulu yang kenyang." Ucap dejun makan dengan santai.

"Aaa."

"Kalian sudah siap? Ayo cepat, oniichan akan pergi." Ucap Samuel datar lalu diapun langsung pamit begitu saja. Taro langsung meminum susunya dan pergi mengejar Samuel, begitu pula dengan ketiga adik kandung Samuel.

"Maafkan dia ya sayang." Ucap wooseok menatap daehwi.

"Tidak masalah im-"

"Mama. Mulai sekarang panggil aku Mama. Mengerti?" Ucap wooseok memotong perkataan daehwi.

"Ne " angguk daehwi.

"Kau tenang saja, Samuel memang seperti itu tapi dia sangat baik dan penyayang." Ucap Jung woo.

"Ne Hyung " Ucap daehwi.

"Kau juga harus istirahat dan makan yang banyak. Mama, otusan, semuanya. Aku duluan, dery sydag sampai." Ucap dejun lalu mengecup yuwin dan pergi.

"Makanlah yang banyak sayang." Ucap winwin tersenyum pada daehwi dan hanya diangguki oleh daehwi.
















At. School.

Renjun turun setelah jaemin membukakan pintu mobilnya. Lalu jaemin tak lupa menggenggam tangan renjun, bersamaan dengan itu, Samuel, taro, Yangyang, winter, Haechan, jeno, Hendery, dejun sungchan dan Mark sampai.

"Renjun." Ucap Haechan yang berada di hadapannya.

"Hmm?"

"Bisa kita bicara berdua. Ah maksud ku bertiga dengan Yangyang." Ucap Haechan yang merasa canggung karena sedari tadi jeno menatapnya dalam diam.

"Oke. Bolehkan Nana?" Ucap renjun menatap jaemin.

"Sebentar saja." Ucap jaemin datar sembari menatap renjun.

"Hmm, makasih Nana." Ucap renjun tersenyum lalu mengecup pipi jaemin setelah sedikit berjinjit dan pergi dengan Haechan dan Yangyang. Mereka yang sudah tau biasa saja dengan hal itu, karena memang jaemren seperti itu sejak lama.

"Kami duluan semuanya." Ucap winter lalu menarik taro pergi lebih dulu.

"Kau langsung ikuti mereka ke kelas sungchan. Kalian sekelas bukan? Sekalian antar winter lebih dulu." Ucap jaemin datar dan sungchan hanya melakukan apa kata jaemin tanpa menolak sedikitpun.

"Ada apa dengan wajahmu jeno?" Ucap Mark menatap jeno.

"Tidak Hyung." Ucap jeno.

"Jeno bisa kita bicara berdua?' Ucap Dery.

Black Love (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang