Jaemin hanya diam sejak di jalan sampai mereka berdua berada di apartemen pribadinya itu, renjun yang tau kalau jaemin masih menahan amarahnya lantas menahan jaemin yang akan berjalan kearah kamar lalu diapun menariknya sedangkan jaemin hanya mengikuti saja lalu diapun mendudukkan jaemin di sofa lalu diapun duduk di pangkuannya. Sebenarnya renjun ingin marah karena ini sama dengan mereka yang bolos seketika.
"Nana? Kenapa kau marah hmm?"
"Dia hampir saja menamparmu tadi. Aku tak akan membiarkan siapapun menyentuhmu apalagi berbuat kasar padamu" Ucap jaemin dan renjun yang mengelus kepala jaemin.
"Tapi kan tidak jadi Nana, lagian kau juga sudah menahannya." Ucap renjun.
"Tetap saja." Ucap jaemin menatap renjun.
"Aku baik-baik saja nana. Kau mengerti bukan?" Ucap renjun tersenyum.
"Tetap saja aku tak mau kau kenapa-napa." Ucap jaemin cemberut dan renjun benar-benar dibuat tersenyum karena melihat ekspresi jaemin yang akan beragam hanya jika padanya saja.
Cup.
Jaemin menatap renjun yang tersenyum setelah mengecup bibirnya.
"Sayang?" Rengek jaemin.
"Kali ini apa lagi Nana?"
"Bukan begitu jika ingin menciumku." Rengek jaemin dan renjunpun mendekatkan kembali wajahnya untuk mencium tunangannya dengan tangan jaemin yang menahan tengkuknya.
At. School.
Jam istirahat telah berbunyi membuat semua murid menuju kantin begitu pula dengan nohyuck, Yangyang, daehwi, xiaodery, Mark, Jung woo, dan Samuel juga sungtaro.
"Dimana renjun?" Ucap Jung woo membuat samuel,shotaro dan dejun sadar kalau renjun dan jaemin memang tak ada.
"Aku juga baru sadar kalau renjun tak ada, apa dia dan jaemin tak pergi ke kantin?" Ucap dejun.
"Mereka bolos ge, tadi wanita yang ditampar jaemin hari itu, hampir menampar renjun tapi ditangkis oleh jaemin bahkan dia mendorongnya, kurasa tangannya terkilir." Ucap Haechan.
"Benar ge, dan setelahnya Jaemin malah menggendong renjun dan membawanya pergi, alias mereka bolos." Ucap Yangyang. Dan semuanya hanya mengangguk karena mengerti dengan sifat posesif dan buchin milik Na Jaemin terhadap Nakamoto Renjun itu.
"Paling mereka sekarang berada di apartemen pribadi jaemin." Ucap jeno.
"Kau tau dimana?" Ucap Samuel datar menatap jeno.
"Iya oniichan. Bahkan kami semua tau, mungkin hanya kalian yang tak tau juga daehwi." Ucap jeno.
"Kalau begitu, setelah pulang sekolah. Ayo kesana." Ucap Samuel.
"Ne." Ucap jeno karena dia dapat melihat kalau mood Samuel sangat berbeda saat ini, dari pada nanti terjadi pertengkaran karena dia tak mau mengantarkannya kesana.
"Kalian semua juga akan ikut " Ucap Samuel datar dan semuanya hanya menganggukkan kepala mereka.
Beberapa jam kemudian, semua murid sekolah menengah itu sudah pulang dan merekapun langsung menuju apartemen pribadi jaemin. Setelah bebetapa menit, merekapun sampai dan Samuel adalah orang yang membunyikan bell unit apartemen itu.
Ding! Dong!
Ceklek.
Renjun menatap kaget Samuel dan yang lainnya begitu pula mereka semua yang kaget melihat keadaan renjun yang saat ini memakai baju kaos kebesaran berwarna putih dengan celana pendek sepaha.
"Oniichan? Semuanya?" Kaget renjun.
"Kau tak akan membiarkan kami masuk." Ucap Samuel datar. Lalu renjunpun mempersilahkan semuanya masuk. Bahkan jaemin yang keluar dari kamar kaget tapi tetap berwajah datar melihat kedatangan semuanya. Dan seketika dia kembali kekamar dan kembali dengan membawa selimut. Lalu diapun mendekat pada renjun yang telah duduk dengan yang lainnya setelahnya diapun menutupi paha renjun dengan selimut.
"Kenapa kalian kemari?" Datar jaemin.
"Apa yang kau lakukan pada adikku? Apa kalian sudah melakukan hal yang aku pikirkan?" Ucap Samuel datar.
"Tidak oniichan. Itu tidak benar, aku baru saja selesai mandi dan hanya pakaian Nana yang ini yang sesuai dengan tubuhku." Ucap renjun.
"Aaa. Sudahlah Samuel kau aneh sekali. Lagian jika mereka memang sudah melakukannya tinggal menikahkan keduanya saja." Ucap Jung woo tersenyum. Sedangkan jaemin hanya diam dengan wajah datarnya.
"Haechan kenapa tak pulang? Bukankah malam ini acara pertunangan kalian?" Ucap renjun mengalihkan pembicaraan.
"Aku tidak akan sibuk renjun, lagian acaranya juga di gedung." Ucap Haechan kesal.
"Yah siapa tau saja, bukannya kau harusnya mencoba tuxedo?"
"Aku sudah." Ucap Haechan.
"Lalu selain karena Samuel oniichan ingin kemari, kenapa kalian semua ikut?"Ucap jaemin datar.
"Itu kareba kami disuruh oleh Samuel oniichan Hyung." Datar sungchan sedangkan daewhi hanya diam karena aura hitam yang keluar dari jaemin yang tak mau diganggu, dari Samuel yang memang sejak kedatangannya ke mansion Nakamoto sudah memiliki aura hitam, dan dari sungchan yang sepertinya tak suka ikut campur.
"Sudahlah Nana tak masalah. Lagian seru dong kalau kita semua kumpul."Ucap renjun tersenyum lalu diapun melingkarkan tangannya pada pinggang jaemin dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang jaemin. Sedangkan jaemin langsung mengelus kepala sang tunangan.
####
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Love (jaemren)
Hayran KurguNa Jaemin adalah anak satu-satunya keluarga mafia Na yang terkenal tidak tersentuh dan sangat bucin pada sang tunangan yang dijodohkan dengannya, Nakamoto Renjun, anak kedua dari mafia terkenal di Jepang. juga disertai perjalanan cinta anak bungsu k...
