Jam istirahat pun berbunyi dan seperti biasa Sungchan akan keluar dengan wajah datarnya meninggalkan shotaro begitu saja. Membuat shotaro juga buru-buru dan akan mengejarnya tapi tangannya di pegang oleh seseorang yang membuatnya bingung lalu menatap anak baru di kelas itu dan melepaskan tangannya.
"Ada apa?" datar shotaro.
"Aku masih baru disini. Jadi, apa bisa kita ke kantin bersama?" ucap Guan Lin. Karena sekarang dia harus semakin dekat dengan orang yang memungkinkan dia bisa menuju rencananya untuk membawa daehwi dari sini.
"Baiklah. Ayo." ucap shotaro berjalan lebih dulu diikuti oleh Guan Lin yang bersmirk dibelakangnya.
"Setidaknya, aku harus mendekat pada semuanya. Terutama pada keluarga Nakamoto ini." batinnya.
At. Kantin.
Jaemren, nohyuck, xiaodery, mark, jung woo, Samuel, daehwi, winter dan yangyang sudah berada di meja biasa tempat mereka duduk. Bahkan sudah dengan makanan masing-masing di hadapan mereka. Disaat bersamaan, mereka melihat Sungchan yang masuk ke kantin sendirian membuat tanda tanya besar pada semuanya.
"Tumben Sungchan sendirian? Biasanya shotaro akan mengekorinya setiap di sekolah." bingung yangyang.
"Dimana dia?" bingung jung woo.
"Mungkin taro sedang ke toilet makanya Sungchan duluan." ucap daehwi yang berpikiran positif. Hingga mereka melihat Sungchan mendekat dengan makanan miliknya lalu duduk dengan wajah datarnya.
"Dimana shotaro? Bukannya kalian sekelas? Tumben shotaro tidak ikut denganmu." ucap winter.
"Ntah." datar Sungchan.
"Kalian bertengkar?" ucap renjun menatap Sungchan. Dan sang empu hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Sungchan. Jawab tunanganku dengan benar." datar jaemin. Renjun hanya mengelus tangan jaemin dan memberikan senyuman tanda dia tak mempermasalahkan hal ini sama sekali.
"Itu shotaro, tapi dia dengan siapa?" ucap haechan melihat ke arah pintu masuk kantin membuat yang lainnya juga melihat kearah yang sama.
"Wah sepertinya shotaro sedang pendekatan dengan seseorang. Adik kalian sudah dewasa ge, njun." ucap yangyang.
"Aku rasa mereka tidak sedang melakukan pendekatan, melihat shotaro seperti ogah-ogahan dengannya." ucap winter.
"Kau tidak tahu apapun winter. Lagian itu namanya pendekatan. Kau terlalu lama jomblo sih." ucap yangyang.
"Seperti kau ada saja kekasih oppa. Sadarlah disini bukan hanya aku yang jomblo. Kau juga." ketus winter sedangkan yangyang hanya masa bodoh pada semua yang dikatakan adiknya itu. Lalu yangyang pun menatap sungchan yang sibuk dengan makanannya.
"Kau pasti tahu sesuatu kan sungchan?" selidik yangyang membuat yang lainnya melihat kearahnya. Tapi Sungchan hanya diam saja tanpa repot menjawab sama sekali.
"Siapa pria yang bersama shotaro itu?" ucap haechan begitu saja karena sangat penasaran sedangkan jeno hanya menggelengkan kepalanya karena tunangannya sangat menggemaskan sekali.
"Anak baru, namanya Lai Guan Lin." datar Sungchan dan semuanya hanya mengangguk masa bodoh tapi tidak dengan jaemin yang merasa nama itu sangat familiar. Dia lantas mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan pada jeno. Jeno melihat ponselnya dan menatap jaemin dengan tanda tanya tapi jaemin hanya mengkode jeno untuk melihat pesannya. Membuat jeno melakukan saja dari pada dia harus berdebat dengan sih robot Na Jaemin.
Na Jaemin
Lai Guan Lin. Nama itu sepertinya tidak asing.
/read/
Jadi mau apa jaem? Dia hanya anak baru.
/read/
Cari tahu soal dia. Feeling ku buruk.
/read/
Baiklah.
/read/
Jangan sampai ada yang tahu, hanya kau dan aku saja.
/read/
Ya. Aku mengerti.
/read/
Renjun menyadari jaemin yang sibuk dengan ponselnya, lantas ingin melihat tapi jaemin lebih dulu mematikan ponselnya.
"Kau menyembunyikan sesuatu dariku Na Jaemin?" kesal renjun membuat semuanya melihat ke arah pasangan itu.
"Tidak sayang. Tadi hanya pesan dari mommy yang ingin bertemu denganmu. Karna mommy rindu." ucap jaemin berbohong.
"Kau pas—"
"Maaf ge, hyung aku telat. Apa Guan Lin boleh bergabung?" ucap shotaro yang baru saja datang dengan Guan Lin yang terpaku karena melihat renjun. Jaemin tahu tatapan itu membuatnya berdiri dari duduknya dan yang lainnya menatapnya bingung.
"Ayo. Ada buku yang harus aku cari di perpus." ucap jaemin datar sembari melihat tunangannya.
"Makananku belum habis Na Jaemin." kesal renjun karena Jaemin yang bertingkah aneh saat ini.
"Nanti aku belikan eskrim. Ayo." ucap jaemin.
"Aku lapar, kau saja yang ke perpus. Aku lanjutkan makan disini." ketus renjun dan akan memulai acara makannya kembali tapi jaemin langsung menggendong nya seperti karung beras lalu membawanya pergi.
"Ya! Na Jaemin brengsek!" kesal renjun sembari memukul punggung tunangannya tapi Jaemin hanya mengabaikannya dan terus berjalan keluar kantin.
"Maaf ya, pasangan itu memang memiliki dunianya sendiri. Teman barumu bisa bergabung kok." ucap yangyang tersenyum dan shotaro pun duduk.
"Duduklah Guan Lin." ucap shotaro tersenyum ramah lalu Guan Lin pun duduk. Disaat bersamaan Sungchan berdiri.
"Kau sudah siap dengan makanan mu?" ucap mark bingung karena Sungchan bahkan baru memakan dua suap tapi sudah berhenti.
"Aku kenyang. Aku duluan." ucap Sungchan datar lalu pergi.
"Wah wah wah. Kalian benar-benar bertengkar ya?" ucap haechan melihat shotaro, pasalnya Sungchan yang bersikap seperti ini, baru kali ini juga.
"Tidak hyung. Kami baik-baik saja." ucap shotaro.
"Kalau begitu Sungchan yang aneh kali ini." ucap haechan dan daehwi hanya mengangguk menyetujui karena sejak tadi dia hanya diam memperhatikan.
"Oh iya, Guan Lin kau pindahan dari mana?" ucap yangyang.
"China."
"Aaaa. Selamat datang di sekolah ini kalau begitu." ucap yangyang tersenyum tapi tidak dengan Samuel yang sejak tadi diam. Ntah kenapa dia merasa ada yang tidak beres dengan pria bernama Guan Lin ini. Apalagi Samuel memergoki Guan Lin yang melihat kearah daehwi sekilas.
"Tumben kau diam saja Samuel? Apa lagi sariawan?" ucap jung woo dan Samuel hanya menatap tajam dengan wajah datar tapi itu tak membuat jung woo takut, karena ini semua sudah hal biasa yang mereka lihat. Jung woo hanya tertawa pelan saja melihat sepupunya itu. Ntah apa yang sedang sepupunya itu pikirkan saat ini.
####
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Love (jaemren)
FanficNa Jaemin adalah anak satu-satunya keluarga mafia Na yang terkenal tidak tersentuh dan sangat bucin pada sang tunangan yang dijodohkan dengannya, Nakamoto Renjun, anak kedua dari mafia terkenal di Jepang. juga disertai perjalanan cinta anak bungsu k...
