25

516 71 1
                                        

Berbeda dengan jaemren, jeno terlihat membawa haechan ke mansion keluarganya karena sang ibu yang ingin menghabiskan waktu dengan menantunya itu.

Saat mobil jeno sampai di depan pintu utama mansion besar itu, haechan langsung menatap jeno, jujur saja dia takut bertemu dengan calon mertuanya dan takut kalau nanti dia melakukan kesalahan dan membuat doyoung tak suka padanya. Jeno yang tahu perasaan haechan yang cemas itupun hanya tersenyum lalu mengelus kepala tunangannya itu.

"Tidak apa haechan. Lagian bunda tak akan melakukan apapun padamu. Bunda hanya ingin bertemu dan menghabiskan waktu denganmu. Makanya aku jemput lagi setelah bertemu jaemin." ucap jeno.

"Kau serius bukan jeno? Penampilan ku sekarang bagaimana?" ucap haechan yang masih takut-takut itu.

"Kau sangat manis dan menggemaskan. Tenang saja. Bunda pasti suka. Kalau tidak kita tak mungkin di jodohkan sampai bertunangankan?" ucap jeno dan haechan membenarkan hal itu dalam hatinya.

"Ayo kita turun. Lagian ada yangyang dan winter, kau tidak akan berdua saja dengan bunda." ucap jeno tersenyum dan haechan benar-benar lupa mengenai yangyang dan winter yang merupakan saudara tunangannya itu. Dia benar-benar merutuki dirinya sendiri saat ini.


Didalam mansion utama lee.

Jeno masuk dengan haechan yang berada di belakangnya lalu jeno pun melihat doyoung, yangyang dan winter yang sedang berkumpul.

"Bun, aku pulang." ucap jeno dan ketiganya sontak melihat kearah jeno bahkan yangyang menatap geli pada sahabatnya yang bersembunyi dibelakang tubuh kakak kembarnya itu.

"Akhirnya tamu yang bunda nantikan datang." ucap yangyang menggoda haechan dan doyoung tersenyum sembari menatap menantunya yang berada di belakang jeno.

"Sayang? Kenapa bersembunyi di belakang jeno? Lagian bunda tidak akan memakanmu kok." ucap doyoung.

"Untuk apa malu sih chan. Biasanya juga malu-maluin." ucap yangyang dan haechan pun keluar dari balik jeno lalu menatap kesal yangyang tapi tak bisa menghajar nya karena ada doyoung lalu diapun tersenyum manis pada doyoung. Doyoung yang melihatnya gemas bukan main lalu diapun berdiri dan mendekat pada haechan lalu mencubit pipinya.

"Yaampun kau benar-benar sangat menggemaskan sayang." ucap doyoung dan haechan hanya terkekeh.

"Bunda. Ayolah." ucap jeno kesal pasalnya dia merasa sedikit tak suka saat miliknya disentuh oleh orang lain termasuk ibunya sendiri. Doyoung lantas melepaskan cubitannya dan diapun menatap datar anaknya itu.

"Kau pergi lah ke perusahaan. Ayahmu memanggilmu katanya segera. Dan untuk haechan, kau disini saja sama bunda, yangyang, dan winter." ucap doyoung.

"Bunda tidak berbohong kan?" ucap jeno menatap kesal.

"Tidak oppa. Tadi ayah memang menghubungi bunda dan menyuruh oppa datang ke kantor." ucap winter.

"Pergi lah jeno. Lagian tunanganmu tak akan kenapa-napa disini." ketus yangyang yang kesal dengan kembarannya itu. Jeno menghela nafas beratnya lalu diapun melihat haechan membuat sang empu juga balik menatapnya.

"Chan, aku pergi sebentar bertemu ayah ya?" ucap jeno sembari merapikan sedikit anakan rambut haechan. Dan sang empu hanya menganggukkan kepalanya. Yangyang yang melihat hal itu hanya memutar malas bola matanya. Ayolah, kenapa rasanya sangat menyebalkan melihat kembaran dan sahabatnya bermesraan sangat tidak tahu tempat.

"Pergilah. Kau membuatku ingin muntah jeno." ucap yangyang sangat ketus.

"Kau hanya iri. Dasar tukang iri." ucap jeno lalu diapun pergi membuat yangyang semakin kesal karena kembarannya itu.

























#####

Black Love (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang