Jaemin membawa renjun ke apartemennya, sesampainya di apartemennya, jaemin langsung meletakkan renjun di dalam kamar yang ada di apartemen itu secara perlahan. Lalu merapikan anakan rambut renjun yang mencuat kemana-mana.
"Tidur yang nyenyak sayang." Ucap jaemin lalu diapun mengecup kening renjun dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya lebih dulu.
Beberapa menit kemudian, jaeminpun keluar dan diapun melihat jam yang menandakan kalau sebentar lagi adalah jam makan siang, dan diapun segera pergi ke dapur untuk memasakkan makan siang. Saat tengah asyik dengan acara memasaknya, diapun di kagetkan dengan tangan yang melingkar di perutnya dan kepala yang bersandar pada punggungnya. Lantas diapun langsung memegang tangan kecil itu.
"Sayang? Kau sudah bangun?"
"Hmm." Angguk renjun.
"Tunggu saja di meja makan." Ucap jaemin.
"Enggak mau. Aku mau memeluk Nana saja." Ucap renjun mengeratkan pelukannya pada jaemin.
"Sedang manja?"
"Hmm hmm." Angguk renjun. Lantas jaemin mematikan sebentar kompornya dan berbalik pada renjun lalu menggendongnya ala koala.
"Nana!" Kagetnya.
"Mianhe. Aku tau sekarang kau masih mengantuk, jadi tidurlah." Ucap jaemin sembari menimang renjun layaknya bayi.
"Hmm hmm." Angguk renjun lalu menyamankan dirinya pada gendongan jaemin. Jaemin hanya tersenyum lalu diapun langsung kembali memasak makan siang untuk mereka berdua.
Sementara itu di sekolah, terlihat semua murid mulai keluar dari sekolah karena telah masuk jam pulang. Begitu pula dengan jeno, Haechan, Mark, hendery, dejun, sungchan, taro, Yangyang, winter, dan Samuel.
"Dimana jaemin ge dan renjun ge?" Ucap taro karena tak melihat keduanya.
"Iya dimana injunie?" Ucap dejun yang juga menyadari kedua orang itu tak ada, sedangkan Samuel hanya diam saja.
"Mereka tadi pulang duluan ge." Ucap Yangyang dan dejun juga taro hanya menggangguk sebagai tanda mengerti.
"Haechan?" Lantas Haechan langsung menatap kearah jeno.
"Bisa kita bicara sebentar?"
"Ne." Ucap Haechan mengangguk lalu keduanya pergi lebih dulu.
"Tumben mereka bicara berdua, kenapa dery?" Ucap Mark. Dery hanya mengangkat bahunya untuk menjawab pertanyaan dari Mark. Lalu diapun menggenggam tangan tunangannya dan pergi lebih dulu.
"Ayo taro." Ucap samuel menatap taro datar dan taro langsung mengikuti sang oniichan itu.
Jeno dan haechan berada di dalam mobil jeno.
"Ada apa jeno?" Ucap Haechan mendadak gugup.
"Kau pasti tau apa yang telah terjadi bukan?"
"Hmm." Angguk Haechan.
"Kau tenang saja, aku akan berusaha menjadi yang terbaik. Bagaimanapun caranya, kau paling penting setelah ini." Ucap jeno, dan sontak saja Haechan langsung menatap jeno karena sedari tadi dia menundukkan kepalanya karena mendadak sangat gugup, sangat tidak Haechan sekali.
"Kau harus percaya padaku. Hmm?" Ucap jeno menatap sebentar Haechan.
"Hmm, akan aku lakukan. Tolong jangan kecewakan aku jeno." Ucap Haechan.
"Hmm." Ucap jeno mengangguk dan terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kita akan kemana jeno? Ini bukan jalan ke rumahku." Ucap Haechan bingung.
"Kita akan makan siang dulu, kau mau bukan?" Ucap jeno.
"Ne." Angguk Haechan.
Kembali lagi ke jaemren, terlihat jaemin yang menyuapi renjun makan dengan keadaan renjun yang sangat mengantuk.
"Injunie? Tadi, kalian berbicara apa?" Ucap jaemin dan renjun lantas menatap jaemin dan tersenyum.
"Itu, Haechan dijodohkan dengan jeno. Apa kau belum tau Nana?" Dan jaemin hanya menggelengkan kepalanya karena dia memang belum tau sama sekali.
"Mungkin dia lupa memberitahumu. Lagian, itu akan bagus untuk keduanya karena mereka sudah saling mengenal cukup lama seperti kita. Pasti keduanya akan cepat merasakan nyaman." Ucap renjun tersenyum.
"Kau benar." Ucap jaemin lalu diapun langsung menghapus sisa makanan yang ada di bibirnya.
"Hmm." Ucap renjun tersenyum.
"Sudah makannya?"
"Hmm hmm." Angguk renjun lalu jaeminpun meletakkan kembali semua piring kotor dan mencucinya lalu diapun langsung membawa renjun ke gendongannya dan membawa ke kamar karena renjun benar-benar bayi jika dia mengantuk, sakit dan saat manja.
At. Mansion Nakamoto.
Samuel dan taro sampai di kediaman mereka, Samuel lantas langsung masuk kekamarnya tanpa melihat kearah daehwi yang sedang bersama dengan jung woo.
"Maafkan dia hyung." Ucqp taro pada daehwi.
"Tidak masalah." Ucap daehwi sembari menunduk.
"Kau tunggu disini ya daehwi, aku akan bicara padanya. Dan taro, temani dia." Ucap Jung woo.
"Ne Hyung." Ucap taro mengerti lalu Jung Woopun pergi menuju lift ke lantai 3.
Ting!
Tok...tok...tok....
"Samuel! Buka pintu! Jangan pengecut!"
Ceklek.
Samuel membuka pintu itu dengan wakau datarnya dan menatap Jung woo malas. Jung woo lantas masuk begitu saja setelah mendorong bahu Samuel. Samuel hanya menghela nafasnya dan diapun menutup pintu kamarnya.
Di dalam kamar Samuel.
"Cepat katakan."
"Tolong sedikit saja ubah sikapmu padanya, apa kau tak kasihan padanya? Dia sendirian saat ini Samuel."
"Apa kau tau rasanya jadi aku?"
"Aku sangat tau, tapi ini bukan berati kau akan menikahinya segera bukan? Apa tak bisa? Setidaknya bayangkan betapa menyedihkannya dia. Apa kau adalah penjahat berdarah dingin?" Samuel hanya diam saja.
"Coba kau bayangkan jika sekarang yang ada di posisinya adalah renjun. Coba kau bayangkan. Apa kau tidak akan marah pada orang yang telah membuatnya menderita?"
"Aku tak akan membiarkannya sama sekali."
"Maka lakukan itu." Ucap Jung woo. Lalu diapun langsung keluar dari kamar Samuel membuat Samuel memikirkan semua perkataan Jung woo padanya
###
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Love (jaemren)
Fiksi PenggemarNa Jaemin adalah anak satu-satunya keluarga mafia Na yang terkenal tidak tersentuh dan sangat bucin pada sang tunangan yang dijodohkan dengannya, Nakamoto Renjun, anak kedua dari mafia terkenal di Jepang. juga disertai perjalanan cinta anak bungsu k...
