Keesokan paginya terlihat renjun tengah sarapan dengan semua keluarganya.
"Aku akan menumpang dengan mobil oniichan pagi ini." Ucap renjun.
"Tumben sekali ren? Bukannya kau seharusnya pergi dengan jaemin?" Ucap dejun menatap adiknya itu.
"Gege bertengkar lagi dengan jaemin Hyung?" Ucap shotaro menatap kakaknya itu.
"Dia sedang merajuk karena seseorang." Ketus renjun sembari menatap Samuel, sedangkan Samuel hanya biasa saja.
"Aaa, aku mengerti seperti nya." Ucap Jung woo menganggukkan kepalanya.
"Kau denganku saja." Ucap dejun menatap adiknya itu, lagian dery gak akan mungkin keberatan untuk membiarkan renjun menebeng dengan mereka.
"Tidak ge, aku dengan Samuel oniichan saja." Ucap renjun.
"Sepertinya Samuel oniichan akan mendapatkan amukan renjun ge." Ucap asahi pelan.
Setelah acara sarapan selesai para anak keluarga Nakamoto berangkat kesekolah mereka.
At. Mansion kaisoo.
Mark terlihat tengah sarapan dengan kedua orangtuanya. Ketiganya sarapan dengan tenang sampai Mark berdehem membuat Kyung-soo menatap anaknya itu.
"Minum jika kau ingin minum mark." Datarnya.
"Mom, dad." Ucap Mark membuka suara. Kyung Soo hanya menatap anak sematawayangnya itu.
"Aku—aku sepertinya tertarik dengan seseorang."
"Seseorang? Siapa?" Ucap kai antusias.
"Apa ini tertarik seperti biasanya atau memang untuk hal serius?" Ucap Kyung Soo datar.
"Aku yakin untuk hal serius mom. Aku ingin bertunangan seperti jaemin dan jeno." Ucap Mark.
"Daddy pasti mendukungmu Mark."
"Siapa orangnya?" Datar Kyung Soo.
"Kim Jung woo." Ucap Mark sembari tersenyum.
"Baiklah mommy akan berbicara dengan ibunya dan ayahmu akan bicara dengan ayahnya." Ucap Kyung Soo.
"Ini pasti akan berhasilkan mom?"
"Berdoa saja." Datar Kyung soo membuat Mark hanya mampu menganggukkan kepalanya.
At. School.
Semua siswa-siswi melihat kearah mobil-mobil mewah yang berhenti didepan pintu masuk sekolah bergengsi itu. Renjun keluar dari mobil samuel bersama dengan Daehwi dan Jung woo. Membuat semuanya menatap bingung karena renjun tak berangkat dengan jaemin pagi ini.
Haechan menatap bingung karena renjun tidak berangkat sekolah dengan jaemin sama sekali. Tapi renjun seperti tidak ada niatan sama sekali untuk mengatakan apapun. Renjun melihat jaemin tapi dia mengabaikannya lalu diapun segera pergi ke kelas disusul oleh Haechan dan Yangyang karena mereka sekelas begitu pula dengan Daehwi.
"Kau bertengkar dengan tunanganmu jaem?" Ucap jeno melihat jaemin tapi jaemin hanya diam saja lalu diapun berjalan dengan wajah datarnya itu menuju kelas. Jeno langsung pamit pada yang lainnya dan mengejar jaemin. Sungtaro juga winter juga pamit ke kelas mereka, dan xiaodery, Samuel, Jung woo dan Mark yang berjalan ke kelas mereka bersama-sama.
Di kelas XI-1.
Renjun duduk dengan wajah datarnya tapi Haechan dan Yangyang jelas tahu kalau sahabat mereka itu tengah kesal saat ini, begitu pula daehwi karena memang kekesalan renjun sejak sebelum mereka berangkat ke sekolah.
Disaat bersamaan heejin mendekat dengan tangan di gips ke bangku renjun dan menatapnya jijik.
"Sepertinya jaemin sekarang tahu kalau kau tak pantas bersama dengannya." Ucap heejin sedangkan renjun hanya diam saja, dia malas melawan wanita gila itu.
"Apa kau pura-pura budeg Nakamoto Renjun?!" Kesalnya. Tapi renjun masa bodoh.
"Ya!" Kesal heejin lalu menarik rambut renjun, membuat Renjun seketika melepaskan kasar tangan heejin dari kepalanya dan mendorong wanita itu sampai terjatuh dan membuat satu kelas heboh, Haechan dan Yangyang hanya menatap malas karena itu hal biasa, apalagi renjun yang diganggu jika sedang bermasalah dengan jaemin sangat berbahaya. Sedangkan daehwi menatap kaget pada renjun.
"Jangan berani-berani nya kau memegang ku! Kau hanya jalang yang menginginkan milik orang lain. Sekali lagi kau berani menyentuhku maka aku akan pastikan kau tak memiliki tangan lagi."kesal renjun. Heejin berdiri dibantu oleh siyeon dan diapun berdiri dihadapan renjun dengan tatapan marahnya.
"Apa? Kau tidak teri—
Plak!
Semuanya kaget melihat heejin berani sekali menampar renjun, dia benar-benar tak takut akan balasan yang bisa dia dapatkan dari Na Jaemin.
Jaemin melihat semuanya dan langsung mendekat lalu menarik renjun hingga sang empu berhadapan dengannya dan heejin yang ketakutan melihat jaemin. Jaemin melihat pipi tunangannya memerah karena bekas tamparan.
"Sakit?" Ucap jaemin cemas. Renjun lantas menatap jaemin yang lebih tinggi itu dan diapun mulai menangis membuat daehwi kaget bukan main karena perubahan renjun secepat itu, sedangkan Haechan dan Yangyang hanya menatap malas pada renjun begitu juga jeno yang menggelengkan kepalanya.
"Hikss.... Nana hikss.... Ini sakit hikss... Dia sangat jahat hiksss..." Tangisnya. Jaemin lantas membawa renjun ke belakang tubuhnya lalu diapun menatap tajam pada heejin.
"Jaemin ini tidak seperti yang—
Plak!
Plak!
Jaemin menampar heejin dua kali lipat membuat wanita itu mundur seketika sembari memegang pipinya yang panas.
"Sekali lagi aku melihat kau menyentuh tunanganku, maka aku pastikan kau kehilangan kedua tanganmu itu" Ucap jaemin marah lalu diapun kembali berbalik dan mendekat pada renjun semvari memegang pipi sang tunangan.
"Hikss.... Hiksss..." Jaemin lantas menggendong renjun ala koala dan diapun membawa tas renjun lalu pergi begitu saja.
"Wah, sepertinya mereka akan bolos." Ucap yangyang.
"Menurutmu? Mereka tidak akan mampu marahan lebih dari sehari." Ucap Haechan yang sudah biasa dengan semua tingkah jaemin dan renjun itu. Sedangkan jeno hanya tersenyum melihat tunangannya yang kesal lalu duduk disebelahnya.
#####
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Love (jaemren)
FanfictionNa Jaemin adalah anak satu-satunya keluarga mafia Na yang terkenal tidak tersentuh dan sangat bucin pada sang tunangan yang dijodohkan dengannya, Nakamoto Renjun, anak kedua dari mafia terkenal di Jepang. juga disertai perjalanan cinta anak bungsu k...
