Sesuai rencana para kepala keluarga, saat ini keluarga Nakamoto, Na, Jung, Lee, Kim, dan Seo tengah berada di tempat camping, dimana mereka benar-benar camping dengan mendirikan tenda bukan di tempat camping elit, lagian mereka semua juga sudah terbiasa melakukannya jadi tak akan ada yang merengek sama sekali. Para kepala keluarga juga membuat tenda khusus menjadi dapur dan penyimpan makanan bersama dengan anak-anak dominan mereka, juga tenda tempat perkumpulan dan tenda-tenda tempat tidur untuk semuanya, para submissive tengah membereskan barang-barang yang mereka bawa saat ini.
Renjun bahkan masih dengan aura suramnya membuat Haechan dan Yangyang mendekat padanya dengan sedikit takut, karena jika Renjun sedang badmood maka akan berbahaya jika salah bicara dengannya.
"Ren?"
"Hmm?" Datarnya.
"Kau baik-baik saja?"
"Hmm." Datarnya.
"Ren? Apa kau bertengkar dengan jaemin?" Ucap yangyang to the point membuat Haechan ketar-ketir seketika. Renjun langsung menatap tajam pada Yangyang, sih kembaran Lee jeno itu, membuat Haechan dan Yangyang bergidik ngeri, walaupun renjun menggemaskan tapi auranya sangat menakutkan.
"Ren, aku akan duluan, jeno membutuhkan sesuatu." Ucap Haechan lalu pergi. Yangyang mengupati Haechan dalam hati karena meninggalkannya dengan alasan kembarannya saat ini. Renjun semakin menatap tajam pada Yangyang membuat Yangyang menelan susah salivanya.
"Yangyang! Bantu bunda kemari!" Teriak Doyoung, Yangyang merasa lega seketika. Dan diapun tersenyum manis pada renjun.
"Aku ke bunda dulu ya njun hehehe." Ucap yangyang lalu diapun langsung kabur begitu saja sedangkan renjun menghela nafas beratnya dan melanjutkan membereskan barang-barang makanan yang dibawa keluarganya. Mengingat yang pergi dari keluarganya hampir tiga kepala keluarga.
Asahi mendekat pada renjun dan membantu kakak sepupunya dengan sedikit takut-takut saat ini.
"Oniichan? Gwanchana?"
"Hmm, apa mereka sudah selesai membagikan tenda untuk kita tidur malam ini?"
"Masih ada beberapa tenda sebelum selesai oniichan. Sebentar lagi pasti selesai." Ucap asahi pelan.
"Baiklah, kau bantu oniichan membereskan ini saja biar nanti otusan, ojisan, samchun dan oniichan gampang memindahkan nya."
"Baik oniichan." Ucap asahi langsung mempercepat gerakannya.
Sementara itu, jaemin tengah membuat tenda tempat tidur bersama dengan jeno, ini adalah tenda tempat tidur terakhir yang mereka berdua selesaikan dengan cepat.
"Jaem?"
"Hmm."
"Apa kau dan renjun bertengkar kembali?" Jaemin hanya menatap datar pada jeno. Jeno merasa kikuk karena Jaemin lalu diapun berdehem singkat.
"Bukan maksudku ingin ikut campur, hanya saja kentara sekali dia sedang mengibarkan bendera perang denganmu. Kali ini apa lagi masalahnya? Belakangan ini kalian sering kali bertengkar. Bagaimana jika Renjun tak kuat denganmu dan memutuskan hubungan pertunangan kalian?" Jaemin yang mendengarnya lantas menguarkan aura gelapnya seketika membuat jeno sedikit risi dengan auranya itu.
"Aku tak akan membiarkannya lepas dariku. Dia hanya milikku. Hanya aku." Datar jaemin.
"Yayaya baiklah, lebih baik kau cepat berbaikan dengannya. Camping ini jadi terkesan mengerikan karena auranya yang sangat gelap itu, walaupun wajahnya menggemaskan tapi auranya membuat banyak yang tidak nyaman." Ucap jeno dan jaemin hanya berdehem saja untuk menjawab perkataan jeno. Lagian tanpa jeno menyuruh pun dia tetap akan meminta maaf pada renjun, orang dia sudah menyiapkan sogokan untuk tunangan mungilnya itu, dan dia yakin akan berhasil saat ini. Karena dia sangat mengenal tunangannya itu.
#####
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Love (jaemren)
FanfictionNa Jaemin adalah anak satu-satunya keluarga mafia Na yang terkenal tidak tersentuh dan sangat bucin pada sang tunangan yang dijodohkan dengannya, Nakamoto Renjun, anak kedua dari mafia terkenal di Jepang. juga disertai perjalanan cinta anak bungsu k...
